Heerlijk Cafe, Mengusung Konsep Kafe Tempo Doeloe

Satu lagi pendatang baru yang akan meramaikan industri franchise di Indonesia di sektor bisnis kafe. Mengusung konsep kafe tempo doeloe, ia siap meraimaikan industri franchise.   

Adalah Heerlijk Café nama yang didirikan oleh Aditya Hayu Wicaksono ini. Berdiri pada 4 November 2010, Heerlijk  kini telah memiliki 4 gerai di Surabaya yaitu di RS Darmo Surabaya (Raya Darmo 90), Perpustakaan Bank Indonesia (Jalan Taman Mayangkara 6), Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Timur (Jalan Menur Pumpungan 32), dan Red Planet Hotel Surabaya (jalan Arjuno 64-66).

Mengusung konsep Kafe Tempoe Doeloe, Heerlijk  ingin masyarakat Indonesia mengetahui sejarahnya, minimal kotanya masing-masing. “Namun kami mix juga dengan modern style. Sedang produk kami juga fusion Indonesia, Asia dan sedikit Eropa yang telah kami Indonesia kan. Bahasa Menunya pun memakai bahasa daerah, atau kalau sekarang ini memakai bahasa Surabaya/Jawa,” ujar Aditya.  

Kenapa memakai konsep ini? “Karena kami ingin masyarakat bangga dengan bahasa yang dimilikinya, bukan bahasa luar. Kami ingin menampilkan budaya dan sejarah bangsa Indonesia, agar mereka bangga terhadap budaya Indonesia, namun dikemas dengan menarik dan bisa diterima pasar,” ujar Aditya.

Beberapa menu yang disajikan antara lain, Mie Like This, Segor (sego goreng) echo, Rawon Grobiak, Mie Ngamen (Ramen), Sego Mangkok (Rice Bowl), dll. Kami juga memiliki produk es krim yang bekerjasama dengan Unilever/Walls. Seperti Magnum Slulup, Es Dung dung ces, Dung Dung Pret, Es krim Wedok Jepang dll, dengan range harga Rp 10.000 – Rp 40.000.

Nama Heerlijk sendiri berasal dari bahasa Belanda yang artinya “ueenaak”. “Kalo Leker artinya “enak”, heerlijk berarti lebih dari “enak”. Atau juga bisa diartikan nyaman, atau semisal “eh lagunya enak ya?” Nah itu bisa juga memakai kata heerlijk,” katanya.

Aditya mengaku, awalnya dia bingung memakai nama apa, tapi ia berpikir harus bahasa Belanda karena sebagaimana Heerlijk yang didirikan pertama kali di RS Darmo yang berumur lebih dari 90 tahun dan dibangun oleh arsitek serta dulunya RS Belanda, maka cocoklah nama tersebut. “Di RS Darmo merupakan saksi bisu sejak 90 tahun perjuangan arek-arek Suroboyo. Dan ketemulah nama heerlijk ini setelah mencari bahasa Belanda lainnya,” tuturnya.

Ia mengungkapkan awal mula dirinya tertarik mendirikan bisnis ini. Menurutnya,  sejarah bedirinya Heerlijk berawal ketika pada 2008 ibunya masuk di RS Darmo Surabaya. “Pastinya ketika kita menunggu orang sakit akan jenuh, dan kita tidak menemukan tempat nongkrong untuk melepas kejenuhan kita untuk sementara waktu itu. Dan juga saya melihat pasien dan tamu di RS Darmo adalah menengah ke atas. Namun yang ada di RS Darmo hanyalah kantin yang menjual nasi bungkus. Masak orang kaya makan nasi bungkus? Jadi peluang ini yang saya tangkap, dan saya presentasikan ide saya di depan direksi RS Darmo dan baru dibuka pada tahun 2010,” kisahnya.

Heerlijk, kata Aditya, memiliki tagline Where People Meet. Pasalnya, Heerlijk ingin café ini menjadi tempatnya berkumpul semua orang dengan berbagai golongan atau komunitas. “Di Surabaya kami telah menggandengan 100 komunitas lebih, dari komunitas arisan sampai dengan komunitas mobil atau professional muda. Kami menciptakan ambience yang belum dimiliki oleh yang lain, kami berdiri di bangunan cagar budaya dan di tengah kota yang tidak semua orang bisa mengaksesnya,” katanya.

Tahun 2016, Heerlijk mulai menawarkan peluang bisnisnya kepada calon investor yang berminat. Selama 6 tahun ini kami telah menyiapkan infrastruktur dan juga tim SDM dalam rangka franchise, jadi kami merasa sangat siap dan harus siap untuk franchise.

Lalu apakah bisnis ini sudah proven? “Soal proven, pastinya ya mas, soalnya sudah 6 tahun ini kami memiliki outlet sendiri dan juga kami telah memiliki pengalaman dalam menangani outlet sendiri. Rata-rata pengunjung perharinya sekitar 70 orang,” jelas Aditya.

“Selain itu, kami juga telah menjalin kerjasama dengan beberapa instansi, seperti Bank Indonesia, Kereta Api, Red Planet Hotel, Propinsi Jawa Timur dll, dan mereka menawarkan banyak tempat yang bisa dijadikan café. Sedangkan dengan keunikan serta produk kami, kami yakin pasar akan dapat meresponnya dengan baik,” tambah pria yang menjabat sebagai direktur utama PT Prajna Global Indonesia, perusahaan pemilik brand Heerlijk ini.

Heerlijk menawarkan peluang bisnis dengan investasi sekitar Rp 600 juta – Rp 700 juta, tergantung besaran tempatnya.  “Itu tidak termasuk gaji pegawai, namun sudah termasuk peralatan, renovasi, franchise fee, system kasir, setting awal dll.

Adapun royalty fee yang kami pungut sekitar 5%, dan diperkirakan franchisee dapat meraih BEP pada kurun waktu 3 tahun,” pungkas Aditya.  

 

Zaziri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Meet Up Ice Blend, Peluang Bisnis Ice Blend Asal Surakarta
Ice Blend, minuman yang di gandrungi anak muda ini sudah merambah ke masyarakat perkotaan besar. Tak sedikit yang mewaralabakan minuman ini. Salah satunya adalah Meet Up Ice Blend. Seperti apa peluang
Read More
What's Up Cafe, Cafe kekinian yang akan difranchisekan
Terlahir lantaran banyaknya penikmat mie instan, Café ini mampu menaikkan derajat mie instan dengan menyajikan fasilitas dan suasana yang cozy. Tahun ini What’s Up Cafe menawarkan peluang
Read More
Radja Ketjil, Rumah Makan Raja Bercita Rasa China Peranakan
Mengusung resto china peranakan, Radja Ketjil tampil membidik pangsa pasar menengah. Restoran yang sudah berdiri sejak 2007 ini mulai menawarkan peluang bisnisnya tahun ini. Seberapa prospektif peluan
Read More
Restoran Seafood yang Menawarkan Pengalaman Baru Seperti di Korea dan Thailand
The Seafood Tower adalah nama restoran ini. Pertama kali didirikan pada Juni 2016 di bilangan Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Bagaimana peluang bisnisnya? Restaurant ini berkonsep unik mengadopsi konsep
Read More