Irwan Limarno, Orang IT yang Multi Talenta

Sejatinya, kelahiran Surabaya 1970 ini adalah orang IT, namun pria yang satu ini memiliki banyak talenta. Buktinya, ia sukses menggeluti kariernya di beberapa perusahaan dengan menduduki berbagai posisi penting. Ia pernah bekerja di bank, hotel, perusahaan kontraktor yang berhubungan erat dengan BUMN. Namun satu hal yang membuatnya memiliki minat tinggi ketika bekerja di perusahaan, yaitu mempelajari sistem.

Di bank, katanya, ia bisa belajar sistem dokumentasi, “karena di bank dokumentasinya paling rapih,” kata pemilik nama lengkap Irwanto Limarno ini. Di hotel ia bisa belajar tentang sistem service karena menurutnya, sistem service di hotel paling baik. Sedangkan di perusahan kontraktor ia bisa belajar membuat scheduling. “Di perusahaan konstruksi saya bisa membuat scheduling pekerjaan dengan baik seperti membuat timeline dan budgeting-nya, perusahaan manufactur bagus kalau soal itu,” ujar Sarjana Komputer STIKOM, Surabaya ini.

Pada akhirnya, Irwanto yang kini melabuhkan kariernya di AJBS Group merasa semua pekerjaan yang digelutinya dahulu terkumpul sistemnya di AJBS. “Ini kan perusahaan trading. Jadi ketika saya menjadwalkan sebuah planning, budgeting, maka timeline saya jalan. Ketika komuniasi untuk proses nego di situ service saya jalan. Ketika saya membuat program yang sudah saya bikin, itu jalan semua rapih. Itu semua saya menemukan triknya di trading,” bebernya.  

Pria yang akrab disapa Irwan ini pertamakali masuk ke AJBS Group juga sebagai sebagai Business Development Manager yang menggeluti dunia marketing. Meski demikian, ia tidak menolak jika dilibatkan ke bagian apa pun termasuk membuat sistem atau program yang digunakan ole user. “Saya tidak nolak kalau dilibatkan ke opersional, saya suka mempelajari yang baru. Karena saya pernah di IT, personalia, apalagi di hotel mulai Front Office sampai Residence Manager, hingga mengajar . Waktu di kontraktor saya juga dilibatkan di IT, GM Finance, Auditor, GM Opersional, saya mau karena saya suka mempelajari sistem,” tandasnya.

Kini, Irwan merasa sudah kerasan bekerja di AJBS Group dan tidak punya niat untuk mengejar karier di perusahaan lain, meskipun dirinya banyak dilirik perusahaan. “Saya melihat di sini komitmen manajemen luar biasa. Mereka mau mengganti sistem lama dengan yang baru serta mau mengeluarkan investasi besar. Karena saya orang sistem saya maka saya melihat, kalau tidak punya komitmen besar tidak akan bisa. Bayangkan investasi Rp 4 miliar kaga ada bentuk fisik, saya lihat ini komitmen yang besar. Apalagi saya di business development,”  kata pria yang kini menjabat sebagai Business Development Manager di PT Andika Jana Bhumi Sejahtera.

Sebagai Business Development, ia ditantang untuk melakukan terobosan baru, akan tetapi tidak boleh meninggalkan budaya lama yang dinilai baik. Pada suatu hati, ia ditantang oleh atasannya untuk membuat sistem franchise. “Ayo pak bikin franchise,” kata atasannya. Tantangan itu pun disambut baik oleh Irwan dengan membuat  konsep franchise. “Konsep franchise tersebut saya presentasikan ke semua manajer. Setelah manajer memberi masukan, saya sempurnakan lagi, lalu saya saya presentasikan ke jajaran direksi. Setelah 80% mereka menerima, maka saya disuruh presentasi ke anak-anak yang kini menjadi generasi ketiga AJBS Group,” jelasnya.

Irwan kini boleh bebangga, karena konsep bisnis dibuatnya telah berjalan dengan baik. Konsep tersebut adalah franchise RJ Steel, anak perusahaan AJBS Group yang kini tengah berkembang pesat. Sejak dilaunching pada15 September 2015, RJ Steel sudah memiliki 15 cabang yang tersebar di daerah Malang, Pasuruan, Ponorogo,  Palu, Banjarmasin, Kupang, Makassar, Kendari, Gresik, Manado, Yogyakarta, Madiun, Sidoarjo, Babat, dan Lombok. “Target saya membuka 70 gerai franchise di tahun ketiga,” katanya.

Zaziri

  

Mutoharoh, Mantan Marketing Yang Sukses Tekuni Bisnis Kebab
Tak terlintas di benak pria kelahiran Lampung, 10 Januari 1980 untuk menjadi pengusaha kuliner. Awalnya pria bernama lengkap Mutoharoh ini hanyalah pegawai di perusahaan pembiayaan leasing terbesar di
Read More
Darin Nasywa Alia, Punya Bisnis Sendiri di Usia 10 Tahun
Kebanyakan anak seusianya lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bermain. Tetapi Darin Nasywa Alia, lebih memilih berbisnis. Di usianya yang memasuki 10 tahun, Darin, panggilan akrabnya memilih me
Read More
Luqman Hakim, Sukses Memadukan Konsep Herbal dengan Fried Chicken
Pria berdarah Jombang, Jawa Timur ini tak patah semangat untuk menjadi seorang entrepreneur. Bermula dari bisnis pertamanya yakni klinik kesehatan herbal, pria bernama lengkap Luqman Hakim mengaku per
Read More
Menikmati Pekerjaannya Sebagai Bagian Dari Hidup
Pekerjaan memang menjadi impian semua orang, karena tidak satupun yang mengingingkan jadi pengangguran. Namun tidak sedikit juga orang akan merasa jenuh, atau bosan, ketika sudah bekerja. Memang ke
Read More