Tahun 2015, Akan Banyak Franchise Asing Masuk

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(http://majalahfranchise.com/res/fiona/drive/uploads/photodune-1118912-businessman-hand-holds-social-network-m-300x203.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

Industri franchise di 2015 diprediksi akan tetap cerah dan memiliki prospek yang bagus untuk dijadikan investasi bisnis, serta mendorong pertumbuhan entrepreneur di Indonesia. Namun demikian, bukan franchise lokal yang diperkirakan akan tumbuh pesat, melainkan merek-merek franchise asing yang akan banyak tumbuh di 2015. Pasalnya, dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) maka akan semakin banyak franchise asing yang akan masuk ke Indonesia, terutama dari negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Negara-negara Asia seperti Jepang, Taiwan, Korea juga akan semakin banyak yang masuk ke sini. Selain MEA, salah satu pemicu merek franchise asing masuk ke Indonesia adalah faktor masyarakat kelas menengah yang semakin meningkat beberapa tahun terakhir ini. Ada sekitar 120 juta masyarakat kelas menengah di Indonesia saat ini. Fakta tersebut tentu menjadi daya tarik franchise asing untuk masuk ke Indonesia, apalagi struktur masyarakat Indonesia lebih banyak di usia muda. Faktor tersebut tentu saja menjadi target market potensial bagi perusahaan franchise asing. Mengapa? Karena segemen pasar youth atau usia muda adalah mereka yang senang mencoba produk asing dan baru. Berbeda dengan masyarakat di negara-negara Eropa dan Jepang misalnya, yang struktur usia masyarakat nya tidak muda. Negara kita ini seperti China dan India, di mana masyarakat mudanya terus tumbuh. Karena itu usia produktif untuk kerja dan konsumtif. Tahun 2015, pertumbuhan franchise asing diperkirakan sekitar 5 persen, sedangkan franchise lokal hanya tumbuh sekitar 2 persen. Jadi jika digabungkan pertumbuhan bisnis franchise akan mencapai 7 % - 8%. Kalau dihitung oleh angka franchise lokal tidak sampai 100 unit, sementara franchise asing akan mencapai 355 hingga 390 unit. Mengapa franchise lokal bisa turun? Karena franchisor lokal memang tidak banyak yang serius menekuni bisnisnya. Mereka hanya mau dapat uang cepat. Oleh karena itu, para franchisor lokal di 2015 nanti harus bisa bersaing dengan franchise asing karena mereka datang dengan berbagai keunggulan. Itu salah satu tantangan yang akan dihadapi pemain franchise lokal. Mereka harus siap bersaing dengan mencari keunggulan, mencari inovasi, menjalankan bisnis dengan aturan franchise yang benar, jangan asal-asalan. Datang dengan Beragam Pola Franchise asing yang masuk ke Indonesia, khususnya dari negara Asia datang dengan beragam pola. Franchise dari Korea dan Taiwan misalnya. Mereka datang lewat cara tinggal di Indonesia. Setelah menetap beberapa tahun ia membuka usaha franchise, entah mengambil franchise dari negara asalnya maupun membuat sendiri. Sedangkan franchise dari Singapura dan Thailand datang ke Indonesia lewat cara hubungan kekerabatan dan keluarga. Jadi mereka biasanya menjual franchise ke investor yang ada di Indonesia karena faktor kedekatan atau punya hubungan kekeluargaan. Ada juga sejawat lama yang ingin menjalin bisnis franchise di Indonesia. Berbeda dengan Malaysia. Franchise yang datang dari Negara itu biasanya diorganisir oleh pemerintahnya. Mereka menggelar business matching di sini dan mencari investor, itu didukung oleh pemerintahnya langsung. Mereka juga menggandeng EO untuk business matching di beberapa hotel. Negara seperti Korea, Thailand dan Vietnam juga dibantu oleh pemerintahnya tapi tidak seperti Malaysia & Taiwan yang turun langsung dan amat terorganisir. Anang Sukandar ? Ketua Asosiasi Franchise Indonesia
Franchise dan Ekonomi Kerakyatan
Banyak istilah ekonomi yang berkembang dewasa ini. Diantaranya adalah istilah ekonomi kapitalis, ekonomi liberal, ekonomi pembangunan, ekonomi sosialis, ada pula ekonomi kerakyatan. Model ekonomi yang
Read More
Hadiri Perhelatan Franchise Bertaraf Dunia dan Asia di Kairo
Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 17 sampai 21 November 2018, Asosiasi Franchise Indonesia diundang asosiasi franchise Kairo, Mesir untuk menghadiri perhelatan franchise terbesar di dunia dan asia
Read More
Industri “Service High End” Memicu Peluang Bisnis Baru
Di banyak negara maju, industri high end service sudah mulai berkembang dan bahkan di beberapa negara asia seperti Cina dan Korea. Dalam kesempatan ini saya akan mencoba untuk membahas isu yang cender
Read More
Menilik Sejarah Kemunculan BO
Business Opportunity (BO) muncul  di Indonesia sejak 1993/1994. Istilah BO muncul sesudah kemunculan franchise pada 1970. Terutama franchise asing seperti KFC, 7 Eleven, Burger King, Shakey's Piz
Read More