Shihlin Taiwan Street 10 Tahun Masuk ke Indonesia Kini Masih Eksis

Chicken fillet kini masih memiliki pasar tersendiri di jagat kuliner Asia. Salah satu pendatang dari negeri Taiwan adalah Shihlin Taiwan Street yang hadir di Indonesia sejak 2007. Bisnisnya pun kini semakin eksis.

Dalam beberapa tahun belakangan camilan khas dari beberapa negara Asia menjadi tren di dunia kuliner di dalam negeri. Salah satunya camilan dari Taiwan. Dari sejumlah brand asing yang gencar berekspansi di Indonesia, Shihlin Taiwan Street Snacks menjadi gerai camilan khas Taiwan yang sudah cukup lama eksis.

Di bawah bendera PT Jaya Wira Jerindo, Shihlin Taiwan Street Snack menyuguhkan berbagai macam jenis jajanan ala street food Taiwan yang menggunakan bahan baku ayam krispi dan bumbu khas yang dibuat oleh mereka. Menu yang ditawarkan Shihlin antara lain, rice box disajikan dengan nasi tofu dan potongan chicken crispy dan saus Shihlin‎, olahan Mee Sua, sajian tempura, dan yang terakhir XXL Fried Chicken Crispy dengan tiga rasa yaitu original, barbeque, dan Seeweed yang merupakan menu paling banyak dipesan.

Sebagai master franchise yang Beroperasi sejak tahun 2007 di Indonesia, pada saat yang bersamaan, Shihlin mulai menawarkan kemitraan di dalam negeri. Saat ini total gerai Shihlin ada 70 gerai yang tersebar di Jakarta, Bandung, Batam, Depok, dan Balikpapan. Rinciannya, 20 gerai milik pusat dan sisanya milik mitra.

Konsep Shihlin Taiwan Street Snacks ini adalah gerai cepat saji yang menyediakan menu utama ayam fillet crispy. Kemasan kertas bisa dibawa-bawa khas street snacks.

Calon mitra harus merogoh kocek minimal Rp 700 juta. Nilai investasi tersebut sudah termasuk fasilitas desain interior, peralatan masak lengkap, booth, bahan baku awal saus dan ayam serta kemasan, dan alat penunjang promosi seperti neon box, brosur. Kerjasama berlangsung selama lima tahun. Setelah masa kontrak selesai, biaya perpanjangan kerjasama akan dinegosiasikan dengan manajemen. Biaya royalti 5% Menu yang ditawarkan antara lain XXL chicken, crispy floss egg crepe, sausage cheese egg crepe, mushroom cheese egg crepe, dan seafood tempura. Harga menu mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per porsi.

Calon franchisee harus menyiapkan lahan minimal 20 m² dengan SDM tiga orang karyawan. Pusat menetapkan biaya royalti sebesar 5% dari omzet tiap bulan. Selain itu, mitra harus memasok bahan baku utama berupa fillet ayam yang tinggal digoreng, bumbu dan kertas kemasan. Ian mengklaim, kelebihan ayam fillet Shihlin adalah rasa bumbu yang meresap dan menu yang selalu dalam kondisi renyah.

 

Alvin Pratama

CMA Mental Arithmetic Bermodalkan Sempoa, Lembaga Kursus ini Sukses di 18 Negara
CMA Mental Arithmetic adalah nama lembaga kursus tersebut. Didirikan di Taiwan pada tahun 1984. Lembaga kursus yang juga menawarkan sistem franchise ini telah hadir di benua Asia, Amerika, Africa hing
Read More
Uncle Tetsu, Master of Cheesecake dari Jepang
Khusus di tahun 2017 ini, Indonesia kembali kehadiran gerai kue asal Jepang Uncle Tetsu. Gerai pertama dihadirkan di Jakarta, yang lantas langsung mendapatkan animo dari masyarakat Indonesia yang begi
Read More
Harcourts, Ada Nama Besar Panin Group Dibalik Eksistensinya
Harcourts merupakan salah satu broker properti kenamaan di dunia, ia telah ada sejak 1888, dan di Indonesia masuk tahun 2008. Bisnis ini juga menawarkan sistem waralaba. Apa keunggulannya? Harcourts
Read More
Zahra Turkish Ice Cream Es krim yang Menggoda Customer Lewat Atraksi
Sesuai namanya Zahra Turkish Ice Cream memang berasal dari Turki yang dikenal dengan nama dondurma. Bahan utama es krim ini adalah 100% susu, gula, mastic resin dari pohon cemara, serta campuran krim
Read More