Efektifitas Penjualan Dengan Media Sosial

Memiliki kreatifitas dan inovasi dalam menawarkan dan menjual suatu produk atau  jasa, sudah menjadi syarat utama yang perlu dimiliki oleh setiap penjual pada era digital seperti saat ini. Salah satu cara pemasaran yang inovatif untuk menjual suatu produk atau jasa dan sedang tren digunakan beberapa tahun  terakhir  adalah  dengan  memanfaatkan  media sosial, yang dapat  diakses  melalui internet dengan menggunakan PC, laptop, tablet maupun smartphone atau hp.

Cara ini tentu sangat memudahkan dan memungkinkan bagi banyak orang untuk dapat berbisnis melalui media sosial. Menurut data bulan Januari 2016 jumlah pengguna media sosial di Indonesia sudah mencapai 79 juta orang dan ini merupakan pasar yang potensial. Pemanfaatan media sosial ini dapat terjadi karena media sosial memiliki sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki  media pemasaran konvensional sebelumnya.

Kini setiap orang dapat dengan  gampang menjalankan bisnis dengan biaya lebih murah, mudah dan cepat, hanya apabila telah memahami cara pengunaannya dari media sosial tersebut. Berikut ini keunggulan dari cara pemasaran untuk menawarkan & menjual produk atau jasa Anda dengan menggunakan media sosial : 1) Biaya edukasi/iklan yang sangat murah, 2) Dapat dijalankan selama 24 jam, 3) Mampu saling berinteraksi, 4) Langsung terkoneksi dengan (calon) pelanggan secara real time, 5) Jangkauan yang sangat luas, 6) Dapat umpan balik dari pelanggan , 7) Menghemat waktu, 8) Tidak perlu menggunakan tenaga Salespeople.

Namun meskipun cara pemasaran dengan menggunakan media sosial memiliki beberapa kelebihan, ada hal-hal yang sering dilupakan dan kurang  diperhatikan oleh para pebisnis, terutama pada cara mereka menawarkan, mempromosikan dan menjual suatu produk atau jasa bisnisnya, sehingga bukannya menimbulkan ketertarikan oleh prospek atau pelanggan, tetapi  sebaliknya pelanggan merasa terganggu, membosankan dan menjengkelkan dengan cara – cara yang dilakukan para pebisnis tersebut.

Anda tentu sering mengalaminya setiap hari, ketika ada pesan yang masuk ke smartphone/hp  atau tablet anda –baik dalam bentuk tulisan, gambar maupun vlog dan setelah Anda buka, ternyata pesan tersebut adalah pesan sebuah  iklan  yang  menawarkan  dan  menjual suatu produk atau layanan jasa, dan  ini bisa belasan kali terjadi dalam sehari.  Bagaimana perasaan Anda ketika setiap hari dibombardir oleh penawaran demi penawaran, iklan demi iklan dari suatu produk atau jasa hingga belasan kali setiap hari ? tentu cukup menyebalkan bukan!

Keadaan ini tentu akan sangat mengganggu, membosankan dan menyebalkan, sehingga dapat menurunkan tingkat kepercayaan dan respek Anda sebagai prospek atau pelanggan terhadap satu orang atau perusahaan yang terus-menerus menawarkan  dan  menawarkan,  menjuali dan menjuali pada Anda yang menjadi target  pasar dari produk maupun jasanya. 

Apakah  yang  dilakukan pebisnis  lakukan ini salah ? jawabannya TIDAK, sama sekali tidak salah, hanya saja CARA yang mereka lakukanlah yang SALAH.

Karena pada dasarnya setiap orang tidak suka/senang untuk ditawari atau dijuali sesuatu – produk atau jasa, tetapi setiap orang suka membeli.       Ini artinya bahwa ketika seorang pelanggan membuat keputusan untuk membeli satu produk atau jasa, pelanggan lebih suka/senang bila keputusannya tersebut berasal dari dalam dirinya sendiri, bukan karena pengaruh atau  persuasi pihak lain.

