Martabak Marlous, Sukses Karena Menyasar Pasar Premium

Dengan mengusung kualitas premium martabak asal Jakarta ini siap bersaing dengan kompetitor yang ada. Dengan tagline first premium martabak, produknya menyasar kalangan middle up.

Siapa yang tidak kenal dengan cemilan legit bernama martabak atau sebagian orang menyebutnya martabak manis? Tentunya anda sudah mengenal dan familiar bukan dengan makanan rakyat nan nikmat tersebut. Salah satu hal yang membuat jajanan ini banyak memiliki penggemar adalah perpaduan antara rasa manis yang menggigit dan legitnya adonan yang hangat. Membuat lidah penyukanya terus bergoyang mengecap nikmat si martabak manis.

Seiring berkembangnya tren dan juga selera pasar, kini banyak bermunculan variasi jajanan martabak. Mulai dari variasi rasa hingga tampilan menjadi senjata para pengrajin martabak untuk menarik minat pembeli. Kreatifitas memang selalu menjadi kunci sukses usaha, dan tak terkecuali dengan jajanan yang satu ini.

Mungkin sebagian dari anda sudah pernah mendengar atau bahkan mencicipi nikmatnya salah satu brand martabak manis bernama Martabak Marlous. Merek martabak yang mulai terkenal sekitaran tahun 2014 di bilangan Kalibata Jakarta-Selatan tersebut kini telah menjadi sebuah brand bisnis waralaba.

Usaha Martabak Marlous di waralabakan Januari 2016. Awal mula didirikannya martabak ini lantaran melihat kompetitor yang banyak menawarkan varian rasa dan inovasi. “Ketertarikan sang owner dalam mendirikan bisnis ini ingin menawarkan sesuatu yang berbeda dari Martabak pada umumnya, dengan mengunggulkan kualitas rasa medium high, sesuai tagline dari brand kami ‘first premium martabak’,” jelas Firdaus Andika, Bussines Development Martabak Marlous.

Firdaus mengatakan, untuk segi produk bahan yang digunakannnya pun tidak asal. Seperti contoh martabak manis Marlous, cokelat meses yang digunakan premium. Tak hanya itu topping untuk menambah nikmatnya martabak ini pun di taburi Toblerone, Silverqueen, Nutella, Skipi, dll. Untuk martabak telur, topping yang ditawarkan ada chicken, beef, dan tuna, tuna chesse.

Disinggung mengenai berapa jumlah investasi, Daus mengatakan kerja sama dengan pola waralaba yakni paket investasi senilai Rp 250 juta. Itu sudah mendapatkan semua peralatan dan pendukung untuk berjualan, termasuk bahan baku.

Ada yang menarik dari penawaran kerja sama di Martabak Marlous ini. Pertama ada sistem Join dengan pihak franchisee, dengan pembagian hasil 70% franchisee dan 30% franchisor. Kedua full investement atau murni kerja sama waralaba, dengan dikenakan royaltie fee per bulan dari omzet 5%.

Firdaus mengatakan, untuk soal rasa dan produk, di Martabak Marlous sendiri tidak mudah keras. Firdaus meyakini bahwa produknya ini dengan suhu normal jika dibandingkan dengan martabak lain pasti keras. “Jika martabak di Marlous disandingkan dengan martabak lain dengan kondisi dingin dan posisi martabak di buka dari dus selama 1 jam, martabak ini masih terasa lembut dan tidak keras baik itu martabak nya sendiri maupun topping-nya,” kenangnya.

Kedepan Firdaus mengatakan dalam menghadapi persaingan khususnya kompetitor yang bermunculan, Martabak Marlous sendiri akan terus berinovasi untuk kualitas rasa dan menambah varian terbaru untuk terobosan-terobosan. “Ada customer kita yang hobi dengan kuliner martabak mengatakan martabak Marlous yang kualitasnya berbeda dari martabak-martabak yang terkenal sekalipun. Bahkan customer tersebut tertarik untuk menjadi franchisee kita,“ tutupnya.

Alvin Pratama

Soto Kuin Abang Suhai, Melirik Bisnis Soto Kuin dengan Resep Turun Temurun
Soto menjadi salah satu kuliner khas nusantara. Ada banyak ragamnya, mengikuti daerah dimana soto itu berada. Salah satu yang terkenal adalah Soto Banjar Kuin asal Banjarmasin. Konon ditempat asalnya
Read More
Gracious Preschool & Kindergarten, Tawarkan Kemitraan dengan Buy Back Guarantee
Dengan kurikulum berbasis internasional, sekolah ini juga ditunjang dengan konsep lifestyle dan teknologi. Sistem kemitraan yang ditawarkan juga cukup menarik dengan buy Back guarantee. Ada yang cuku
Read More
De Wave Spa and Reflexology, Pendatang Baru di Bisnis Spa
Di industri waralaba, bisnis ini boleh dibilang baru tetapi ia adalah pemain lama di bisnis spa. Didirikan oleh Indra Krisma, sejak 2008 di Yogyakarta, dan mulai dimitrakan pada tahun 2012. Saat ini
Read More
AGTL Ny. Nani S Eksis Sejak 23 tahun, dan Go Franchise
Restoran Ayam Goreng Tulang Lunak Ny. Nani S sudah beken di Jakarta. Pelopor ayam tulang lunak ini terkenal sebagai rajanya nasi boks. Tahun ini mulai difranchisekan. Jika kebetulan jalan-jalan ke
Read More