Optimisme Bisnis Waralaba Indonesia Sambut 2017

Banyak pengamat yang menilai bahwa kondisi ekonomi Indonesia di 2017 nanti akan lebih menjanjikan. Hal ini antara lain didukung oleh sentiment positif dari berbagai kebijakan pemerintah baik fiskal maupun moneter, termasuk kebijakan reformasi regulasi yang langsung menyasar sektor riil. Melihat kondisi ini maka saya melihat bisnis waralaba Indonesia di 2017 masih sangat optimis bahkan ditengarai akan lebih bergairah lagi dibandingkan 2016.

Ada beberapa indikator mengapa saya melihat 2017 bisnis waralaba Indonesia akan lebih bergairah lagi. Pertama, cukup efektifnya program repatriasi tax amnesty yang dijalankan pemerintah. Dari dana yang masuk ke Indonesia melalui tax amnesty ini, saya melihat pembelian atau investasi di sektor bisnis waralaba akan “ketiban pulung” juga. Sektor bisnis waralaba akan menjadi “alternatif” incaran para investor selain investasi di sektor-sektor lain seperti property, saham, emas maupun yang lain.

Kedua, adanya Paket Kebijakan Ekonomi XII yang fokus dalam hal kemudahan berbisnis telah membuat akselerasi iklim investasi bagi dunia usaha di Indonesia lebih bergairah. Tentu saja ini menjadi sinyal positif bagi para pelaku maupun calon pelaku usaha untuk memulai usaha di Indonesia termasuk usaha di sektor bisnis waralaba.

Ketiga, berjalannya era pasar bebas melalui Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi  momentum bagi bisnis waralaba Indonesia untuk tumbuh dan berkembang tak hanya di dalam negeri, namun juga keluar negeri. Terutama usaha waralaba yang bergerak di bidang kuliner dan spa yang merupakan bidang usaha potensial untuk dikembangkan dan bersaing dengan merek waralaba luar negeri.

Keempat, makin concern-nya pemerintah terhadap keberadaan bisnis waralaba di Indonesia. Hal ini tercermin dalam pidato sambutan Presiden Joko Widodo dalam pembukaan Pameran Waralaba dan UKM (Indonesia Franchise & SME Expo atau IFSE) di Balai Sidang Jakarta, di bulan November lalu. Menurut Presiden Joko Widodo, potensi waralaba untuk dikembangkan di Indonesia guna menggerakkan ekonomi masyarakat masih terbuka besar.

“Negara kita memiliki 34 provinsi, memiliki 516 kabupaten dan kota, potensi domestiknya sangat besar sekali untuk menggalang waralaba Indonesia,” kata Presiden Joko Widodo. Dalam kesempatan tersebut Presiden juga berharap bahwa produk waralaba Indonesia semakin hari semakin banyak, sehingga akan memperkuat ekonomi kerakyatan di negara kita.

Nah melihat berbagai fakta tersebut menurut saya seluruh pelaku bisnis waralaba di Indonesia harus makin percaya diri dalam menghadapi 2017. Tahun depan adalah tahun ekspansi. Ibaratnya jika tahun 2016 masih wait and see maka 2017 harus berlari lebih cepat lagi.

Pengamatan saya, di 2017 nanti bukan hanya dari kalangan investor bawah atau menengah saja yang nanti akan melirik bisnis waralaba. Investor “kakap” pun akan banyak juga yang akan membidik sektor ini. Dan mereka tentunya lebih smart dalam memilih bisnis waralaba yang akan dijadikan investasinya.

Karena itu, pelaku bisnis waralaba harus mempersiapkan diri dengan memperbaiki sistem bisnis yang lebih baik, SDM-nya yang mumpuni, training center yang handal, product innovation yang bagus, organisasi bisnis yang baik, bahkan kampanye pemasaran yang massif.

Pemilik bisnis waralaba di 2017 harus lebih meningkatkan promosi pemasaranya di berbagai media, entah itu media cetak, pameran, media digital, media sosial dan sebagainya. Tujuannya adalah agar brand awareness menjadi lebih naik lagi.

Tahun depan hemat saya sektor bisnis waralaba yang paling banyak diminati calon investor masih tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Sektor F&B diprediksi masih menjadi yang paling favorit. Kedua adalah sektor ritel, pendidikan, jasa dan lain-lain. Mengenai tren bisnis di 2017, restoran dan kuliner yang otentik akan disukai selain yang healthy food. Kemudian restoran maupun café yang berkonsep heritage juga diprediksi akan makin bertumbuh di 2017.

 

Bisnis itu Simpel, Mulailah dengan Market Base yang Besar
Gairah bisnis di Indonesia terus tumbuh, terutama di sektor UMKM atau bisnis yang menyasar segmen menengah bawah. Beberapa dari mereka ada yang berhasil mengembangkan bisnisnya hingga besar. Namun tid
Read More
Menjaga Image dan Trust di Bisnis Waralaba
Belakangan ini saya melihat beberapa merek franchise dan BO tersandung kasus hukum. Kasus hukum tersebut terjadi karena adanya konflik dengan franchisee maupun calon franchisee. Dari beberapa kasus ya
Read More
Era Baru Generasi Milenial
Selasa pagi, 22 Maret 2016 lalu kota Jakarta ‘lumpuh’. Kemacetan terjadi di ruas jalanan utama ibukota akibat aksi demonstrasi ribuan supir taksi dan angkutan umum konvensional lainnya. Pr
Read More
Geliat Para ‘Samurai’ di Nusantara
Jepang merupakan salah satu negara Asia yang memiliki banyak merek waralaba sukses di pasar global. Perkembangan industri waralaba Jepang termasuk yang terbaik di kawasan Asia. Merek-merek waralaba as
Read More