NextGen Franchising, Tema yang Akan Meramaikan WFSI

World Franchise Summit Indonesia 2016 (WFSI) akan diselenggarakan bulan depan. Acara besar berlevel internasional itu akan dihadiri oleh delegasi asosiasi franchise dari berbagai negara. Salah satunya adalah Josh Merin, CFE. Director International Affair International Franchise Association ini akan berbicara mengenai “NextGen Franchising”. 

Tema ini cukup menarik, karena industri bisnis saat ini sudah banyak dimasuki oleh generiasi milenial. Mereka adalah generasi  yang lahir rentang tahun 1980-an hingga 2000-an. Usia yang bisa dibilang muda dan produktif. Nah, International Franchise Association (IFA) sudah sejak lama memperhatikan generasi ini, untuk didorong masuk ke indutri franchise.

Salah satunya lewat kompetisi NextGen Franchising yang pesertanya rata-rata usia 21-35 tahun. Jumlah angkatan kerja di usia ini sangat banyak, mencapai 1 miliar anak muda. Maka yayasan pendidikan IFA tidak mensia siakan potensi besar ini untuk membuat program pendidikan wiraswasta muda untuk ikut franchising. IFA berharap program ini bisa diikuti para wiraswasta muda di negeri Indonesia. Program NextGen Franchising sendiri diselenggarakan di Las Vegas, Amerika Serikat.

Menurut IFA, Program NextGen Franchising membantu untuk mencapai mimpi-mimpi kaum pemuda untuk menjadi kenyataan. Baik mereka yang bekerja untuk suatu usaha atau menginvestasikan uangnya dalam bisnis franchise, atau mendirikan usaha sebagai franchisor. Jadi para pemuda bisa melakukan usaha-usaha yang mereka disenangi, yang memiliki passion.

Bukan tanpa sebab IFA mengajak pemuda untuk masuk industri franchise. Pasalnya, terdapat jutaan kesempatan di 300 kategori bisnis, mulai bisnis menjaga anak, renovasi rumah, hotel, dari startup sampai perusahaan masuk Fortune. Dari e commerce, sampai ritel, hingga restoran yang di pinggir jalan utama sampai seluruh jagad.

Sebagai strategi bisnis, franchising sudah digunakan hampir 100 tahun, yang memberikan franchisor cara-cara untuk mengembangkan bisnisnya. Franchising memberikan kesempatan berbisnis bagi semua orang, tapi tidak sendirian, melainkan bersama sama. Tidak heran jika franchising jadi bisnis yang luas dan besar, terdapat di jutaan lokasi di dunia.

Melalui franchising, banyak yang tadinya perusahaan sederhana menjadi Global Icon, seperti Dunkin Donuts yang bisa sejajar dengan Comport INN, ACE Hardware dengan Ups, Century21 dengan Jani King, Mariot dengan Sport Clips Haircuts, Subway dengan Pepsi atau Midas, atau Coca Cola, Mc Donald’s dengan Bright Star atau Sir Speedy.  

Franchising juga mengubah permainan pasar atau game changer. Melalui franchising sebuah bisnis bisa berkembang dari satu menjadi begitu banyak jaringan. Bisnis franchise bisa datang dari segala bentuk dan ukuran, tapi mereka mengawali dari suatu ide, yang tumbuh dengan memanfaatkan model franchise.

Jadi banyak cara untuk menjadi franchising, apakah anda wiraswasta, orang yang inspiratif, atau bahkan anda yang ingin belajar, terdapat beasiswa untuk pendidikan franchise lewat news letter yang mereka (IFA) kirimkan secara berkala. Jangan sia siakan kesempatan ini untuk mengikuti seminar di WFSI nanti pada 21-27 November 2016, di JCC Senayan, Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berbisnis Franchise Harus Punya Etika
Semua bisnis, apa pun jenisnya tidak bisa lepas dari yang namanya etika bisnis. Sebab berbisnis terkait erat dengan trust atau kepercayaan. Tanpa adanya trust akan sulit menjalin businessrelationship
Read More
Franchise dan Ekonomi Kerakyatan
Banyak istilah ekonomi yang berkembang dewasa ini. Diantaranya adalah istilah ekonomi kapitalis, ekonomi liberal, ekonomi pembangunan, ekonomi sosialis, ada pula ekonomi kerakyatan. Model ekonomi yang
Read More
Tahun 2015, Akan Banyak Franchise Asing Masuk
Industri franchise di 2015 diprediksi akan tetap cerah dan memiliki prospek yang bagus untuk dijadikan investasi bisnis, serta mendorong pertumbuhan entrepreneur di Indonesia. Namun demikian, buk
Read More
Usaha Kreatif Unggulan Bisa Diarahkan Menjadi Franchise
Beberapa waktu lalu, saya diundang oleh DPD Komisi III untuk menghadiri diskusi tentang ekonomi kreatif. Sebagai Ketua Komite Tetap Pengembangan Bisnis Industri Kreatif tentu saja saya sangat setuju a
Read More