Bimbel Asal Bali Ini Siap Bersaing di Industri Waralaba

Satu lagi peluang bisnis bimbingan belajar atau bimbel yang akan meramaikan industri waralaba Indonesia. Kali ini pemain waralaba bimbel berasal dari Denpasar, Bali, yaitu Ganda Edukasi.  

Ganda Edukasi bisa dibilang cukup unik dalam mengembangkan metode belajarnya. Dalam pembalajarannya bimbel ini menggunakan sistem baru berbasis Android. Hal ini memungkinkan  siswa bisa memilih guru yang diinginkan. Siswa juga bisa mengatur jadwal sendiri.

Dengan demikian, menurut Ganda Edukasi, siswa dapat lebih efektif belajar. Dengan aplikasi ini Ganda Edukasi juga memungkinkan calon mitra untuk tidak menyediakan tempat usaha karena bimbingan belajar bisa bersifat privat, belajar dari rumah ke rumah.

Ganda Edukasi menyediakan jasa bimbel privat maupun kelompok kecil mulai dari playgroup, TK, SD, SMP, SMA, kuliah hingga umum. Untuk TK kurikulum membaca dan menulis, untuk SD semua mata pelajaran dan untuk SMP-SMA mata pelajaran untuk UN, sedangkan jenjang mahasiswa berupa mata kuliah dasar. Program kelas biasanya dibuka dengan maksimal anggota lima siswa.

Selain itu, ada juga program Ganda Talent untuk hobi dan musik. Biaya kursus mulai Rp 50.000–Rp 100.000 per sesi. Sedangkan untuk  bisa menggunakan aplikasi, siswa perlu membayar biaya Rp 200.000 di awal. Untuk sistem baru dengan aplikasi ini biaya kursus dihitung per sesi atau per hari. Sementara pada sistem lama dulu dibayarkan per bulan sekitar Rp 450.000–Rp 1,5 juta.

Mulai 2016, Ganda Edukasi akan menyediakan tambahan fasilitas bagi mitra anyar yakni aplikasi yang dikembangkan pusat untuk meningkatkan layanan kepada konsumen.

Ganda Edukasi sendiri berdiri sejak 2008 oleh I Made Adhy Suryanta Saputra. Ia mulai menawarkan peluang kemitraan pada 2014. Saat ini sudah ada empat gerai pusat dan tiga gerai mitra di Bali. Bagi yang beminat Ganda Edukasijuga menyediakan satu paket kemitraan yang ditawarkan, yakni senilai Rp 70 juta. Mitra akan mendapatkan hak penggunaan merek selama lima tahun hingga tujuh tahun, sistem administrasi, tenaga pengajar, kurikulum dan promosi.

Saat ini Ganda Edukasi memiliki total 64 tenaga guru untuk memasok ke cabang dan mitra. Jumlah dan kualitas pengajar akan dievaluasi tiap tiga bulan pusat. Nanda mengharapkan bisa menggandeng tujuh mitra anyar sepanjang tahun ini.

Lalu seberapa menggiurkan omzet bisnis ini? Ganda Edukasi mengestimasi omzet sekitar Rp 40 juta per bulan. Mitra dikutip biaya royalti sebesar Rp 2 juta–Rp 2,5 juta untuk dua tahun pertama. Mitra juga menanggung gaji pengajar sebesar 40% dan 60% dibayar pusat. Untuk tahun ketiga sampai kelima mitra akan dikenakan biaya royalti Rp 1 juta–Rp 1,5 juta dan biaya 25% dari omzet bulanan untuk gaji pengajar.

Bagi calon investor, peluang bisnis yang ditawarkan Ganda Edukasi tentunya sangat menarik apalagi ada paket bisnis yang menawarkan investasi Rp 70 juta yang bisa dibilang terjangkau untuk ukuran skala bisnis pendidikan. Namun sebelum membeli alangkah baiknya melakukan investigasi dan diteliti dengan cermat sehingga bisa betul betul yakin dengan estimasi bisnis yang dijanjikan. (ZR)

 

Yoya Hijab Memanfaatkan Member untuk Memperkuat Jaringan Bisnis
Perkembangan hijab sebagai bagian penting bagi wanita untuk menutup kepala kini semakin eksis. Ragam warna dan motif menjadi kekuatan hijab hingga kehadirannya mampu menyulap 
Read More
Meet Up Ice Blend, Peluang Bisnis Ice Blend Asal Surakarta
Ice Blend, minuman yang di gandrungi anak muda ini sudah merambah ke masyarakat perkotaan besar. Tak sedikit yang mewaralabakan minuman ini. Salah satunya adalah Meet Up Ice Blend. Seperti apa peluang
Read More
Sajian Bebek dengan Resep dari Pulau Asam
Saat ini resto yang menyajikan menu kudapan bebek kian digandrungi masyarakat Indonesia. Disamping kaya protein dan memiliki daging yang legit, bebek juga memiliki cita rasa tersendiri. Jika dipadu de
Read More
Martabak Marlous, Sukses Karena Menyasar Pasar Premium
Dengan mengusung kualitas premium martabak asal Jakarta ini siap bersaing dengan kompetitor yang ada. Dengan tagline first premium martabak, produknya menyasar kalangan middle up. Siapa yang tidak k
Read More