HAPPY CUSTOMER & MARKETING HEBAT

Bisnis di era sekarang ini sangat ketat kompetisinya. Jika ingin bertahan dan eksis maka tidak ada pilihan lain kecuali berjuang memenangkan hati customer dan membuat mereka happy. Tentunya bagi pebisnis yang selalu mau berpikir bukanlah hal sulit,  tetapi bagi pebisnis yang jarang memikirkan bisnisnya akan terasa sangat sulit. 

Fenomena yang saya lihat akhir-akhir ini adalah banyak pebisnis yang pesimis dengan keadaan ekonomi saat ini sehingga semangat/ winning spirit hilang dan yang tersisa hanya kata ‘malas’ dan ‘susah’. Mereka belum berusaha dengan sekuat tenaga tetapi sudah menyerah.  Yang dijadikan pembenaran adalah keadaan ekonomi yang sedang kurang baik.  Kalau sudah begini, semua upaya tidak lagi dilakukan.  Pasrah.  Ujung-ujungnya bisnis makin berhenti karena tidak ada daya dorong. 

Para pebisnis,  jika saya katakan bahwa ada pebisnis yang masih bisa bertumbuh di tengah ekonomi makro yang sedikit kurang baik - apakah Anda percaya?  Dari pengamatan saya, ternyata saat ini memang masih ada pebisnis yang tetap bisa berkembang dan eksis di market yang sedang kurang baik. Anda mau tahu apa sebabnya? Mereka adalah pebisnis yang masih punya winning spirit sehingga masih bisa menciptakan winning strategy. Dari spirit inilah lahir strategi jitu yang menghasilkan omset dan profit karena membuat happy customer. Mereka justru bisa bertumbuh karena pebisnis lain sedang tidak punya spirit.  

Banyak strategi luar biasa lahir pada saat sulit.  Kata beberapa orang inilah yang biasa disebut dengan ‘The Power of Kepepet’ (baca terhimpit). Pebisnis yang paham bahwa keadaan market memang sedang kurang baik justru makin kreatif sehingga mampu melahirkan strategi marketing dahsyat yang akhirnya mampu menarik target market dan menciptakan angka penjualan yang bagus. Ini bukan omong kosong tetapi fakta di lapangan. Ada brand martabak yang cepat populer dan digandrungi banyak orang, ada bakso yang melesat cepat dan selalu ramai pengunjung,  ada barbershop yang ekspansinya sangat cepat,  ada tempat nongkrong yang jual indomie variasi dengan nilai franchise yang tidak murah namun diperebutkan banyak calon franchisee, dan masih banyak lagi cerita sukses lainnya. 

Anda sudah percaya? Yang mereka lakukan hanya berpikir dan berpikir untuk menghasilkan ide briliant yang mampu menjadi magnet yang kuat dalam menarik customer. Produk kreatif,  ide inovatif,  menu unik,  tempat tematik - ternyata menjadi senjata ampuh yang  mampu membuat ‘happy customer’. Pada akhirnya inilah strategi marketing yang bisa menjadi daya tarik. Setelah itu service excellence punya peran untuk memenangkan hati customer. Lengkaplah sudah, Marketing yang kreatif didukung pelayanan yang luar biasa. Hal ini bisa terjadi jika Anda memiliki tim yang punya mindset melayani dan menjadikan customer menjadi pusat dari semua kegiatan bisnis. 

Jadi, saya bisa simpulkan bahwa: Marketing Hebat =WinningSpirit + WinningStrategy + ServiceExcellence = Happy Customer Tanpa komponen tersebut di atas akan mustahil Anda bisa membuat program marketing yang hebat. Ingat bahwa tidak ada perusahaan yang bisa berhasil tanpa program marketing yang terpadu.  Bagi pembaca Majalah Franchise Indonesia yang ingin konsultasi lebih jauh tentang artikel ini, silahkan email ke info@djokokurniawan.com atau Wa: 081573709100 atau twitter @djokokurniawan.

Ditulis oleh,Djoko KurniawanSenior Consultant of Business, Franchise & Service Qualiy EMICO Internationalwww.djokokurniawan.com

 

5 KESALAHAN BESAR DALAM CUSTOMER
Banyak pebisnis yang masih belum mampu memberikan pelayanan terbaik (service excellence) kepada customernya. Mereka masih sering mengecewakan customer baik secara sadar maupun tidak. Di era modern ini
Read More
BUSINESS PLAN & EXECUSION
Saat ini banyak pebisnis yang belum menjalankan Plan/ rencana bisninya secara konsisten. Banyak alasan untuk tidak menjalankan rencana yang telah disusun dengan rapi. Rencana yang dimiliki biasanya su
Read More
CUSTOMER SERVICE’s SCRIPT
Melayani customer ternyata memang tidak mudah. Mereka semua punya ekspektasi atau harapan yang berbeda-beda ketika dilayani. Untuk itu pemberi jasa/ frontliner harus punya kemampuan melayani yang baik
Read More
SERVICE QUALITY EVALUATION
Banyak pebisnis melakukan evaluasi bisnis di quarter tiga setiap tahunnya. Jadi saat membaca artikel ini, mungkin merupakan waktu yang tepat untuk kembali berpikir tentang cara meningkatkan service/ p
Read More