WFSI Berjalan Sukses, AFI Mengucapkan Terima Kasih Kepada Semua Pihak

Usai sudah World Franchise Summit Indonesia 2016 (WFSI), event terbesar di industri franchise Indonesia tahun ini. Event tersebut juga merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) yang sudah berdiri sejak 25 tahun lalu. AFI yang pada kesempatan ini merayakan HUT ke-25, didirikan pada tanggal 22 November 1991.  Kami tentu bangga, karena pada akhirnya AFI bisa menyelenggarakan WFSI di Indonesia. WFSI juga mempunyai arti, kita bisa menunjukan pada dunia, bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah.

Yang membuat bangga, event yang pertama kali di Indonesia ini dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo. Itu menandakan Presiden Jokowi peduli dengan industri franchise Indonesia. Tidak hanya itu, Indonesia juga dilihat oleh perwakilan Asosiasi Franchise dari berbagai negara. Dengan hadirnya Presiden RI, Pemerintah dinilai oleh mereka ikut mendorong pertumbuhan industri ini. Ini penting sekali, karena kedepannya para investor luar akan melihat hal yang positif dari event ini.

Bagi masyarakat Indonesia dan pelaku Franchisenya sendiri peristiwa ini memberi mereka keyakinan adanya pengakuan akan kemampuan dan kualitas usaha mereka.

Oleh karena itu, kami mengucapkan terim kasih sebesar besarnya kepada semua pihak yang ikut mensukseskan acara WFSI. Tanpa mereka kami tidak akan berjalan sukses. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Presiden RI, Joko Widodo yang menyempatkan diri membuka Indonesia Franchise & SME Expo 2016, yang termasuk dalam rangkaian cara WFSI.

Selain itu, kami berterima kasih kepada Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, yang telah mendukung sepenuhnya acara ini. Andrew Nurgoroho, ketua WFSI yang sudah bekerja keras memimpin acara ino. Bije Widjajanto (Benwarg Consulting, Pietra Sarosa (Sarosa Consulting), Linda Veronica dari Neo Organizer, Susanti Wijaya, Anton Thedy, Bambang Subagio, Yudi, Novit Cahyani, Rachman dengan segenap team Dyandra, Rofian Akbar, Arif  Tasripin dari Majalah Franchise Indonesia, dan semua pihak yang satu persatu namanya tidak bisa saya sebutkan.  Tanpa mereka, mustahil cara ini berjalan sukses.

Terakhir, kami ucapkan kepada delegasi dari Asosiasi Franchise yang sudah hadir di WFSI. Terdapat sekitar 22 negara yang hadir yang tergabung dalam World Franchise Council (WFC)  dan di acara ini. Mereka antara lain; Franchise Council of Australia, Brazillian Franchise Association, Canadian Franchise Association, China Chain Store & Franchise Association, Egyptian Franchise Development Association, European Franchise Federation, Finnish Franchising Association, Hungarian Franchise Association, Italian Franchising Association, Korea Franchise Association, Malaysia Franchise Association.

Kemudian Netherlands Franchise Association, Franchise Association New Zealand, Philippine Franchise Association, Portuguese Franchise Association, Russian Franchise, Franchising and Licensing Association, Association of Chain and Franchise Promotion, Turkish Franchise Association, British Franchise Association, International Franchise Association.  

Saya (Anang Sukandar) berharap WFSI memberikan dampak positif, tidak hanya bagi industri franchise Indonesia saja, tapi juga bagi industri lainnya seperti industri Pariwisata, Pertanian, Koperasi dan UMKM, Ketenaga kerjaan dan sektor bisnis lainnya.  

 

 

 

 

 

Identifikasi Permasalahan Waralaba Di Indonesia
Tiga minggu yang lalu kami diminta untuk memberikan seminar di Bandung. Pihak terkait di sana meminta kami untuk membahas tema terkait dengan identifikasi masalah waralaba di Jakarta. Saya sampaikan k
Read More
Mereka Yang Punya Potensi Besar Menjadi Pemain Global
Indonesia menyimpan potensi bisnis kuliner yang sangat besar. Jika dikembangkan lebih baik lagi, usaha-usaha kuliner di Indonesia punya potensi besar bersaing di pentas global. Sebut saja merek-merek
Read More
Berbisnis Franchise Harus Punya Etika
Semua bisnis, apa pun jenisnya tidak bisa lepas dari yang namanya etika bisnis. Sebab berbisnis terkait erat dengan trust atau kepercayaan. Tanpa adanya trust akan sulit menjalin businessrelationship
Read More
Menilik BO yang Baik
Istilah BO atau Businesss Opportunity dicetukan oleh saya sekitar 1995 tahun yang lalu. Istilah ini hanya ada di Indonesia. Di luar negeri tidak ada istilah BO. Usaha-usaha yang mirip BO biasa disebut
Read More