Prime Generation, Bimbel dari Jogja Yang Siap Ramaikan Industri Waralaba

Kebutuhan belajar siswa tidak cukup jika hanya dilakukan saat berada di sekolah saja, terkadang para orang tua menginginkan agar anak-anaknya lebih pintar sehingga mereka memberikan pendidikan atau les tambahan di luar jam sekolah.

Tingginya kebutuhan para siswa untuk menambah waktu belajarnya ternyata menjadi salah satu peluang bisnis rumahan yang cukup menjanjikan. Anda bisa memperoleh penghasilan yang besar dengan membuka tempat les atau bisnis bimbingan belajar bagi mereka lengkap dengan fasilitas yang dibutuhkan layaknya sekolah pada umumnya.

Tak ayal, kini berjamuran brand-brand bimbel yang menawarkan keunggulan dalam metode pembelajaran sesuai core bidangnya. Salah satu brand lembaga pendidikan formal yang mengusung keunikan dalam konsep pembelajarannya adalah PG Bimbel. Bisnis yang memiliki akronim Prime Generation Bimbel itu membawa pembaharuan dengan konsep Integrative Bimbel.

Afi, Direksi Operasional Prime Generation, mengungkapkan jika bisnis besutannya hadir dengan visi yang sangat kuat, bisa membantu di dunia pendidikan terutama membentuk karakter bangsa. Tak salah jika bisnis yang baru me-launching mereknya secara resmi pada Januari 2016 kemarin ini menyematkan tagline ‘Juaranya!’.

“Ini filosofinya sangat kuat, kami harus membuat mental anak juara. Juara bukan berarti nilai mereka bagus saja, tapi juga mereka harus punya komitmen dan tanggung jawab dimanapun mereka berada nanti,” ujar Afi.

Lebih lebih lanjut, Afi menjelaskan konsep Integrative Bimbel yang merupakan keunggulan dari PG Bimbel dibanding bimbel pada umumnya. Pertama adalah komponen pembelajaran melalui kelas KBM (Kegiatan belajar mengajar). Artinya PG Bimbel tetap menargetkan murid-muridnya bisa berprestasi dan jadi juara di lingkup akademik sekolah.

Kedua, kompenen strategi dalam mencapai sukses. Artinya para murid diakomodir dalam menyiapkan strategi untuk mencapai sukses dalam ujian nasional, seleksi masuk sekolah favorit hingga masuk ke perguruan tinggi negeri pilihannya. Ketiga, komponen harmonisasi kurikulum. Dalam komponen ini siswa dikondisikan untuk siap menghadapi berbagai macam pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

“Masing-masing anak memiliki potensinya tersendiri, tinggal bagaimana kita mengeksplornya. Jadi mereka akan diarahkan sesuai bakat dan minatnya agar pencapaian mereka bisa optimal,” sambung Afi.

Kemudian terakhir adalah komponen Caracter Building. Sesuai dengan visi misi PG Bimbel mencetak murid-murid yang berkarakter, mereka memiliki program khusus untuk mengakomodir hal tersebut.

Program-program caracter building yang dimaksud meliputi Motivasi, life skill education, hingga Create your own future. Nantinya setiap minggu para murid akan menuliskan aktifitas mereka selama beraktifitas satu minggu penuh.

“Untuk murid-murid tingkat SMP dan SMA akan meningkat lagi pendidikan karakter yang mereka hadapi, seperti kemandirian sampai ke entrepeneurship,” kata AFI.

Informasi selengkapnya bisa anda simak di Majalah Franchise versi cetak edisi Januari 2017.

Alvin Pratama

 

Bree Chocolateria Kafe Spesialis Cokelat dari Surabaya
Ketersediaan kakao di dalam negeri yang berlimpah membuat potensi bisnis cokelat terbuka lebar untuk digarap. Salah satu produk olahan kakao yang populer saat ini adalah minuman. Itu sebabnya, kini ma
Read More
KAKO Thai Tea, Meraup Untung dari Teh Thailand
Minuman segar dan juga rasa manis yang tidak terlalu menohok, inilah sedikit gambaran bagaimana cita rasa minuman yang sedang tren saat ini yakni Thai Tea. Minuman asal negara gajah putih Thailand ini
Read More
Mopi Baca Tulis, Menjawab Tuntutan Kondisi Pendidikan di Indonesia
Bisnis ini terlahir dari tuntutan sistem pendidikan di Indonesia yang menghendaki anak-anak didik untuk dapat menguasai baca tulis sedini mungkin. Bagaimana peluang bisnisnya? Mopi Baca Tulis, nama
Read More
De Wave Spa and Reflexology, Pendatang Baru di Bisnis Spa
Di industri waralaba, bisnis ini boleh dibilang baru tetapi ia adalah pemain lama di bisnis spa. Didirikan oleh Indra Krisma, sejak 2008 di Yogyakarta, dan mulai dimitrakan pada tahun 2012. Saat ini
Read More