Luqman Hakim, Sukses Memadukan Konsep Herbal dengan Fried Chicken

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(http://majalahfranchise.com/res/fiona/drive/uploads/owner-herbal-chicken.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

Pria berdarah Jombang, Jawa Timur ini tak patah semangat untuk menjadi seorang entrepreneur. Bermula dari bisnis pertamanya yakni klinik kesehatan herbal, pria bernama lengkap Luqman Hakim mengaku pernah merasakan asam manisnya perjuangan dalam usaha.

Awal perjalanan bisnis Luqman pada 2008 membuka klinik herbal, di kliniknya pada saat itu melayani penyakit asam urat, kolestrol, darah tinggi, dsb. Selang 2 tahun berjalan ia tertarik untuk terjun di dunia peternakan. Ia tertarik menekuni usaha ini lantaran ingin mengkaitkan antara bisnis pertamanya yakni herbal dengan peternakan. Dari sinilah dirinya melakukan riset akan menciptakan ide formula ayam herbal. Ia bahkan bekerja sama dengan Fakultas Peternakan IPB dengan Balai Penelitian Ternak Ciawi.

“Saya ingat waktu jaman masih kecil alergi gatal-gatal mengkonsumsi ayam potong, dari sini saya mengajak kerja sama dengan 2 institusi untuk meneliti bahwa ayam potong akan lebih sehat dengan memberikan suplemen herbal ke ayam potong,” ujar Luqman.

Tak seperti pengusaha pada umumnya yang sudah memiliki usaha, Luqman hanyalah berlatar belakang seorang berpendidikan dan agamis. Sejak kecil ia sudah pesantren, hingga kuliah di Al-Azhar Kairo. Setelah lulus Luqman menjadi seorang dosen di perguruan tinggi.

Setelah dirasa sudah mendapatkan banyak ilmu dan praktek di dunia peternakan, Luqman teringat pada saat kuliah dulu pernah kerja part time di sebuah restoran Al-Brik Fried Chicken. Di sana ia banyak belajar mulai dari pengelolaan ayam, hingga proses penyajian dengan khas Arab.

“Di sana (Mesir) dalam memilih ayam pun sehat-sehat, berbanding balik dengan Indonesia, kesalahannya bukan pada pemerintahnya namun peternak ayam itu sendiri yang memberikan suplemen pakan yang tidak wajar, sehingga minimnya pengawasan dari pihak pemerintah,” bebernya.

Luqman pun memasarkan ayam ternaknya lewat jalur keagenan dengan frozen ayam herbal. Meski produknya ini masih terbilang awam di kalangan masyarakat, namun berkat kegigihannya produknya laris-manis. Namun ia juga pernah mengalami 3 kegagalan, pertama agen yang mengalami separadis, di mana agen-agen menjadi Hi-Cost operasional, kedua serapan pasar yang tidak stabil, ketiga pembayaran yang tidak teratur.

Tahun 2012, Luqman mendirikan membuka bisnis percontohan mini resto fried Chicken dengan nama O’Chicken. O’Chicken ini memiliki arti organik chicken. Luqman mengibaratkan jika di perumahan ada rumah type dengan contoh, nah kali ini ia menerapkan layaknya komplek perumahan baru. “Saat itu saya masih berkomunikasi dengan agen saya yang dulu sempat join dengan Frozen ayam herbal, saya ajak untuk bermitra dengan O’ Chicken,” ungkapnya.

Setelah sukses memboyong O’Chicken Luqman pun ekspansi dengan mendirikan Herbal Chicken. Perbedaan yang ada pada kedua bisnis ini adalah konsep dan investasi. Jika di O’Chicken menyasar konsep booth, sedangkan Herbal Chicken adalah konsep mini resto dan resto. Namun Ayam yang digunakan tetap berbasis Ayam Herbal.

Saat ini jumlah gerai O’Chicken berjumlah 80 outlet yang tersebar di Jabodetabek, Riau, Palembang, Padang, Bengkulu dan Jambi. Sedangkan Herbal Chicken memiliki 70 gerai yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, dan Jombang. “Dalam hal investasi di tahun 2017 ini managemen dari O’Chicken dan Herbal Chicken menerapkan 2 type investasi yakni dengan di kelola pusat dan pihak mitra, hal ini bertujuan untuk memudahkan para calon investor untuk bergabung di bisnis kami,” tutupnya.

Alvin Pratama

 

 

Irwan Limarno, Orang IT yang Multi Talenta
Sejatinya, kelahiran Surabaya 1970 ini adalah orang IT, namun pria yang satu ini memiliki banyak talenta. Buktinya, ia sukses menggeluti kariernya di beberapa perusahaan dengan menduduki berbagai posi
Read More
Oka Kauripan, Segala Rintangan Pasti Ada Jalan Keluarnya
Oka Kauripan adalah Direktur Operasional LJ Hooker Indonesia, yang berperan terhadap pengembangan franchise LJ Hooker di Indonesia. Ia bertugas memimpin tim support franchise yang terdiri dari trainin
Read More
SABRINA, Banting Setir dari Teknik Sipil ke Usaha Tiram
Kesuksesan seseorang memang tidak bisa diprediksi walaupun kadang apa yang dilakukan bertolak belakang dengan defenisi ilmu yang dimiliki. Sabrina contohnya, pemilik perusahaan PT Sabrina Grange Im
Read More
Bertha Natalia, Putri Mahkota yang Terjun di Bisnis Franchise
Darah bisnis sejatinya sudah mengalir pada wanita yang satu ini. Orang tuanya merupakan salah satu pemilik Transera Group. Maka, begitu lulus kuliah dari University of Wisconsin, Amerika Serikat ia pu
Read More