Setiawan, Mantan Karyawan Manufacturing PMA yang Sukses Dirikan Resto Steak

Bagi beberapa orang, memutuskan untuk berhenti dari sebuah perusahaan saat posisinya sudah nyaman mungkin sebuah hal yang menakutkan. Bagaimana tidak, sulitnya mencari kerja ditambah dengan iklim industri dan bisnis yang tak menentu di negeri ini jelas membuat orang sebisa mungkin akan coba bertahan di sebuah perusahaan.

Kalau pun ingin berhenti, ia akan mencoba sebisa mungkin mendapatkan penggantinya, baru ia berani resign. Begitulah cerita umum yang masih banyak terjadi pada kebanyakan pekerja di Indonesia. Namun tidak bagi Setiawan. Keputusannya untuk berhenti dari pekerjaan yang sudah nyaman justru merupakan sebuah harapan dan kesempatan besar untuk memulai hidup lebih baik lagi.

Awalnya Setiawan memulai karier di salah satu perusahaan manufacturing PMA (Penanaman Modal Asing), selama 20 tahun di bidang sales dan marketing, dan terakhir sebagai Head Department Nasional Sales. “Selama 20 tahun saya terbiasa bekerja dengan sistem manufacture,” katanya.

Akan tetpai, Setiawan kemudian melihat ada persamaan dengan bisnis resto, “basic-nya adalah sistem yang bekerja. Sehingga dari awal membuat usaha ini sudah dibuat sistem yang terpadu, ” ujar pria kelahiran Jakarta, 26 Oktober 1966. Maka, Setiawan pun mendirikan bisnis Steak yang ia beri nama Bento Steak. Pola kerja sama kemitraan baru ia jalankan di 2016. Sebelumnya semua outlet ia bangun sendiri. “Baru tahun ini kami mulai membuka kemitraan dengan manajemen tetap kami yang mengelola, ”paparnya.

Kesuksesan bisnis steaknya yang dijalankan hingga detik ini tidak dibangun dengan hanya dalam waktu semalaman oleh Setiawan. Jatuh bangun telah mewarnai perjalanan Setiawan membangun bisnis Steak.

“Semua perjalanan usaha ini adalah proses, tentunya pernah mengalami hal yang sulit dimana perkembangan usaha belum bisa berjalan cepat. Selama tahun pertama di usaha resto ini, kami masih terus mencari pola yang bisa membuat usaha lebih baik, ” ujarnya.

Ia menceritakan kendala awal mendirikan bisnisnya, yaitu masalah penjualan. Selama 6 bulan pertama penjualan usahanya tidak sesuai dengan pengeluaran. Namun seiring berjalannnya waktu dan bertambahnya pengalaman, kendala tersebut bisa diatasinya.

Dari gerai pertamanya di bilangan Depok, kini cabang bisnis yang dimiliki Setiawan sudah merambah ke berbagai daerah seperti Cimanggis, Cibinong, Cijantung, dtc Mall Sawangan Depok, Depok Town Square, Bogor Trade Mall, Blok M Square, Pondok Gede Mall.

“Sebenarnya masih banyak target yang harus kita capai, saat ini proses bisnis sudah berjalan sesuai rencana, tetapi perbaikan perbaikan yang kita lakukan harus lebih dipercepat lagi, ” pungkasnya.Alvin Pratama

NOVIANNE SURYA TENGGARA Sukses Kembangkan Bisnis Bubble Tea
Berawal dari mencintai minuman bubble tea khas Taiwan, wanita cantik bernama Lengkap Novianne Surya Tenggara berdarah sunda dan tionghoa ini kepincut geluti bisnis bubble tea. Kebetulan Novi memiliki
Read More
Siti Sahlani Tekuni Bisnis Karena Perasaan Bersalah
Bisa dikatakan wanita ini merupakan salah satu pegawai yang mendapat hidayah untuk terjun di dunia entrepreneur, wanita bernama lengkap Siti Sahlani ini tak menyangka bahwa dirinya menjadi seorang peb
Read More
Dini Novita, Srikandi Dibalik Suksesnya Fun Science Indonesia
Paras cantik dengan senyum manis yang terbungkus rapi dengan hijab berwarna cream, melahirkan decak kagum siapa saja yang melihatnya. Bukan hanya karena kecantikannya, tetapi amanah yang diembannya.
Read More
Jessica Fitriani Putri, Sempat Dipandang Sebelah Mata Kini Jadi Pebisnis Sukses
Berawal dari kesukaannya terhadap minuman dingin olahan yang segar bersama suami, Jessica Fitriani Putri, sukses mewujudkan mimpinya untuk memiliki bisnis sendiri yang juga bergerak di bidang minuman
Read More