Memanfaatkan Momentum MEA

Pelaku usaha waralaba nasional dapat memanfaatkan momentum MEA sebagai peluang untuk perluasan pangsa pasar dan investasi. Terutama usaha waralaba yang bergerak di bidang kuliner dan spa yang merupakan bidang usaha potensial untuk dikembangkan dan bersaing dengan merek waralaba mancanegara.

Pemerintah juga senantiasa mendukung perkembangan industri waralaba melalui program Pendampingan Waralaba Nasional serta fasilitasi pameran baik di dalam maupun di luar negeri.

Namun demikian, untuk dapat lebih berkembang pelaku usaha waralaba dapat mengembangkan sistem manajemen bisnis dan strategi pemasaran dengan berdasar pada best practice, market intelligence, serta ide kreatif.

Karena yang menjadi salah satu kekurangan dari pelaku usaha waralaba lokal adalah masih menggunakan sistem manajemen yang masih sederhana.

Optimisme akan menjadi kata kunti utama dalam dunia entrepreneurship sehingga setiap pelaku usaha harus tetap optimis bahwa meskipun kondisi perekonomian yang sedikit kurang menguntungkan, waralaba lokal Indonesia dapat terus tumbuh meskipun kurang maksimal.

Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia merupakan pasar yang amat potensial. Pelaku waralaba lokal harus mampu membenahi sistem manajemen dan strategi pemasarannya. Karena ini merupakan salah satu kunci keberhasilan bisnis waralaba.

Dalam analisa Kementerian Perdagangan mengacu pada jumlah penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) pada semester pertama tahun 2016 dan dibandingkan dengan semester yang sama ditahun 2015, pertumbuhan waralaba mengalami penurunan. Dimana semester pertama 2015 jumlah STPW yang diterbitkan sebanyak 27 STPW dan semester yang sama di tahun ini sebanyak 11 STPW.

Angka ini disebabkan perkembangan bisnis waralaba Indonesia masih didominasi oleh Business Opportunity (BO).

Berdasarkan data Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), perbandingan bisnis waralaba dan BO di Indonesia adalah 10% dan 90%. Sehingga angka penerbitan STPW diatas bukanlah kesimpulan negatif. Mengingkat, jika diakumulasi, per tahunnya, sektor waralaba menunjukkan pertumbuhan 2% sedangkan BO antara 8% hingga 10% per tahun.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa bisnis waralaba di Indonesia terus tumbuh walaupun pertumbuhannya masih belum seperti yang diharapkan.

Data penerbitan STPW pada Kemendag, saat ini di Indonesia terdapat sekitar 700 merek waralaba namun hanya 55 yang merupakan waralaba lokal. Hal ini mengindikasikan masih besarnya potensi waralaba di Indonesia untuk dikembangkan.

Memanfaatkan MEA Sebagai Sarana Ekspansi Usaha Hingga ke Luar Negeri
Di dalam Rencana Strategis Kementerian Perdagangan tahun 2014 hingga 2019, kebijakan difokuskan difokuskan pada peningkatan ekspor non migas, penguatan pasar dalam negeri dan pengamanan
Read More
Mendorong Waralaba ke Pemasaran Sistem Digital
Potensi pasar e-commerce sangat besar di Indonesia. Jika mengacu pada data Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia dan emarketer pada 2015 terdapat 88,1 juta pengguna internet dan 63,4 juta pengguna
Read More
Syarat dan Ketentuan Pendaftaran STPW yang Wajib Dimiliki oleh Pemberi dan Penerima Waralaba
Standar dan ketentuan pendaftaran STPW diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 tentang waralaba, dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 53/M-DAG/PER/8/2012 Jo. Peraturan Menteri Perdaga
Read More
Pewaralaba Wajib Gunakan Logo Waralaba
Jumlah gerai waralaba di Indonesia saat ini mencapai lebih kurang 22-ribuan tersebar di seluruh kota-kota di Indonesia. Dari jumlah tersebut, tercatat 262 pemberi waralaba sudah memegang Surat Tanda P
Read More