Setyabudi Rahardjo, Mantan Franchisee yang Sukses Dirikan Resto Tradisional

Bermodalkan pengalaman saat menjadi franchisee di restoran Pizza terkemuka, membuat pria bernama lengkap Setyabudi Rahardjo kepincut membuka usaha rumah makan berkonsep khas Jawa Tengah Ia sangat tertarik dengan pola bisnis kemitraan karena ia pernah menjadi salah satu franchisee di bisnis franchise. Bagi dia bergabung di bisnis yang menerapkan sistim franchise memiliki resiko yang relative lebih kecil.

“Saya sempat bergabung menjadi franchise Papa Ron’s Pizza. Dari situ saya belajar banyak sekali tentang knowledge produk dan management mengurus usaha kuliner. Dari sinilah saya memberanikan diri untuk mendirikan resto berbasis makanan tradisional dan berkat resep sang Ibu,” paparnya.

Waroeng Mbok Marni merupakan usaha yang ia rintis sendiri sejak 2010. Pertama kali ia membuka outlet di food court di bilangan Solo Grand Mall yang hingga sampai saat ini outlet ini masih beroperasi. Pertama kali ia baru memulai dengan menjual 5 macam menu, seperti Ayam Goreng, Ayam Bakar, Sate Ayam tanpa lemak, Bakmi Jawa, dan Nasi Goreng.

“Seiring berjalannya waktu, menu-menu tradisional kami bertambah hingga lebih dari 20 menu yg tidak hanya berbahan dasar ayam, tapi juga menggunakan bahan dasar Sapi seperti Iga Bakar, Iga Penyet, Sop Buntut, juga Kakap dan Gurame,” paparnya.

Waroeng Mbok Marni baru mulai ia tawarkan untuk pola Kemitraan pada tahun ini. Ia sadar bahwa proses menjadikan bisnisnya ke tingkat lebih tinggi yakni franchise tidak mudah, karena bisnisnya ini tergolong baru dan mengingat banyaknya syarat untuk melengkapi kebutuhan sistim franchise.

“Saya tidak terburu-buru dalam mewaralabakan Waroeng Mbok Marni karena saya ingin menjaga standard dan mempersiapkan SOP terlebih dahulu, juga memastikan proyeksi keuntungan yang stabil sehingga pada saatnya Waroeng Mbok Marni secara siap untuk di franchisekan,” terangnya.

Berbicara suka duka dalam menjalankan bisnis kuliner ini, Setyabudi mengaku punya kendala saat di awal pembukaan dimana pada saat itu outlet yang baru buka belum banyak pengunjung. Ia pun berjuang untuk meraih perhatian dari tamu. Seperti diketahui pelanggan food court mayoritas sudah tau mereka akan makan apa pada saat mereka mengunjungi food court. Hal inilah menjadi tantangan bagi dirinya dan tim untuk memperkenalkan produk restonya yang bercirikan khas Jawa Tengah.

Berbagai strategi ia lakukan demi mempromosikan produknya di sekitar wilayah Surakarta. Lambat laun Waroeng Mbok Marni pun dikenal orang dan banyak yang menjadi pelanggan lantaran menu makanan khas restorannya memiliki cita rasa tersendiri dengan resep yang tak dimiliki kompetitornya.

Bagi Setyabudi, tantangan kedepan adalah motivasi dirinya untuk lebih berkreasi. Menurutnya, berat dan susah hanyalah proses pembelajaran untuk lebih baik, yang membutuhkan waktu dan pengalaman. Saat ini ia banyak belajar tentang trik bisnis tertentu. Ia pun optimis dengan usahanya kedepan akan menjadio salah satu resto tradisional yang berskala nasional.

Alvin Pratama

 

 

Irwan Limarno, Orang IT yang Multi Talenta
Sejatinya, kelahiran Surabaya 1970 ini adalah orang IT, namun pria yang satu ini memiliki banyak talenta. Buktinya, ia sukses menggeluti kariernya di beberapa perusahaan dengan menduduki berbagai posi
Read More
Pierre Senjaya, Sukses Berkat Niat Baik dan Campur Tangan Tuhan
Pernah mendengar sekolah internasional Stella Maris? Eksistensi dan kesuksesan sekolah tersebut tidak akan terlepas dari peran pria kelahiran Jakarta 01 September 1979 ini. Stella Maris berdiri sejak
Read More
Agung Haryo Praponco, Ketekunan Yang Membuahkan Hasil
Pria kelahiran 46 tahun silam ini memulai debut usahanya sejak 2006 yang lalu. Agung mulai berkreasi membuat tahu yang kemudian dikombinasikan dengan adonan bakso khas Semarang yakni Tahu Bakso, karen
Read More
Yonathan Sebastian Liyanto, Berawal dari Kecintaan yang Membuahkan Hasil
Terlahir dari keluarga pebisnis membuat pria bernama lengkap Yonathan Sebastian Liyanto tidak bertahan lama bekerja di perusahaan. Beberapa jenis usaha sudah pernah ia geluti, mulai dari usaha toko se
Read More