Black Kebab, Sang Pelopor Yang Berhasil Mecuri Ceruk Pasar Kebab

Black Kebab merupakan pelopor kebab hitam di Indonesia. Waralaba yang didirikan FX. Ricky Ferdinan Sutrisno ini berhasil menguasai ceruk pasar kebab. Bulan lalu dinobatkan sebagai Franchise Startup Award 2017.

Sebagaimana dikatakan banyak pakar kuliner. Salah satu faktor kunci keberhasilan berbisnis kuliner adalah kreativitas dan konsisten. Tanpa faktor tersebut, akan sulit menjadi merek kuliner yang diminati masyarakat. Apalagi menggeluti pasar yang sudah disesaki pemain, jika tidak memiliki kreativitas dengan menawarkan sesuatu yang baru, akan sulit diterima pasar.

Nah, Black Kebab merupakan salah satu pemain yang cerdik melihat peluang dan melakukan kreativitas dengan menawarkan sesuatu yang baru yaitu kebak hitam. Seperti yang sudah kita ketahui, pasar kebab di Indonesia sudah sangat sesak. Hampir di sudut daerah ada pemain kebab, entah mereka yang sudah punya merek, maupun yang baru.

Namun Black Kebab menawarkan produk kebab yang berbeda dengan pemain yang sudah ada. Produk kebab hitam yang ditawarkannya rupanya memiliki cita rasa yang berbeda. Walhasil Black Kebab pun mampu mengisi atau lebih tepatnya mencuri ceruk pasar kebab dari pesaing.

Faktanya, Black Kebab tumbuh dengan pesat. Saat ini, bisnis yang dilahirkan dari kota Yogyakarta itu tersebar disejumlah kota di Indonesia dengan jumlah hampir 100 gerai. Sebagian besar outletnya tersebut berada di pulau Jawa.

Black Kebab pertama kali ditawarkan dengan sistem kemitraan pada Mei 2015. Dengan sistem kemitraan, Ricky berharap pelanggan dapat menikmati kebab hitam racikannya lebih dekat. Serta dapat memberikan peluang kerja baru bagi masyarakat di kota-kota lain. Ia pun menargetkan pembukaan 500 gerainya untuk lebih mendekatkan diri kepada pelanggan dan terus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat luas.

Ricky sendiri sebenarnya seorang arsitektur. Awal mula dirinya tertarik mendirikan Black Kebab karena melihat pameran kuliner yang begitu marak di Indonesia. “Saya suka kuliner makanan unik dan saya sering berkunjung ke pameran-pameran kuliner. Disanalah awal saya mulia berfikir mengapa tidak saya mendirikan bisnis kuliner sendiri yang unik. Maka saya pun membuat kebab hitam,” tutur Ricky.

“Saya sendiri sebelumnya tidak punya pengalaman di kuliner. Tetapi saya belajar dari tokoh kuliner dan entrepreneur di seluruh dunia dengan membaca biografi mereka. Di situ saya mendapatkan banyak ilmu dan inspirasi bagaimana memulai dan membangun bisnis kuliner,” cerita Ricky.

Seperti pebisnis pada umumnya, tantangan di awal bisnis adalah mengenalkan produk kebabnya. Terlebih di kota asalnya Yogyakarta yang sebagian besar masyarakatnya belum mengenal kebab. “Itu tantangan terbesar saya, saya pun mulai melakukan promosi diskon pembelian kebab, iklan di media sosial, memberikan kebab gratis, mengadakan lomba makan kebab dan foto selfie, dan sebagainya,” kata Ricky.

Selain itu, ia juga tekun, pantang menyerah, dan mental yang kuat dan siap dalam segala kondisi, serta punya passion sehingga memiliki kekuatan kreatifitas dan inovasi. “Karena tanpa passion maka apapun akan sulit dikerjakan dan diselesaikan,” tegasnya. Ia juga terus melakukan banyak hal termasuk promosi secara nasional. Aktif di media sosial dan media cetak, dan mengeluarkan menu yang bervariasi dan inovatif.  

 

Zaziri

LJ Hooker Solo Rayakan Hari Ulang Tahun Ke- 5
Dalam rangka merayakan HUT ke-5, LJ Hooker Solo mengadakan Acara Exhibition yang diramaikan dengan Lomba Mewarnai (untuk usia 6-8 tahun dan usia 9-11 tahun) dan Lomba Fotogenik (usia 12-17 tahun) pada
Read More
Panorama Gelar Pameran Waralaba Bertajuk Indonesia’s Biggest Business Expo
Untuk ke-15 kalinya Reed Panorama Exhibitions (RPE) kembali menyelenggarakan pameran bisnis terlengkap dan terbesar di Indonesia. Tahun ini RPE mengusung tema Indonesia’s Biggest Business Expo,
Read More
Lima Waralaba Asing akan Masuk Indonesia
Di tengah perekonomian di Indonesia yang masih belum stabil, tidak lantas menyurutkan beberapa brand waralaba asing untuk tetap membuka cabang di Indonesia. Pasar Indonesia dinilai cukup “empuk&
Read More
Para Delegasi WFC Kunjungi Kota Tua dan Sejumlah Tempat Bersejarah
Puluhan delegasi yang tergabung dalam World Franchise Council (WFC) mengunjungi Kota Tua Jakarta, Sabtu (26/11). Ditempat tersebut mereka diperkenalkan sejarah perjalanan kota Jakarta. Mereka juga men
Read More