Jessica Fitriani Putri, Sempat Dipandang Sebelah Mata Kini Jadi Pebisnis Sukses

Berawal dari kesukaannya terhadap minuman dingin olahan yang segar bersama suami, Jessica Fitriani Putri, sukses mewujudkan mimpinya untuk memiliki bisnis sendiri yang juga bergerak di bidang minuman olahan cepat saji. Saat ini, bisnisnya itu telah memiliki 19 outlet yang tersebar di Lampung, Jakarta, Depok, Solo, Surabaya, Jember, Banyuwangi, hingga Palangkaraya.

“Ide awal berasal dari kesukaan saya dan suami dengan minuman ini tapi seringkali terpentok dengan masalah harga yang mahal jika harus memeberi di mall, maka kami ciptakan minuman sejenis dengan kualitas yang tidak jauh berbeda dengan harga yang sangat murah,” kata Jessica.

Sebelum bisnisnya itu sukses, ia sempat jatuh bangun di beberapa bidang bisnis. Menariknya wanita lulusan Universitas Atma Jaya Yogyakarta 2011, jurusan S1 Arsitektur ini rupanya sempat bekerja di sebuah bank multi nasional di bidang management trainee selama setahun. Namun memilih mundur karena merasa potensi dan pemikiran yang terkekang dan memutuskan untuk memulai usaha sendiri.

“Lepas dari bank, saya membuka usaha travel agent dan konsultan arsitektur besama dengan suami saya, lalu pergeseran trend travel agen maka kami menghentikan usaha travel agen tersebut,” papar Wanita kelahiran Jakarta, 08 November 1988 itu.

Ketika melahirkan, Jessika kembali berpikir untuk membuka usaha yang mudah, murah dan menghasilkan uang hari per hari. Mengingat usaha konsultan arsitek adalah usaha yang bersifat perprojek dan bisa bulanan atau tahunan baru memperoleh uang.

“Akhirnya saya memilih untuk berjualan es pada mei 2015, tapi itu pun tidak berjalan lancar ketika ada kecurangan dari karyawan yang membuat kami tidak laku dan merugi. Dengan banyak perbaikan akhirnya kami launch lagi usaha ini di bulan agustus 2015 dan mendapat respon positif dari pasar di Solo dan Jogja. Hingga pada Februari 2016 kami diminta untuk memitrakan merek kami pertama kali di Surabaya,” cerita perempuan yang hobby main piano, dan menyanyi itu. Ketika pertama memulai usaha ini, banyak orang yang memandang sebelah mata karena berjualan es berkeliling dari bazar ke bazar. “Bisa saja disetiap keputus asaan, hanya kurang selangkan lagi kami akan mendapatkan jalan keluar. Itu pemikiran saya, jadi asaya tidak pernah menyerah,” ujarnya.

Dalam menjalani usahanya sebagai seorang pebisnis, ia didukung penuh oleh sang suami. Termasuk orang tua dan keluarganya baik materi maupun moril. “Dan saya rasa tanpa bantuan dan doa mereka saya tidak akan kuat sampai pada hari ini,” kenang Jessica.

Sebagai wanita, ia pun merasa harus mampu menjadi wanita kuat yang menjadi pendamping yang seimbang dan sepadan bagi suaminya. Namun tetap pada koridornya sebagai ibu dan istri untuk bisa tetap mengurus keluarga walupun bekerja.

“Bagi lingkungan saya ingin wanita-wanita Indonesia menjadi wanita yang lebih maju secara intelektual dan finansial dengan tetap dekat dengan keluarganya,mampu membeli waktunya sendiri dengan kerja kerasnya, namun saya bukan tokoh politik yang mampu mengubah dunia, maka saya mulai dengan diri saya sendiri, dan saya berharap dapat menularkan kepada wanita-wanita di Indonesia,” tutup Jessica. Julhan Sifadi

Mina Lie, Memulai Bisnis dari Sebuah Kebetulan
Ramah, enerjik, lemah lembut, dan murah senyum menjadi kesan pertama yang terlihat ketika bertemu dengan wanita bernama lengkap Mina Lie ini. Dia adalah Presiden Direktur Gelamisto Indonesia. Se
Read More
Denny Santoso, Bakat Bisnisnya Terlahir dari Hobi Fitnes
Beranjak 35 tahun, Denny Santoso sudah sukses menjadi Founder dan CEO PT Jaya Sportindo, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang suplemen kesehatan. Ia semangat akan bisnisnya yang sudah ia rintis s
Read More
HENDY TANAKA Membuktikan Kepercayaan Orang Tua
Ketertarikkanya dengan dunia waralaba diakui Hendy Tanaka sudah tumbuh sejak lama bahkan ia menjadi pembaca setia Majalah Franchise Indonesia sejak dulu. Sejak itupula keinginannya memiliki bisnis war
Read More
Deborah Kartika Sari Ingin Memiliki Kebebasan Waktu
Mengawali kariernya sebagai Export Marketing di sebuah perusahaan swasta, Deborah Kartika Sari, memilih hengkang setelah bekerja selama setahun. Ia memilih menggeluti bisnis sendiri karena telah menik
Read More