Media sosial akan menjadi media strategi pemasaran yang  sangat efektif dan efisien apabila Anda mengetahui dan mengerti cara memanfaatkannya. Sebagai pebisnis  Anda sebaiknya perlu mengetahui dan menerapkan cara yang tepat untuk meningkatkan efektifitas dari penggunaan media sosial terhadap penjualan di bisnis Anda.

Berikut  ini 3 langkah yang  efektif  dalam  memberdayakan media sosial agar penjualan  dan  pelanggan  di bisnis Anda meningkat.

Kumpulkan Database pelanggan Anda pada satu tempat saja, jangan terpisah-pisah – misalkan pada satu PC, tablet, laptop, atau smartphone lakukan back up untuk menghindari kehilangan atau pencurian data. Lakukan up-date secara berkala data setiap pelanggan dan pisahkan antara prospek dengan pelanggan. Buat strategi pemasaran yang berbeda diantara keduanya.

  

Berikan Edukasi secara berkala dan konsisten (contoh 1 - 2 kali dalam seminggu) dapat berupa tulisan, gambar dan Vlog kepada prospek/pelanggan Anda melalui media sosial, seperti WhatApps, BBM, Line, Instagram, FaceBook, LinkedIn, Twitter Dengan materi konten yang mengandung edukasi dan informasi yang sesuai dengan bisnis Anda dapat berupa; Artikel, Tips Praktis, Testimoni, gambar, dan vlog  yang bermanfaat dan bernilai tambah bagi prospek/pelanggan Anda.

     

Lakukan Promosi mengenai produk atau jasa Anda kepada pelanggan, hanya setelah Anda memberikan edukasi kepada pelanggan Anda. Dengan perbandingan 80% untuk konten edukasi dan 20% untuk promosi. Lebih banyak memberikan edukasi/informasi yang bermanfaat atau bernilai tambah daripada beriklan.

Sebelum Anda menyebarkan (broadcast) iklan penjualan  Anda, perlu juga diketahui faktor demografi dari para pelanggan di bisnis Anda, untuk menentukan media sosial mana yang  sesuai agar  lebih tepat sasaran. Seperti contoh media sosial Facebook akan lebih tepat untuk bisnis B2C (Business to Customer) sedangkan LinkedIn akan lebih tepat untuk bisnis B2B (Business to Business). Memberi dan memberi manfaat terlebih dahulu, lalu berpromosi. “Berbisnislah dengan Cerdas, agar Hasilnya Lebih Jelas”

Vence Ginting  

Active Coach

 

 

Franchisor Operator dan Franchisee Operator. Lebih Baik Mana?
Sistem franchise adalah duplikasi sukses bisnis untuk dijalankan oleh orang lain. Jadi, sebuah bisnis yang belum sukses bukanlah sebuah bisnis yang layak dipasarkan secara franchising. Sebuah bisnis d
Read More
Bisnis Waralaba untuk Ibu Rumah Tangga
Melakukan pemasaran bisnis secara waralaba (11) saat ini sudah mendunia. Lagi pula, di mata para pebisnis, dengan cara ini penguasaan pasar (market share) dapat dengan cepat dicapai tanpa modal sendir
Read More
Cara Memilih dan Menentukan Field Manager
Prinsip “Right People In The Right Place” hendaknya menjadi perhatian, khususnya bagi franchisor dalam menentukan posisi bagi setiap personil dalam organisasi bisnisnya. Pasalnya, posisi yang tepa
Read More
11: Dagang atau Membangun Kerajaan Binis?
Seringkali kita mendengar komentar orang memfranchisekan bisnis karena “latah-latahan”. Maksudnya ada yang hanya ikut-ikutan tren yang sedang ramai dilakukan orang, tetapi mereka tidak mempersiapk
Read More