Tokio Street, Peluang Bisnis Snack Khas Jepang Yang Layak Dilirik

Peluang bisnis snack jepang ini sudah menawarkan peluang bisnis waralaba sejak 2012. Gerainya tersebar di berbagai mal.

Pada bulan ini redaksi blusukan ke daerah Blok M Square yang terletak di bilangan Jakarta Selatan. Ketika kami masuk ke lantai ground kami melihat sederetan booth kuliner. Di lantai tersebut kami melihat merek yang cukup unik, yaitu Tokio Street. Rupanya, penjaja snack asal negara sakura itu menawarkan peluang bisnis waralaba.

Takoyaki, atau camilan asal Kansai Jepang ini berbentuk bulat kecil yang terbuat dari adonan tepung terigu dan berisi irisan daging gurita. Meski pasarnya terbatas, namu pamornya kian eksis dan dapat dijumpai di mall maupun di pinggir jalan, penggemar makanan ini pun terus bertambah.

Tak salah, jika camilan ini mengundang minat sejumlah pelaku usaha untuk terjun ke bisnis ini. Salah satunya adalah Sheila Prasetio. Dengan merek Tokio Street, Sheila membuka usaha takoyaki sejak 2010.

Sheila mengatakan, selama ini takoyaki cuma bisa dijumpai saat event festival kebudayaan Jepang di Jakarta. Namun, belakangan, takoyaki sudah bisa ditemui di sejumlah mal. Namun, jumlah gerai dan pasarnya masih terbatas.

Maklum, bahan baku takoyaki termasuk spesifik. Misalnya, katsuobushi yang terbuat dari daging ikan cakalang yang diserut untuk diambil kaldunya. Selain itu, ada rumput laut atau biasa disebut nori.

Untuk menarik pelanggan, Sheila sengaja menempatkan usahanya di mal-mal terkemuka di Jakarta, Palembang, Pekanbaru, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar, Manado, dan Balikpapan. “Kita melihat bahwa potensi customer itu banyak di mall, oleh karena itu kita tertarik untuk buka di mall,” ujar wanita kelahiran Jakarta, 5 Oktober 1982 ini.

Membuka gerai pertamanya di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan. Ternyata respon dari masyarakat cukup baik. Tiap hari, rata-rata penjualan takoyaki di gerainya mencapai 40 porsi. Untuk melebarkan jaringan pemasarannya, pada tahun 2012 Sheila membuka paket kemitraan Tokio Street bagi masyarakat yang berminat menekuni usaha tersebut.

Calon mitra yang berminat bergabung, tersedia dua pilihan paket. Paket pertama investasinya Rp 100 juta, dan paket kedua sebesar Rp 150 juta. Bedanya, dengan paket investasi Rp 150 juta calon mitra akan mendapat banyak varian menu selain takoyaki dan okonomiyaki. Selain itu mendapat booth ukuran 2x3. Sementara paket pertama, mitra hanya mendapatkan booth ukuran 2x2 dengan 2 menu saja takoyaki dan okonomiyaki serta peralatan lain.

Adapun untuk paket kedua, mitra akan mendapatkan booth, peralatan lengkap memasak dan bahan baku awal. Selain itu, calon mitra akan mendapat alat promosi dan seragam karyawan. “Kami tidak mengutip biaya royalti fee, hanya keharusan membeli bahan baku dari pusat,” imbuh Sheila .

Target pasar Tokio Street adalah semua kalangan. Karena itu, lokasi usaha diutamakan di mall. Saat ini Sheila sudah memiliki 10 gerai milik sendiri dan 28 mitra.

Alvin Pratama

 

Shitako Takoyaki, Takoyaki Premium dengan Cita Rasa Asli Jepang
Seperti biasanya, bulan ini Redaksi bertandang ke Mal Grand Galaxy Park di kawasan Kota Bekasi. Kami menyusuri tiap sudut lantai mal ini. Tujuannnya tidak lain adalah berburu franchise. Di tengah peny
Read More
The Clean Bar, Waralaba Laundry Sepatu dan Tas Yang Belum Ada Pesaing
Di kota asalnya yakni Solo, bisnis laundry sepatu dan tas ini ketika pertama kali membuka outlet bisnisnya masih dipandang sebelah mata. Namun berkat keseriusan pemiliknya menggarap segmen kawula muda
Read More
Rujak Asal Pulo Brayan Yang Tawarkan Peluang Bisnis
Kuliner rujak yang satu ini memang berbeda pada rujak pada umumnya. Dengan memodifikasi olahan dan bumbu rujak, bisnisnya kini sudah ekspansi ke Jakarta, Batam, Tangerang, dan Medan. Tim redaksi Maja
Read More
Nasi Bakar Tacose Sajian Nasi Bakar Dengan Sentuhan Modern
Mungkin belum banyak yang tahu kalau Nasi Bakar Tacose yang berdiri di mal-mal menawarkan peluang franchise. Tengok yuk!  Bulan lalu, seperti biasa saya jalan-jalan ke mal-mal di beberapa wilaya
Read More