Merek Harus Dijaga

Brand atau merek menjadi suatu aset berharga bagi perusahaan. Tanpa adanya merek, sebuah produk atau jasa perusahaan bukanlah apa-apa. Dalam bisnis waralaba atau franchise, merek yang kuat merupakan janji kesuksesan yang pada akhirnya akan mendatangkan calon investor (frachisee). Namun, menjadi persoalan bahwa untuk menjadikan bisnis franchise anda agar memiliki brand yang kuat dan mampu menjaga konsistensinya bukan perkara gampang. Membangun merek (brand building) yang kuat dan kokoh selain tidak mudah juga butuh waktu yang cukup lama, bahkan bisa berpuluh tahun lamanya. Tergantung bagaimana langkah dan strategi yang digunakan perusahaan perusahaan tersebut dalam mengupayakannya.

Jean Onnen, praktisi dari Hot Dish Advertising mengungkapkan, menjaga konsistensi sebuah brand di perusahaan franchise merupakan pekerjaan sulit. Pasalnya, perusahaan franchise secara alami memiliki lebih banyak tantangan dari pada perusahaan biasa. Kok begitu? Karena perusahaan franchise memerlukan kegiatan pemasaran secara lokal dan media selalu “menghakimi” perusahaan franchise berdasarkan sudut pandang franchisee. “Jika para franchisee bukan orang yang ahli tentang pemasaran, maka ini menjadi tantangan bagi franchisor yang percaya pada konsistensi sebuah brand,” katanya. Franchisor sendiri berharap para franchisee paham pemasaran untuk memudahkan upaya menjaga konsistensi brandnya.

Dalam banyak kasus, tidak sulit menemukan di sebuah lingkungan paling dekat atau orang yang tidak profesional menjalankan usaha yang menjadi salah satu rantai franchise. Ini sebuah indikasi bahwa franchisor boleh jadi tidak menyediakan sistem brand tool atau panduan yang dibutuhkan franchisee di tingkat lokal. “Anda bisa menyebutkan perbedaan antara franchisor yang menyediakan panduan unsur-unsur advertising yang dibutuhkan dan franchisor yang tidak melihat pentingnya value dalam menjaga konsistensi pada tingkat nasional,” ungkapnya.

Memang, bukan pekerjaan mudah untuk menyediakan panduan unsur-unsur advertising di tingkat lokal. Chad Hallock, CEO Budget Blind mengungkapkan, pihaknya sudah mempelajari soal ini dalam kurun waktu yang tidak pendek beberapa tahun terakhir. Nyatanya, Budget Blind tidak pernah menyediakan panduan advertising lokal. Satu-satunya jalan yang bisa dilakukan adalah menjamin image merek dan menjaga kekuatan citranya secara nasional. Itulah alasan hingga saat ini Budget Blind diminati banyak franchisee.

Menurut Onnen, para franchisor yang kuat itu menyediakan sistem mereka dengan panduan rencana pemasaran dan promosi. Mereka menyediakan elemen-elemen advertising dalam format elektronik yang mengijinkan para franchisee di tingkat lokal untuk meng-customize kegiatan promosinya. Sementara para franchisor menciptakan citra brand secara profesional sehingga para franchisee bisa bangga dengan itu. Para franchisor yang tidak menyetujui teori ini, tandas Onnen, sangat beresiko karena bisa melemahkan merek mereka. Begitupula sistem yang tidak tersedia, akan lebih cepat menurunkan equitas merek. Sebab, dari sana akan terjadi banyak inkonsistensi di dalam menjalankan usaha mereka secara nasional.

Apa saja atribut kunci merek yang kuat itu? Menurut Hallock, customer yang loyal dan keterikatan mereka pada merek merupakan atribut dari kekuatan merek. Kenyataannya, pasar dipadati oleh berbagai pesan advertising yang sangat kompetitif dan sangat sulit untuk menjaga merek di dalam persaingan itu. Franchisor yang memahami pentingnya personalitas dan citra merek, tidak sekadar kompetisi akan lebih unggul. Mereknya bisa lebih diingat dan customer lebih loyal.

Selanjutnya, perusahaan franchise yang power mereknya sangat kuat bisa me-leverage posisi mereka sebagai pemimpin di industrinya, dengan begitu mudah menerima kerja sama dan support dari pabrikan (manufakturer) yang lebih besar. “Ketika merek Anda dihargai, Anda bisa meminta volume dan diskon yang lebih besar serta menikmati kekuatan relationship dengan pabrikan paling terdepan di industrinya. Inilah sesuatu yang ingin Anda lakukan terhadap milik Anda,” katanya.

Karena itu, Hallock menyarankan jangan pernah meremehkan sistem franchise, apalagi Anda percaya terhadap kehebatan merek dan menyediakan kepada para franchisee berbagai panduan untuk menjaga konsistensi merek secara nasional. Jika ini berjalan, Anda dapat membangun bisnis secara cepat dan pekerjaan akan jauh lebih mudah.

 

Menggali Potensi Kewirausahaan di Jawa Timur
Bulan lalu, Majalah Franchise Indonesia bersama Neo Organizer dan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), menggelar pameran franchise atau Info Franchise & Business Concept (IFBC) di Surabaya. Bertempat d
Read More
Seharusnya Sevel Tidak Secepat Ini Tumbang
Per 30 Juni 2017, 7-Eleven atau Sevel secara resmi telah menutup seluruh gerainya yang ada di Indonesia. Merek yang terlihat digdaya sejak beroperasi di Indonesia pada 2009 ini akhirnya tidak bisa ber
Read More
Konsumen Milenial yang Menawan
Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia dianggap sebagai pasar yang seksi baik oleh pelaku bisnis dalam negeri maupun luar negeri. Hasil sensus penduduk yang dilakukan oleh BPS tahun 2010 mencata
Read More
Family Business dan Next Generation
Bulan lalu saya melakukan kunjungan ke AJBS Group, perusahaan besar yang memproduksi mur dan baut di Surabaya. AJBS adalah market leader di industri baut dan mur yang sudah berdiri sejak 1966. Perusah
Read More