Pierre Senjaya, Sukses Berkat Niat Baik dan Campur Tangan Tuhan

Pernah mendengar sekolah internasional Stella Maris? Eksistensi dan kesuksesan sekolah tersebut tidak akan terlepas dari peran pria kelahiran Jakarta 01 September 1979 ini.

Stella Maris berdiri sejak 1995, dimulai dengan 2 ruko sektor 14 BSD dengan 200 siswa dan 10 guru. Tahun 1999 sekolah ini menjadi 8 ruko dengan lokasi yang sama dengan total 550 siswa. Tahun 2004 Stella Maris mendapat ISO 9001:2000 dan juga ditahun yang sama mendapat rekor MURI.

Tahun 2009, Stella Maris mulai membuka konsep franchise dengan outlet pertamanya di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Tahun 2010 ia mendapatkan penghargaan best franchise. Ia juga mendapat penghargaan best education of the year by ASEAN business Award pada 2011.

Sekolah yang mempersiapkan lulusannya menjadi entrepreneur muda juga menjadi satu-satunya sekolah yang menerapkan muatan entrepreneur sejak dari TK hingga SMA.

Suksesnya Stella Maris tak lepas dari peran pria bernama lengkap, Pierre Senjaya, yang saat ini duduk sebagai Deputy Director. “Sejak kuliah pun sudah bekerja si Stella Maris. Tetapi benar-benar fokus di Stella Maris sejak tahun 2002,” katanya.

Tidak mudah bagi dia mengembangkan Stella Maris hingga menjadi besar seperti sekarang. Diperlukan perjuangan yang luar biasa. “Dimulai dari demo-demo warga ketika proses pembangunan sekolah baru dimulai, peraturan – peraturan Diknas yang berubah-ubah, kualitas guru dan lain-lain. Tetapi ini semua dapat teratasi dengan kerjasama yang baik dengan orang tua murid dan tim guru – guru yang kompak,” katanya. 

Pria lulusan S1 computer Accounting Binus University, dan S2 Education Technology of Learning Pelita Harapan University itu percaya, bahwa semua hasil yang didapatkan selama ini berkat campur tangan Tuhan dan niat baik yang dimiliki sejak awal. “Apapun yang kita kerjakan asal disertai dengan niat baik, pasti membawa berkah,” ungkap pehobi olahraga, traveling, dan nonton itu.

Suami Susan Angela itu melanjutkan, saat ini ia tengah fokus mengembangkan cabang-cabang baru dengan konsep 3 in 1 di apartemen-apartemen dan pengembangan cabang-cabang di kota-kota besar. “Pembukan cabang baru menggunakan konsep 3 in 1 yaitu School, Daycare, & Learning Center, serta bekerjasama dengan developer perumahan di kota-kota besar Indonesia dan persiapan pembukaan Stella Maris University,” jelas ayah Clarheshia Faye Senjaya, dan Moreno Enzo Senjaya itu.

Sebagai pengendali di Stella Maris, ia tidak sendiri, dukungan keluarga terus mengalir untuk mewujudkan visi misi Stella Maris dalam menciptakan generasi entrepreneur di Indonesia. “Keluarga sangat mendukung dan team work sangat solid dalam lingkungan kerja,” papar pria yang memiliki motivasi sukses ‘we are judge by what we finish, not by what we start’ itu.

Melihat kondisi pasar untuk segmen pendidikan saat ini yang masih terbuka luas, ia mengaku optimis untuk membawa Stella Maris menjadi salah satu sekolah yang mampu mewujudkan impian orang tua siswa yakni menyangkut kualitas. “Seperti yang diketahui, orangtua saat ini sangat concern dengan pendidikan kepada anaknya. Kualitas sekolah dituntut untuk menjadi lebih baik dari masa kemasa karena permintaan dari orangtua dan penawaran dari tiap sekolah yang menarik bagi orangtua,” katanya.

Hal ini, lanjut dia, menyebabkan pasar di segmen pendidikan ini menjadi sangat dinamis dan terbuka. “Dalam menjawab tuntutan pasar, kami dari Stella Maris selalu berusaha untuk memberikan pelayanan dan kualitas pendidikan yang terbaik. Pengajar dan kurikulum yang kami tawarkan menjadi perhatian utama kami dalam menjawab kepuasan orangtua,” tutup Pierre Senjaya.

Julhan Sifadi

 

 

Mutoharoh, Mantan Marketing Yang Sukses Tekuni Bisnis Kebab
Tak terlintas di benak pria kelahiran Lampung, 10 Januari 1980 untuk menjadi pengusaha kuliner. Awalnya pria bernama lengkap Mutoharoh ini hanyalah pegawai di perusahaan pembiayaan leasing terbesar di
Read More
Novita Sianipar, Ingin Bekerja yang Turut Membangun Bangsa
Sebelumnya, wanita dengan nama lengkap Novita Sianipar ini berkarir di perusahaan advertising dengan posisi sebagai Account Manager. Dengan posisinya itu, ia menghabiskan waktu kerjanya dengan dunia i
Read More
Yonathan Sebastian Liyanto, Berawal dari Kecintaan yang Membuahkan Hasil
Terlahir dari keluarga pebisnis membuat pria bernama lengkap Yonathan Sebastian Liyanto tidak bertahan lama bekerja di perusahaan. Beberapa jenis usaha sudah pernah ia geluti, mulai dari usaha toko se
Read More
Fendy Julianto, Asisten Dokter Yang Banting Stir ke Bisnis Pijat Reflexy
Asisten Dokter Yang Banting Setir ke Bisnis Pijat Reflexy Fendy Julianto sejatinya mengawali kariernya sebagai asisten dokter. Namun kepandaiannya dalam melakukan pijat refleksi membawa pria kelahira
Read More