Trend Baru di Industri Bisnis dan Waralaba

Banyak perubahan bisnis yang terjadi belakangan ini. Sejak mudahnya akses internet melalui gadget dan smartphone, maka pola belanja konsumen pun banyak yang berubah. Konsumen yang biasanya harus bersusah payah memburu produk dan jasa yang dinginkannya kini relative lebih mudah lewat online yang bisa diakses oleh gadget dan smartphone-nya.

Maka lanskap bisnis pun seketika berubah. Pemain bisnis yang semula begitu perkasa di sektor bisnisnya tiba-tiba limbung dengan datangnya pesaing yang menawarkan jasa dan produk lebih murah dan terjangkau. Sebut saja misalnya jasa angkutan Taksi konvensional yang kelimpungan dengan hadirnya Grabcar dan Uber. Begitu pula ojek pangkalan yang harus terpinggirkan dengan munculnya Gojek dan GrabBike.

Di sektor yang lain, pemain travel konvensional pun mulai cemas dengan munculnya Traveloka yang menawarkan berbagai diskon tiket online-nya. Belum lagi kehadiran toko online semacam Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Lazada yang mengacaukan pedagang ritel konvensional. Tidak heran jika beberapa toko ritel murah yang biasanya diburu konsumen kini mulai sepi. Beberapa toko malah juga ikut jualan online, namun tidak seoptimal seperti dahulu penjulannya.

Begitulah perubahan bisnis yang terjadi saat ini. Kondisi tersebut belum terbayangkan 5 tahun yang lalu. Namun kini menjadi trend atau semacam new wave. Di Industri franchise pun demikian, telah terjadi new wave dengan hadirnya era millenial dan digital ini. Trend tersebut terjadi akibat IT dan digitalisasi. Berikut ini trend yang terjadi di industri termasuk franchise yang bisa anda renungkan agar bisa anda antisipasi.

Munculnya bisnis yang berbasis aplikasi mobile digital seperti Uber, Gojek, GrabBike. Dan digital marketing seperti Blibli, Tokopedia, Traveloka, Lazada, dan sebagainya. Di bidang makanan kita lihat perkembangan healthy food, seperti Nalu Bowl, Berry Well, Burgreen, Amazone Acay, dll; yang mengembangkan vegen dan vegetarian food; Salad Stop!Banyak anak-anak muda yang coba-coba mendobrak usaha-usaha yang lama. Mereka melihat munculnya kelompok-kelompok konsumen baru, misalnya mereka-mereka yang aktif berolah raga dan sadar akan makanan sehat atau healthy food.

Mereka melihat contoh-contoh orang muda yang sukses, sebagai roll model. Mereka yang melek teknologi, keranjingan, semua yang berbau digital sebagai citra, gaya hidup millenial dan memanfaatkan platform teknologi.Anak muda yang menekuni wirausaha adalah mereka yang lulusan dari universitas (dalam dan luar negri).Juga ada trend resto-resto Indonesia yang berorientasi pada kuliner tradisional, seperti ; Rumah rempah, Kembang Gula, Rembulan, Seruni, dsb.

Selanjutnya ada perkembangan juga bahwa franchise yang besar dan terkenal mengadakan second brand dan gerai yang lebih kecil seperti; Top Food, Lion Express, Alfamidi, Superindo.Trend yang lain yang sedang berkembang juga adalah diterapkannya franchise operator atau juga disebut under management, di mana franchisee hanya sebagai investor dan bukan pengelola. Ini sudah bukan merupakan Franchise lagi.

 

 

Peran Seorang Konsultan Franchise
Tak dipungkiri, industri franchise membutuhkan jasa konsultan franchise. Sebab, peran seorang konsultan franchise sangat penting. Dia tidak hanya berperan men-set-up sistem franchise saja, tapi juga i
Read More
NextGen Franchising, Tema yang Akan Meramaikan WFSI
World Franchise Summit Indonesia 2016 (WFSI) akan diselenggarakan bulan depan. Acara besar berlevel internasional itu akan dihadiri oleh delegasi asosiasi franchise dari berbagai negara. Salah satunya
Read More
Menyusun SOP yang Baik
Bisnis yang baik harus memiliki yang namanya Standard Operating Procedure (SOP). Sebab, tanpa SOP sebuah bisnis akan sulit dijalankan secara efisien, efektif dan optimal. Maka itu perlunya membuat SOP
Read More
Industri Franchise Jangan Jalan di Tempat !!!
Indonesia adalah Negara yang sangat makmur dan memiliki letak geografi yang sangat strategis. Negara ini berada di antara samudera pasifik dan samudera hindia, juga benua Australia dan asia. Kita juga
Read More