Polabbit Dessert House, Mengintip Bisnis Ice Cream Gulungan Premium ala Thailand

Pada edisi hunting kali ini tim redaksi berkunjung ke Basura Mall City yang terletak di jalan Basuki Rahmat, Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur. Ketika sedang berjalan di area Ground Floor kami melihat sederetan penjaja makanan dengan media booth. Dari kejauhan kami melihat booth dengan konsep unik yang identik hewan beruang kutub dan kelinci.

Booth tersebut bernama Polabbit Ice Cream. Setelah didekati, rupanya Polabbit Ice Cream menawarkan sensasi makan ice cream yang berbeda. Tidak hanya booth-nya saja yang unik, proses pembuatan ice cream ini juga unik. Penjual baru akan membuat es krim gulung ini saat ada pembeli yang memesan. Jadi es krim gulung ini memang selalu tersaji segar karena tidak bisa disimpan terlebih dahulu.

Dilihat sepintas, prosesnya pembuatannya tidak sederhana. Setelah mengambil adonan dengan sigap tangan si pembuatnya langsung mengaduk-aduk adonan es krim hingga agak membeku. Setelah membeku, adonan diratakan dan digulung perlahan sedikit demi sedikit dan ditempatkan dalam cup.

Keunggulan Polabbit Dessert House ini menyediakan rasa yang premium dan berkualitas. Seperti Cookies and Cream, Cokelat, Orange, Chocho Hazelnut. Untuk harga yang ditawarkan Polabbit Dessert House mulai dari Rp 23 ribu hingga Rp 28 ribu.

Untuk investasi franchisenya, Andy Wijaya, Owner Polabbit Dessert House mematok investasi senilai Rp 35 juta dengan fasilitas yang di dapat mitra seperti booth, bahan baku awal, peralatan pendukung, mesin pembuat es, serta supporting dari pihak pusat.

“Dalam kerja sama franchise ini, saya akan mengontrol pihak mitra yang sudah join dengan saya, baik itu management, kendala di lapangan, dll, intinya kami support mitra, “ paparnya.

Saat ini Polabbit Dessert House memiliki 2 cabang di Mall Basura, dan Grand Galaxy Park. “Kedepan kita sudah running di berbagai mall seperti Lippo Mall Puri, Taman Anggrek, dan Mall Ciputra. Mitra kami yang sudah join dalam jangka dekat ini akan buka di Transmart Kalimalang, Surabaya, Cuma sedang terkendala proses perizinan,” ujar Andy.

Ketika disinggung mengapa membuka di lokasi mall, Andy menjelaskan, untuk produk dessert seperti ice cream gulungan, maka cocok jika dipasarkan di pusat keramaian, salah satunya mal.

Meskipun biaya sewa mall yang relatif mahal, Andy optimis dengan penjualan gerainya. Sebab di lokasi ini pangsa pasarnya tergolong ramai ketimbang buka di lokasi lain. “Jika bisnis ini di tempatkan di food court pasti sesuai dan produk yang kami jual. Karena produk kami tidak hanya menyasar kalangan anak-anak, remaja saja, bahkan orang tua pun banyak yang membeli,” jelas pria kelahiran Jakarta, 19 April 1988 ini.

 

Melirik Peluang Menarik di Bisnis Es Pisang Beku
Pasar kuliner memang selalu menuntut sesuatu yang baru. Salah satunya adalah pasar kuliner pisang beku yang telah menjadi favorit masyarakat saat ini. Kuliner ini malah menggeser produk es pisang lain
Read More
Nasi Bakar Tacose Sajian Nasi Bakar Dengan Sentuhan Modern
Mungkin belum banyak yang tahu kalau Nasi Bakar Tacose yang berdiri di mal-mal menawarkan peluang franchise. Tengok yuk!  Bulan lalu, seperti biasa saya jalan-jalan ke mal-mal di beberapa wilaya
Read More
Daddys Takoyaki Menakar Peluang Bisnis Kudapan Osaka Khas Indonesia
Edisi bulan ini tim redaksi Majalah Franchise berkunjung ke Tangerang City Mall, Jl. Jendral Sudirman No. 1, Kota Tangerang. Tepatnya di lantai 2, di Rame Rame Street Food. Ketika melihat booth berwar
Read More
Bento Steak.co, Meraup Laba Bisnis Steak dengan Kualitas Bintang Lima
Steak yang berasal dari kota Depok ini mensiasati customer dengan berbagai varian menu dan harga terjangkau. Waralaba yang banyak beroperasi di area mal ini belum banyak diketahui publik. Seperti apa
Read More