Meet Up Ice Blend, Peluang Bisnis Ice Blend Asal Surakarta

Ice Blend, minuman yang di gandrungi anak muda ini sudah merambah ke masyarakat perkotaan besar. Tak sedikit yang mewaralabakan minuman ini. Salah satunya adalah Meet Up Ice Blend. Seperti apa peluang bisnisnya?

Terkadang cuaca mengalami perubahan ekstrim yang tak menentu. Sebentar panas, sebentar hujan. Hal ini benar-benar membuat kita seringkali merasa haus dan ingin meneguk minuman yang segar.

Tak mengherankan bila banyak penjual minuman yang meraup untung besar dari bisnis minuman segar. Hal inilah yang dilirik oleh Meet up Ice Blend. Bisnis asal Surakarta ini mencoba peruntungan di bisnis olahan minuman ice blender.

Adalah Kunto Pujo, pria yang  mendirikan Meet Up Ice Blend  pada 2013. Agar usahanya makin berkembang, Kunto mulai menawarkan sistem kemitraan usaha untuk bisnisnya ini sejak awal 2016.

Dilihat dari prospek bisnisnya, nampaknya bisnis Meet Up Ice Blend akan menguntungkan bagi calon mitra bisnis, terutama bagi para calon mitra yang hanya memiliki modal yang tidak terlalu besar.

Meet Up Ice Blend menawarkan paket investasi Rp 5,5 juta (Tanpa Booth) hingga Rp 8 juta (Booth). Dari situ, mitra sudah memperoleh fasilitas booth, blender, perlengkapan, dua buah seragam, bahan baku awal, dan CD tutorial.

Harga minuman Meet Up Ice Blend dibanderol Rp 6.000 sampai Rp 8.000 per gelas, tergantung dari lokasi usaha. Dengan penjualan  minimal  50 gelas per hari, mitra bisa menghasilkan omzet sekitar Rp 7,5 juta–Rp 12 juta per bulan. "Targetnya mitra bisa balik modal dalam waktu dua bulan," ujar dia.

Dalam kerjasama ini Pujo tidak mengutip biaya royalti. Namun mitra wajib membeli bahan baku utama, yakni bahan pembuatan Ice Blend, dari pusat.

Meet Up Ice Blend menawarkan 8 varian rasa es yang ditawarkan seperti Cokelat, Choco Mint. Coffee, Taro, Bubble Gum, Vanila Latte, Greentea, Cookies. Pujo mengatakan, tahun ini dia akan tetap berusaha menambah gerai, terutama dari penambahan mitra usaha. 

Nama Meet Up Ice Blend  sendiri sudah dikenal luas dimasyarakat khususnya di wilayah Solo raya. Buktinya, bisa dilihat trafik follower di instagram dan facebook. Penyebaran mitra baru juga terus meningkat secara konsisten dari bulan-ke bulan. Dan merek yang sudah dikenal ini ini mitra pun tak akan ragu lagi untuk menjalankan usahanya.

Pria yang akrab disapa Pujo ini memaparkan, bahan baku yang ada di Meet Up Ice Blend ini menggunakan  kualitas powder drink yang di atas rata-rata. Tentunya, cita rasa produk Meet Up ini akan mampu bersaing dengan produk serupa. Hal ini juga bisa membantu mitra-mitra Meet Up untuk mendapatkan pelanggan-pelanggan loyalnya.

Kini, Meet Up  Ice Blend sudah memiliki total 32 gerai yang tersebar di Solo, Surabaya, Jogja, Wonogiri, Sukoharjo, Bali, Magelang, Semarang, Bekasi, Ciputat.

Puji terus memberikan support berupa pelatihan dalam pengelolaan minuman hingga pembukuan harian dan bulanan yang di kemas melaui CD tutorial berupa video dan manual book. “Mitra akan belajar sendiri untuk pengelolaan bahan baku racikan minuman hingga pembukuan harian, hal ini kita lakukan agar mitra mandiri dengan usaha yang sudah di pilihnya, tapi jika mitra ada kesulitan kami siap membantu turun langsung ke pihak mitra,” jelasnya.

Ditambahkan, jika mitra mengalami penurunan omzet, ia tak segan-segan untuk membandingkan mitra yang memiliki omzet yang tinggi. Hal ini tentu saja akan membuat mitra Meet Up Ice Blend merasa termotivasi dengan support dari pihak pusat.

Alvin Pratama

Chelsea Kembangkan Bisnis Waralaba di Surabaya
Klinik kecantikan saat ini memang sudah menjadi kebutuhan bagi kaum hawa. Tak sedikit dari pebisnis klinik kecantikan yang menawarkan berbagai treatment dengan harga terjangkau. Salah satunya adalah k
Read More
KAKO Thai Tea, Meraup Untung dari Teh Thailand
Minuman segar dan juga rasa manis yang tidak terlalu menohok, inilah sedikit gambaran bagaimana cita rasa minuman yang sedang tren saat ini yakni Thai Tea. Minuman asal negara gajah putih Thailand ini
Read More
Bimbel Asal Bali Ini Siap Bersaing di Industri Waralaba
Satu lagi peluang bisnis bimbingan belajar atau bimbel yang akan meramaikan industri waralaba Indonesia. Kali ini pemain waralaba bimbel berasal dari Denpasar, Bali, yaitu Ganda Edukasi.   Ganda
Read More
Satay Kato. Mengipas Cuan Dari Bisnis Satay
Meski berkonsep kuliner kaki lima, namun omset bisnis satay ini terbilang cukup menjanjikan. Maka tidak heran baru satu tahun beroperasi sudah memiliki 25 cabang. Di sudut kawasan Kemang, Jakarta Se
Read More