Bisnis itu Simpel, Mulailah dengan Market Base yang Besar

Gairah bisnis di Indonesia terus tumbuh, terutama di sektor UMKM atau bisnis yang menyasar segmen menengah bawah. Beberapa dari mereka ada yang berhasil mengembangkan bisnisnya hingga besar. Namun tidak sedikit juga yang bisnisnya rontok di tengah jalan karena tidak diterima pasar, atau pasarnya belum siap menerima produk bisnisnya. 

Tidak terlalu sulit untuk memulai bisnis. Bisnis itu sebetulnya simpel. Jika bisnis Anda ingin cepat diterima pasar maka mulailah dengan bisnis yang produknya bisa diterima pasar. Bila bisnis anda sasarannya kalangan menengah bawah, atau all segmen maka carilah pangsa pasar atau market base yang luas.

Contoh misalnya jika berbisnis bakso, ayam goreng, sate, soto atau nasi goreng yang semua orang suka. Marketnya juga jelas dan luas, dari kalangan bawah sampai atas, dari anak-anak hingga orang tua semua suka.  Alhasil sebagai pebisnis juga tidak perlu edukasi dan sosialisasi untuk mengenalkan produknya ke konsumen karena semua orang sudah mengenal jenis produknya.  Sehingga tidak perlu effort yang sangat keras untuk masuk di pasar ini.

Tinggal bagaimana Anda mau berinovasi dan kreatif bila ingin dilihat berbeda oleh konsumen. Misalnya, membuat bakso dengan bentuk yang berbeda, dengan kuah yang lain dari biasanya. Atau dengan konsep gerai/booth atau promosi yang unik sehingga konsumen mau datang mencoba produknya.

Selanjutnya, tanggung jawab Anda untuk menjaga pelangggan yang loyal kalau mereka sudah menyukai produk Anda. Bagaimana caranya mereka mau datang lagi ke tempat Anda. Itu persoalan service dan marketing. Karena produk Anda bukan produk yang asing, tapi sudah familiar dan tidak membuat orang bosan.

Jadi sekali lagi, jangan yang aneh-aneh dalam membuat bisnis kalau memang Anda belum mengenal sekali market yang ingin Anda bidik. Kecuali jika Anda ingin bermain di pasar premium atau masuk ke blue ocean. Itu lain soal, karena market ini memang terbatas dan membutuhkan produk dan jasa yang segmented yang tidak bisa dikonsumsi semua kalangan.

Misalnya, jika Anda ingin memulai bisnis masakan Meksiko atau Eropa. Anda akan susah jika membidik pasar menengah bawah, karena lidah mereka belum terbiasa dengan produk itu. Anda harus mengedukasi konsumen untuk menyukai produk Anda. Itu membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar.

Terkadang, orang membuat bisnis itu suka idealis. Pengen kelihatan unik dan  tidak mau main di red ocean. Akhirnya tidak bisa bertahan lama karena pasarnya tidak menyukai, ia juga tidak mau mengedukasi konsumennya. Awalnya saja biasanya rame, selanjutnya orang jenuh dengan produk yang Anda jual karena bukan makanan sehari hari.  

Jadi saran saya bagi yang ingin memulai bisnis dari nol dan tidak punya pengalaman banyak di bidangnya, pertama, carilah bisnis yang simpel dengan produk yang sudah familiar serta market basenya luas. Kedua buat diferensiasi dengan kompetitor. Diferensiasi itu bisa dari produk, pelayanan maupun promosinya. Ketiga, jalankan bisnis tersebut dengan tekun dan semangat. Jangan mudah menyerah karena semua bisnis itu kadang naik dan kadang turun. Selamat berbisnis!

 

 

Menggali Potensi Kewirausahaan di Jawa Timur
Bulan lalu, Majalah Franchise Indonesia bersama Neo Organizer dan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), menggelar pameran franchise atau Info Franchise & Business Concept (IFBC) di Surabaya. Bertempat d
Read More