Ayam Keprabon, Mencicipi Tawaran Bisnis Ayam Geprek Khas Surakarta

Beberapa tahun terakhir ini ayam geprek menjadi primadona bagi masyarakat. Cita rasanya yang gurih bercampur pedas begitu menggoda. Umumnya, ayam geprek dimasak krispi dan disajikan dengan cara disuwir. Setelah itu suwiran daging ayam digeprek dengan cabai.

Rumah makan yang beralamat di Jalan Teuku Umar No. 30, Keprabon, Solo ini juga demikian. Ayam Keprabon memiliki menu andalan ayam geprek blenger Mozarela. Uniknya, menu ayam geprek ini juga disiram dengan topping keju Mozarela. Lelehan keju mozarela yang dipanaskan di atas suwiran ayam dan telur goreng tentu begitu menggugah selera.

Ayam Keprabon berdiri pada 13 Juli 2015, pertimbangan sang owner mendirikan Ayam keprabon karena jeli membaca peluang kuliner di kota Solo yang semakin menjanjikan. Hal ini tentu saja diikuti dengan modal kemampuan di bidang kuliner dan keinginan memberikan sajian yang berbeda.

“Kami merupakan Rumah makan yang menawarkan Ayam geprek dan Ayam goreng kremes sebagai menu andalan kami,” ujar Yonathan Sebastiasn, Owner Ayam Keprabon. Menu-menu yang ditawarkan Ayam Keprabon antara lain Paket Geprek (Nasi, Ayam, Lalapan, Sambal), Paket Geprek Jumbo (Nasi, Ayam Jumbo, Lalapan, Sambal), Paket Geprek Blenger (Nasi, Ayam Jumbo, Lalapan, Sambal, Topping Telur, Topping Keju Mozarella). Tidak hanya itu di Rumah Makan ini juga menjual aneka sayuran seperti Sayur Asem , Cah Kangkung, Tumis Jamur.

“Harga jual kami di Solo berkisar dari Rp. 15 ribu -25 ribu. Dimana pengeluaran per orang utk makan dan minim berkisar antara Rp. 25 ribu - 35 ribu, ” jelas Yonathan. Kekhasan produk Ayam Keprabon ini adalah bahan baku ayam berbeda dari kompetitor yang lain. Yaitu ayam goreng tepung yang di “geprek” (dipukul/dihancurkan) dan di ikuti dengan pilihan sambal dengan level pedas. “Tersedia dari level 0,1-5, sambal kami pun bukan sambal mentah yang diuleg 1 per 1 tapi sudah berupa sambal bawang matang yang rasanya sangat menggigit. Dan tentunya ayam geprek kami dapat ditambah dengan aneka toping seperti telor, keju parut maupun keju mozarella ini best seller kami, ” ujarnya.

Yonathan mengatakan, Ayam Keprabon memiliki beberapa keungggulan diantaranya seperti geprek blenger dimana ayam gepreknya ditaburi toping keju mozarella dan toping telur serta menggunakan nasi kerikil. Selain itu yang berbeda dari ayam geprek pada lazimnya, di Ayam Keprabon menggunakan cabe mentah.

Ayam Keprabon menawarkan 3 paket investasi waralaba. Pertama tipe Silver Rp 75 juta, kedua tipe Gold Rp 105 juta, ketiga tipe Foodcourt Rp 75 juta. Saat ini Ayam Keprabon sudah memiliki 2 gerai di Solo. Merek ini juga sudah memiliki 5 franchisee diantaranya di Jakarta, Sragen dan Banjarmasin.

Menurut Yonathan, sepanjang tahun 2016, kinerja outletnya terus menunjukkan peningkatan, hal ini direalisasikan dengan omset per gerai saat ini rata-rata di angka Rp 200 juta per bulan atau Rp 6.5 juta per hari. Peningkatan ini berlanjut setiap bulannya.

“Kedepan Ayam Keprabon akan ekspansi secara bertahap. Tahap pertama di tahun 2017 kami menargetkan utk penetrasi pasar Jateng-DIY serta Jabodetabek sebagai sasaran utama,” tutup Yonathan.

 

 

 

Satay Kato. Mengipas Cuan Dari Bisnis Satay
Meski berkonsep kuliner kaki lima, namun omset bisnis satay ini terbilang cukup menjanjikan. Maka tidak heran baru satu tahun beroperasi sudah memiliki 25 cabang. Di sudut kawasan Kemang, Jakarta Se
Read More
Cendolsin Meneguk Segarnya Laba Bisnis Olahan Cendol Susu
Cendol pada umumnya menggunakan kuah santan. Berbeda dengan Cendolsin yang mengadopsi susu segar UHT sebagai bahan dasarnya sehingga menghasilkan rasa yang segar dan nikmat. Seberapa segar peluang bis
Read More
Bebek Crispy Khas Bali Yang Siap Ramaikan Bisnis Franchise
Selain dikenal sebagai pulau wisata bertaraf internasional, Bali juga memiliki kuliner yang tidak kalah dengan pulau lainnnya. Salah satu kuliner favorit di Bali adalah kuliner bebek. Dibanding ayam,
Read More
Art Metal Laserindo, Peluang Bisnis Menarik yang Masih Langka Pesaing
Bisnis asal Surabaya ini menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan. Selain potensi pasarnya terbilang besar, bisnis ini pun belum banyak pesaing. Seperti apa prospek bisnisnya?  Satu lagi pelu
Read More