Agung Haryo Praponco, Ketekunan Yang Membuahkan Hasil

Pria kelahiran 46 tahun silam ini memulai debut usahanya sejak 2006 yang lalu. Agung mulai berkreasi membuat tahu yang kemudian dikombinasikan dengan adonan bakso khas Semarang yakni Tahu Bakso, karena makanan seperti ini memang makanan khas asal Semarang.

Upaya Agung dan istrinya untuk menemukan resep yang pas untuk Tahu Baksonya tidaklah mudah. Dari November 2014 – Februari 2015, ia melakukan uji coba membuat tahu bakso. Kegagalan pun sering dialami mereka, sampai akhirnya ia menemukan formula yang dirasakan tepat.

Setelah itu, mulailah ia melakukan tes pasar dari Tahu Bakso produksinya sampai dengan April 2015. Masukan dari orang-orang yang mencoba Tahu Baksonya ia jadikan pegangan untuk memperbaiki resep.

Akhirnya pada April 2015, Agung dan istrinya melakukan launching produk pertama tahu baksonya, yang diberikan brand Griya Takso Semar, yang merupakan kependekan dari Tahu Bakso Semarang.

Ketekunan dan kegigihan dalam mengelola usahanya pun tidak sia sia. Ia berhasil meruap omzet jutaan bahkan hingga puluhan juta rupiah. Kini Griya Takso Semar yang dikelola Agung sudah memiliki ratusan reseller dan sudah bekerja sama dengan phak rumah makan di sekitaran Tangerang. “Kami juga aktif dalam event bazar, terakhir kita ikut bazar di Sunday Market Pondok Indah,” katanya.

Salah satu resep Takso Semar-nya lezat menurut Agung karena porsi daging sapinya yang banyak. Agung menggunakan komposisi 80% untuk daging sapi dan 20% kanji serta bumbu-bumbunya. Ia tidak mau mengorbankan kualitas dari Takso Semar-nya, misalnya dengan lebih banyak porsi tepung kanjinya dengan tujuan menekan harga.

Kelezatan dari Takso Semar produksinya dapat terlihat di akun Instagram Griya Takso : @tahu-bakso_taksosemar. Banyak tokoh-tokoh penting dari mulai pejabat-pejabat pemerintahan sampai dengan selebritis mengakui kelezatan Takso Semar produksinya.

Agung sendiri awalnya bukan seorang entrepreneur melainkan seorang marketing dari sebuah properti terkemuka di Indonesia. Demi menjalankan usaha yang dikelolanya Agung rela meninggalkan jabatan Marketing. Ia memilih fokus pada usaha tahu baksonya.

Banyak kendala dan juga kesulitan yang dialami oleh pria dengan logat kental Jawa Tengah ini. Salah satunya adalah dalam kendala dalam melakukan sistem penjualan.  Ia bersyukur tahun ia sudah memiliki bagian khusus pemasaran dan penjualan, karena pada awalnya usaha yang dikelola Agung tersebut tidak memiliki tempat khusus yang tetap.

Alvin Pratama

Irwan Suryo Nugroho, Mantan Kameramen yang Sukses Berbisnis Resto Bebek
Setelah 4 tahun bekerja di production house sebagai kameramen Irwan Suryo Nugroho memutuskan berhenti dan mencoba peruntungan di bisnis kuliner. Berbekal pengalamannya membantu usaha catering orang tu
Read More
Pierre Senjaya, Sukses Berkat Niat Baik dan Campur Tangan Tuhan
Pernah mendengar sekolah internasional Stella Maris? Eksistensi dan kesuksesan sekolah tersebut tidak akan terlepas dari peran pria kelahiran Jakarta 01 September 1979 ini. Stella Maris berdiri sejak
Read More
Darryl Driyarto Han, Gigih dan Mau Mencoba Lebih Baik
Tahun 2014, Darryl Driyarto Han bersama 3 rekan yang datang dari beberapa latar belakang keilmuan yaitu Evan, Jess dan Teguh memiliki impian untuk memulai bisnis di bidang kuliner.  Merasa bisa s
Read More
Darmadi Darmawangsa, Pria Dibalik Kesuksesan Broker Property Asal Amerika
Sudah 20 tahun pria bernama lengkap Darmadi Darmawangsa eksis di dunia properti Indonesia. Memulai kariernya di PT Intiland Development Tbk, waktu itu ia memegang proyek Surabaya dan Jakarta. Awalnya
Read More