Selvie Susanthi, Pegawai Swasta Yang Banting Stir Geluti Usaha Kuliner

Bagi wanita kelahiran Jakarta, 2 Oktober 1976 ini, belajar berbisnis adalah hal yang mudah. Ia pun memiliki trik tersendiri untuk terjun ke dunia bisnis. Salah satunya dengan cara menggali informasi-informasi lewat dunia internet.

Menurutnya, banyak hal yang didapat dari dunia internet. Mulai dari pengetahuan dasar berbisnis, cara menjalani bisnis hingga teori dan sistim bisnis. Hal inilah yang menjadikan Selvie Susanthi tertarik terjun di dunia kuliner.

Semula ia hanyalah pegawai  di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang finance. Namun ia mencoba peruntungan dengan mendirikan usaha di dunia kuliner. Maka lahirlah dari tangannya usaha Balcon (Bebek Ayam Lele Corner) pada 2005.

Dengan kerja keras, dari tahun ke tahun usahanya semakin berkembang, hingga memasuki tahun kelima Selvie berhasil membuka 10 gerai Balcon di daerah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi, Bandung, Jambi dan daerah lainnya.

Usaha kuliner yang digeluti Selvie ini memang lain dari yang lain. Ia membuat kreasi dengan menggabungkan tiga panganan yang sudag populer di masyarakat, yakni Ayam, Bebek dan Lele.  

Lewat Balcon Selvie mencoba menyajikan menu bebek, ayam dan lele menjadi kudapan asap. Sehingga lele, bebek dan ayam hasil olahannya mempunyai citra rasa tersendiri.  Bebek, ayam dan lele Balcon diolah dan diberi bumbu dari rempah-rempah khas Medan.

Sejatinya, Selvie bukanlah seorang ahli di bidang bisnis makanan. Bahkan tidak pernah terbayang sebelumnya jika dia akhirnya membuka usaha restoran. Namun baginya hal itu bukan halangan untuk terjun menjadi entrepeneur. Ia terus belajar dan tidak berhenti menyerah.

Selvie pun memiliki impian di tahun-tahun kedepan, ia ingin gerainya bisa merambah ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapore, dan Brunei.

“Meski saat ini saya belum cukup puas karena kami masih ingin terus mengembangkan dan terus mengadakan inovasi-inovasi produk, ” kata wanita hobi traveling ini.

Selvie menurutkan, penentuan lokasi strategis menjadi salah satu kunci suksesnya. Terlihat ketika lima tahun berjalan gerainya tak sepi pembeli. Geainya tidak hanya dikunjungin kalangan eksekutif yang ada disekitar saja, tapi juga beberapa kelompok mahasiswa dan pelajar.

Alvin Pratama

HENDY TANAKA Membuktikan Kepercayaan Orang Tua
Ketertarikkanya dengan dunia waralaba diakui Hendy Tanaka sudah tumbuh sejak lama bahkan ia menjadi pembaca setia Majalah Franchise Indonesia sejak dulu. Sejak itupula keinginannya memiliki bisnis war
Read More
Ricky Ferdinan Sutrisn, Magister Arsitektur Banting Setir ke Bisnis Kebab
Magister Arsitektur Banting Setir ke Bisnis Kebab Pria kelahiran Tulung Agung 9 Desember 1985 ini memilih untuk menekuni bisnisnya di dunia kuliner setelah bergelar Magister Arsitektur Universitas A
Read More
Ricky Fernando, Butuh 4 Tahun Membuka Pasar Ice Cream Thailand
Tidak ada bisnis yang gampang. Begitulah ungkapan yang keluar dari Ricky Fernando, pemilik franchise Ice Manias. Ketika ia memulai bisnis ice cream, ia membutuhkan waktu selama 4 tahun untuk menawarka
Read More
Bertha Natalia, Putri Mahkota yang Terjun di Bisnis Franchise
Darah bisnis sejatinya sudah mengalir pada wanita yang satu ini. Orang tuanya merupakan salah satu pemilik Transera Group. Maka, begitu lulus kuliah dari University of Wisconsin, Amerika Serikat ia pu
Read More