Sponsor Perubahan
Awal tahun 2015 sudah datang. Kita sudah harus melangkah maju ke depan dan meninggalkan yang sudah lewat di belakang. Sudah tidak ada lagi sikap menunggu, ataupun masih tenggelam dengan persoalan masa lalu. Persoalannya adalah apakah kita sudah tahu kita mau melangkah kemana? Apakah ke arah jalan yang biasanya sudah kita ketahui atau memang kita perlu menemukan jalan alternatif baru yang mungkin ‘jalur cepat’ tetapi juga ‘jalur penuh ranjau’ untuk mencapai target yang ingin kita raih di tahun 2015 ini? Tahun 2015 buat kebanyakan orang di hadapi dengan secercah optimisme mengingat sudah lewat tahun politik 2014. Tetapi kita juga menyadari bahwa dinamika kondisi eksternal, baik customer, supplier maupun kondisi sosial ekonomi dan politik negara kita masih akan terus terjadi. Apakah kita harus menunggu dengan pasrah atas semua perubahan dinamika eksternal yang terjadi? Sebagai pemimpin dalam organisasi, sikap ragu ragu akan menbuat pemimpin menjadi kehilangan kepercayaan dari anak buahnya. Sebagai pemilik perusahaan sewajarnya menjadi kompas bagi arah perusahaan. Disinilah kita merasa perlu seorang pemilik perusahaan ataupun pemimpin kelompok menjadi sponsor perubahan. Sponsor perubahan merupakan orang yang bertanggung jawab dalam mengesahkan perubahan dan menentukan perubahan yang akan dilakukan. Sponsor perubahan mmiliki otoritas penuh atas organisasi untuk berubah karena dia mengetahui organisasi tersebut harus berubah sebelum terlindas oleh pesaing/kompetitornya. Sponsor perubahan berdiri paling depan untuk meyakinkan seluruh warga organisasi bahwa perubahan merupakan kehendak zaman yang tidak dapat dielakkan. Dia semacam pembawa lentera di tengah kegelapan yang membawa anggotanya menuju arah yang ditentukan. Hal pertama yang perlu dilakukan oleh sponsor perubahan adalah membentuk agen-agen perubahan. Di dalam dunia franchise, jika seorang franchisor memilki banyak franchisee, maka dia perlu membentuk agen agen perubahan dari kalangan franchiseenya. Bagaimanapun juga pelaksanaan perubahan di lapangan, para agen perubahan yang langsung Sponsor Perubahan kerja seluruh tim dan anak buah yang dipimpinnya. Keraguan dalam mengambil keputusan yang bersifat strategis dari pemilik perusahaan, akan membuat kelompok kerja maupun anak buah kita menjadi bersifat menunggu, tidak berani mengambil keputusan dan menyerahkan keputusan akhir ditangan pemimpin menangani. Sebagai perpanjangan tangan sponsor perubahan, agen perubahan bertanggung jawab untuk melaksanakan perubahan . Di sini seorang agen perubahan dituntut untuk mampu mendeteksi masalah, mengembangkan perencanaan dan mengimplementasikan perubahan secara efektif. Dengan kata lain kesuksesan perubahan berada di tangan para agen perubahan. Untuk itu sponsor perubahan perlu dilengkapi dengan kecerdasan emosional yang memiliki ciri ciri sbb: mereka hanya fokus pada hal-hal positif, berkumpul bersama dengan orang yang berpikir positif pula, bersikap assertive : sikap tegas dalam mengambil keputusan tanpa harus melukai hati orang lain, visioner yang siap melupakan kegagalan yang sudah lalu, mereka tahu mengeluarkan energi secara bijak, mau terus belajar dan berkembang, dan mereka tahu cara hidup yang bahagia dan bermakna. Secara sederhana sponsor perubahan dapat berhasil dalam menjalankan perannya dengan empat cara. Pertama, mengartikulasikan dan menjelaskan mengapa harus berubah dan menuju ke arah mana perubahan itu. Kedua, melihat dan mendiagnosa perubahan dari berbagai perspektif dan tidak bersifat tunggal. Ketiga, memotivasi orang-orang untuk tidak takut terhadap perubahan. Bahkan meyakinkan orang orang jika tidak berubah, organisasi lambat laun akan tinggal nama saja. Keempat, ini sangat penting dan sering dilupakan, yaitu mengubah retorika perubahan menjadi aksi perubahan. Bila kita telaah lebih dalam, kita melihat personil yang memang layak menjadi sponsor perubahan di dalam dunia franchise. Dalam industri makanan untuk franchise lokal, kita dapat mengamati ada beberapa industri franchise yang tiba tiba meroket pertumbuhannya, dengan serangkaian opening store dalam waktu berdekatan. Kepercayaan yang diberikan oleh franchisee terhadap franchisornya diakui memegang peranan yang penting untuk membawa brand lama yang terpuruk menjadi baru dan fresh kembali. Sehingga franchisee meletakkan juga kepercayaan kepada personil yang menjadi sponsor perubahan dalam bisnis franchise tersebut. Seorang sponsor perubahan pada perusahaan franchise juga perlu membentuk agen- agen perubahan di dalam team kerjanya, agar berbagai rencana perubahan dapat diimplementasikan dalam eksekusi yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Kecepatan pembelajaran dari tim kerja dan jajarannya akan sangat mempengaruhi perusahaan franchise melakukan perubahan sebagai adaptasi atas kompetisi yang berjalan dengan sangat ketat saat ini. Satu kunci keberhasilan franchisor sebagai sponsor perubahan adalah seberapa cepat proses pembelajaran terjadi hingga tereksekusi sampai ke level karyawan. Jelas hanya franchisor yang lincah (agile) dan cepat (speed) akan menang dalam persaingan ini dan tetap survive dalam menghadapi era hypercompetition ini. Ir. Mirawati Purnama MSi. ? Director Change-Mate Consulting
MAKNA LOYALITAS DI ERA GLOBAL
 Kemarin di kantor tempat teman saya bekerja ada kejutan yang menyenangkan. Mereka dikumpulkan dalam “surprise party” di acara penganugerahan dan apreasiasi atas loyalitas karyawan level supervis
Read More
“SAYA BISA SAJA SALAH”
Dua minggu terakhir ini sungguh menegangkan dalam penantian yang hampir tak berujung. Sebagai anak bangsa, kita semua pasti merasakan kegelisahan atas riak-riak yang terjadi di negara kita. Apa yang d
Read More
Pentingnya Ide Kreatif dan Inovatif
Heboh game PokemonGo saat ini melanda kota-kota besar di Indonesia mengalahkan game” Tahu Bulat” yang juga sempat booming beberapa waktu yang lalu. Dalam waktu singkat dari sejak peluncura
Read More
Pilihan Sulit Dalam Arus Ketidakpastian
Saat ini hingga beberapa bulan ke depan kita di hadapkan dengan serangkaian informasi bertubi-tubi tentang Pilpres, baik dari berbagai media menerobos rumah kita, lingkungan kita, hingga menjadi bahan
Read More