Coolio Barbershop, Barbershop Asal Surabaya dengan Konsep Modern Class

Tren barbershop kekinian khusus laki-laki meledak di berbagai belahan dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Barbershop untuk pria kini dilengkapi dengan berbagai konsep unik, tidak lagi ‘ala kadarnya’ seperti stigma yang melekat pada tukang pangkas pria. Seperti halnya Coolio Barbershop.

Di Indonesia, bisnis barbershop boleh dibilang mengalami pertumbuhan pesat beberapa tahun terakhir ini. Di kawasan Jl. Raya Manyar No 50, Baratajaya, Gubeng, Surabaya misalnya, bisnis ini menggeliat sewindu terakhir. Hal ini tidak lepas dari perubahan gaya hidup pria modern di kota-kota besar, yang mulai aware dengan penataan dan perawatan rambut.

Tak hanya lantaran menjadi bagian dari gaya hidup, bisnis  barbershop dinilai memiliki potensi bisnis yang menggiurkan, lantaran tidak akan pernah kehabisan konsumen.

Perbedaan paling mendasar dari bisnis ini adalah servisnya. Kalau dilihat, jasa pangkas rambut masih dihargai sekitar Rp10.000—Rp20.000. Memang murah, tetapi mereka tidak mengutamakan pelayanan kepada pelanggan. Inilah yang diyakini Triyan Sudarmanto, yang kemudian mendirikan Coolio Barbershop.

Menurutnya, kebanyakan fasilitas yang tawarkan pemain barbershop kurang memadai, mulai dari tempat parkirnya, keterampilan hair stylist-nya, peralatannya, lalu pelayanannya apakah mereka menyediakan cuci rambut, apakah produk-produknya baik, apakah peralatannya steril, apakah guntingnya bagus.

Sebaliknya, Coolio Barbershop lebih mengedepankan servis dan fasilitas. Untuk menjadi barber atau hair stylist-nya saja tidak sembarangan, dan harus memiliki jam terbang tinggi serta pendidikan tata rambut.

Berdiri pada tahun 2011 di Surabaya. Pada awalnya bisnis Barbershop ini adalah Salon Spesial Potong Rambut dengan tamu mayoritas pria, hingga pada pertengahan tahun 2014 pangkas rambut ini merubah konsep naik kelas ke barbershop.

Pada pertengahan 2015 Coolio Barbershop berhasil membuka 3 cabang, karena adanya beberapa permintaan dari beberapa pihak yang ingin mengajak kerjasama. Triyan mengaku sudah menekuni bisnis ini selama kurang lebih 5 tahun.

 

Di akhir tahun 2015, ia mulai mengembangkan model bisnis Franchise dan kami berhasil membuka 2 Gerai Franchise Coolio Barbershop di bulan Oktober dan Desember 2015. Sehingga total gerai Coolio Barbershop berjumlah 5 gerai.

Untuk kinerja di setiap cabang Coolio Barbershop seperti layaknya sebuah bisnis yang lain, Barbershop ini juga mengalami berbagai macam permasalahan dari segi persaingan  seperti turn over SDM. Akan tetapi hal tersebut membuat bisnisnya untuk bertambah baik di tengah sengitnya persaingan di bisnis serupa.

Model bisnis ditawarkan Coolio Barbershop ada 2 macam, pertama bisnis Retail dimana Coolio Barbershop memiliki beberapa cabang yang dikelola sendiri, yang berhubungan langsung dengan pelanggan (customer). “Kedua bisnis Franchise ini menawarkan  konsep kerjasama 100 persen Franchise kepada Mitra yang ingin membuka bisnis Coolio Barbershop,” kata Triyan.

Berbicara persaingan di bisnis ini, Triyan mengatakan saat ini bisnis barbershop memang sedang naik daun, dimana barrier entry dari bisnis ini tidak terlalu besar, akan tetapi untuk membuat bisnis ini sustainable dan bigger. “Coolio Barbershop kedepan akan terus menerus berinovasi dalam banyak hal dan membuat training center sendiri untuk training SDM,” bebernya.

Lantas, bagaimana hitung-hitungan bisnis ini jika memang prospektif? Triyan menjelaskan, untuk Franchise Fee luar Jawa-Timur  senilai Rp 80 juta ( sudah termasuk peralatan, interior renovasi bahan baku Rp 80 juta, sewa tempat 2 tahun Rp 80 juta, sehingga total investasi Rp 240 juta.

“Target kami per 3 bulan adalah menabah 2 gerai baru. Strateginya kami akan rajin mem-follow up database customer kami yang sudah didapat dari pameran dan rajin beriklan di IG or FB,” sambungnya mengakhiri pembicaraan.

Alvin Pratama

 

Peluang Menarik Bagi Peminat Usaha Siomay
Siomay adalah salah satu kudapan yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Selain harga jualnya yang terjangkau siomay juga memiliki rasa khas yang sudah familiar dengan lidah orang Indonesia. Tak he
Read More
Yoya Hijab Memanfaatkan Member untuk Memperkuat Jaringan Bisnis
Perkembangan hijab sebagai bagian penting bagi wanita untuk menutup kepala kini semakin eksis. Ragam warna dan motif menjadi kekuatan hijab hingga kehadirannya mampu menyulap 
Read More
Villa Crepes Crepes Asal Kota Jogja Berkonsep Kafe
Camilan yang berbentuk lipatan segitiga tipis asal negeri prancis ini kian banyak diadopsi di berbagai negara. Salah satunya adalah Indonesia. Villa Crepes mengemas produknya dengan konsep kafe yang m
Read More
Ayam Keprabon, Mencicipi Tawaran Bisnis Ayam Geprek Khas Surakarta
Beberapa tahun terakhir ini ayam geprek menjadi primadona bagi masyarakat. Cita rasanya yang gurih bercampur pedas begitu menggoda. Umumnya, ayam geprek dimasak krispi dan disajikan dengan cara disuwi
Read More