Mendorong Waralaba ke Pemasaran Sistem Digital

Potensi pasar e-commerce sangat besar di Indonesia. Jika mengacu pada data Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia dan emarketer pada 2015 terdapat 88,1 juta pengguna internet dan 63,4 juta pengguna smartphone di Indonesia. Dimana dari total angka itu, rata-rata menghabiskan waktu 3 jam sehari untuk mengakses internet melalui mobile device.

Namun masih sedikit pelaku usaha waralaba yang memanfaatkan e-commerce  dalam memasarkan produknya. Oleh sebab itu, Kemendag menganjurkan agar pelaku usaha waralaba mulai melirik strategi pemasaran online untuk menjangkau konsumen yang lebih luas namun dengan biaya yang lebih hemat.

Berdasarkan data Menkominfo, pasar e-commerce dalam perdagangan akan terus meningkat. Di tahun 2016, nilai transaksi e-commerce  berpotensi menyentuh angka USD 25 miliar. Nilai tersebut diproyeksikan akan terus meningkat hingga USD 130 miliar pada tahun 2020.

Melihat potensi ini, Kementerian Perdagangan berharap agar pelaku usaha waralaba dapat mengambil manfaat melalui pemasaran ke sistem digital. Sekaligus mengambil momentum ini untuk memperluas akses pasar ke berbagai wilayah dengan biaa yang lebih terjangkau dan menghemat waktu.

Pemasaran ke sistem digital dimaksud yaitu memasarkan produk secara online dengan memanfaatkan jejaring internet. Seperti memanfaatkan sosial media (facebook, instagram, twitter, dan lainnya), atau membuat website yang menyajikan informasi mengenai produk.

Saat ini, pemerintah tengah mempersiapkan infrastruktur yang memadai untuk mendukung e-commerce di Indonesia. Mengingat saat ini masih terdapat beberapa hambatan seperti rendahnya kecepatan sambungan internet di Indonesia serta belum meratanya pengguna internet di Indonesia, tingginya biaya logistik dan sulitnya menjangkau daerah terpencil, dan belum tersedianya metode pembayaran yang terintegrasi dan aman.

Dari sisi regulasi, agar terpenuhi prinsip itikad baik, kehati-hatian, transparansi, keterpercayaan, akuntabilitas, dan keseimbangan dalam transaksi e-commerce, Kementerian Perdagangan tengah merancang Peraturan Pemerintah Tentang Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (RPP TPMSE). Peraturan ini akan mengatur diantaranya para pelaku e-commerce terdaftar secara resmi.

Boomingnya penjualan secara online saat ini menunjukkan adanya tren meningkatnya preferensi konsumen Indonesia untuk berbelanja secara online dibanding berbelanja langsung di toko.

Sehingga, pelaku usaha waralaba perlu menjadikan online sales / e-commerce menjadi bagian penting dari strategi penjualan dan komunikasinya kepada calon pembeli, disamping penjualan secara off-line dalam memperluas pangsa pasar perusahaan.

 

Mengulas Maksud Permendag Tentang Pembatasan Gerai Waralaba
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan RI, mengeluarkan peraturan pembatasan gerai waralaba yang tertuang dalam Permendag nomor 68 tahun 2012, dan Permendag nomor 70 tahun 2013. Apa tujuan dari pe
Read More
Mendorong Pemasaran Produk UMKM hingga ke Toko Modern
Besarnya pasar domestik merupakan daya tarik tersendiri bagi investasi di sektor ritel dan pusat belanja. Mencermati besarnya pangsa pasar domestik tersebut, Pemerintah terus berupaya mendorong pemasa
Read More
Kemendag Siapkan Penghargaan Bagi Waralaba Indonesia
Saat ini, Kementerian Perdagangan sedang menyiapkan sebuah rangkaian kegiatan apresiasi Penghargaan Waralaba Indonesia  untuk para pelaku bisnis waralaba di Indonesia. Apresiasi tersebut akan dil
Read More
Pewaralaba Wajib Gunakan Logo Waralaba
Jumlah gerai waralaba di Indonesia saat ini mencapai lebih kurang 22-ribuan tersebar di seluruh kota-kota di Indonesia. Dari jumlah tersebut, tercatat 262 pemberi waralaba sudah memegang Surat Tanda P
Read More