Sambel Lombok, Mengantongi Laba dari Pedasnya Bisnis Restoran Khas Sambel Lombok

 

Bisnis kuliner dengan konsep sambel pedas saat ini memang sedang tren. Tak ayal, banyak rumah makan yang menawarkan konsep demikian. Salah satunya adalah restoran yang bermarkas di Tangsel ini.

Rasa pedas sepertinya sudah tak asing lagi bagi lidah masyarakat Indonesia. Orang-orang yang menggemari rasa pedas biasanya merasa ketagihan akan sensasi rasa terbakar di mulut ketika sedang makan.

Tak heran pula bila di seluruh penjuru Indonesia terdapat beragam sambal khas masing-masing daerah. Peluang bisnis kuliner inilah yang ditangkap secara jeli oleh Aden Subagio dengan mendirikan Restoran Sambel Lombok.

Insting bisnis Aden mulai terasah ketika dirinya mengamati sebuah rumah makan dengan konsep ayam goreng dengan menawarkan berbagai sambal racikan tradisional yang selalu ramai oleh para pembeli. Berbekal pengetahuan tersebut, Aden terinspirasi untuk menjalankan sebuah peluang bisnis dengan makanan yang enak, harga kaki lima serta pelayanan yang ramah serta lokasi yang strategis.

Restoran Sambel Lombok ternyata diterima dan digemari oleh masyarakat khususnya di wilayah Tangerang Selatan. Saking larisnya, hanya dalam waktu 2 tahun Aden mampu membuka cabang baru. Animo masyarakat yang besar kemudian membuat Aden dapat membuka beberapa cabang baru lainnya yang tersebar di beberapa daerah.

Sambel Lombok menggunakan bangunan permanen dengan nuansa modern khas warna merah di gerainya. Menu yang disajikan pun sangat unik dan beragam. “Di Sambel Lombok terdapat seperti paket ayam goreng, ayam bakar, lele goreng, tempe mendoan ini dibuka dari Rp10.000 net hingga Rp45.000 net per porsinya. Selain itu, sambel khas yang ditawarkan pastinya sangat cocok bagi pecinta makanan pedas, karena rasa sambel tersebut dibuat dari cabai yang masih segar tanpa campuran bahan kimia seperti bumbu ekstrak tambahan,” kata Aden Subagio.

Diakui Aden, bisnis kulinernya ini mampu memiliki margin keuntungan sekitar 80%-90%. Hal ini lantaran menu yang ditawarkan sangat terjangkau dan rasa sambalnya yang khas membuat restoran ini semakin diminati di semua kalangan.

Hingga awal tahun 2017, Sambal Lombok sudah memiliki 5 cabang yang tersebar di Tangerang Selatan, seperti di Karawaci, Pamulang, Pondok Benda, Pondok Petir. Aden  bertekad untuk selalu menyajikan produk kuliner yang berkualitas serta sesuai dengan selera dan kocek masyarakat. Bisnis kuliner unik ala Aden juga senantiasa menginspirasi bisnis kuliner lainnya agar selalu berinovasi dan mampu membaca selera pasar.

Aden menyadari betapa besarnya potensi bisnis kuliner serba sambal yang ia jalankan saat ini. Ia kemudian mulai membuka sistem franchise agar usahanya ini tidak ditiru oleh pihak-pihak lain. Standard waralaba yang ketat dan detail membuat Sambel Lombok selalu menyajikan produk kuliner dan pelayanan yang berkualitas.

Adapun 3 paket investasi yang ditawarkan Sambel Lombok yaitu, paket pertama  Rp 15 juta (mini booth), paket kedua Rp 35 juta (mini outlet), dan paket ketiga Rp 100 juta (resto). Yang membedakan dari ketiga investasi tersebut terletak pada konsep. “Untuk calon investor dapat memilih dari ketiga budget tersebut sesuai kapasitas budget,” kata Aden.

Ia menargetkan calon franchisee yang investasi Rp 15 juta, bisa meraih BEP dalam kurun waktu 2-3 bulan dengan penjualan 100 porsi/hari. Sedangkan investasi Rp 35 juta bisa BEP 6 bulan dengan minimal penjualan 200-300 porsi/hari, dan terakhir investasi Rp 100 juta bisa balik modal selama 8-9 bulan dengan penjualan 300-400 porsi/hari.

Alvin Pratama

Yoya Hijab Memanfaatkan Member untuk Memperkuat Jaringan Bisnis
Perkembangan hijab sebagai bagian penting bagi wanita untuk menutup kepala kini semakin eksis. Ragam warna dan motif menjadi kekuatan hijab hingga kehadirannya mampu menyulap 
Read More
SAP Express Courier, Pendatang Baru yang Langsung Melejit
Pendatang baru di bisnis jasa kurir ini tidak bisa disepelekan. Bagaimana tidak, baru Agustus, 2014 lalu beroperasi tapi SAP Express Courier melejit menjadi pemain jasa kurir dengan memiliki 45 j
Read More
Peluang Bisnis Baru Asal Solo dengan Lebih 200 Gerai di Indonesia
Didirikan oleh Sarendra Dwi Kusuma, seorang pengusaha muda asal Solo, bisnis minuman yang fokus pada pengolahan minuman jenis cokelat dan kopi ini sukses melebarkan sayapnya hingga ke berbagai kota di
Read More
Pringsewu, Mengintip Bisnis Rumah Makan dengan Konsep Taman
Restoran asal kota kecil di selatan Gunung Slamet ini sudah melegenda sejak 29 tahun silam. Mengusung konsep taman, restoran ini siap ekspansi lewat pola franchise.  Apabila kita menelusuri sep
Read More