Ricky Ferdinan Sutrisn, Magister Arsitektur Banting Setir ke Bisnis Kebab

Magister Arsitektur Banting Setir ke Bisnis Kebab

Pria kelahiran Tulung Agung 9 Desember 1985 ini memilih untuk menekuni bisnisnya di dunia kuliner setelah bergelar Magister Arsitektur Universitas Atma Jaya. Bagaimana kisahnya?

Setelah lulus S1 jurusan teknik program studi arsitektur di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, ia melanjutkan kuliah S2 di Pasca Sarjana Universitas Atma Jaya Magister Arsitektur.

Dalam masa kuliah S2 tersebut ia fokus bekerja sebagai desain interior dan membuat maket. Setelah lulus kuliah ia pun masih bekerja di bidang interior.

“Kemudian pada tahun 2014 saya dan kekasih saya, Silvia sering berkunjung dalam pameran-pameran di JEC baik pameran kuliner maupun elektronik. Di suatu waktu kami berkunjung, ada makanan yang menarik minat saya yaitu kebab. Kebab bagi kami waktu itu adalah makanan unik dengan harga yang relatif terjangkau,” kata Ricky.

Kemudian ia berkeliling Yogya, dan disana Ricky melihat beberapa penjual kebab berbeda merek yang berjualan di pinggir jalan.

“Setelah saya amati bahwa mereka berjualan dengan menu yang sama cuma beda penamaan. Dari situlah muncul ide dari kami untuk mencoba bisnis kebab tapi harus ada yang unik agar lebih menarik minat pembeli. Maka muncullah ide untuk membuat bisnis Black Kebab, kebab hitam dengan keunikan kulit kebab yang berwarna hitam yang berasal dari pewarna yang aman bagi tubuh yaitu dari kluwak yang memiliki manfaat seperti menurunkan kadar kolesterol, betakarotin, zat besi, antioksidan, mengandung vitamin A, B1 dan C,” papar Ricky.

Kluwak sendiri menurut Ricky merupakan rempah khas Indonesia yang tidak terdapat di negara lain sehingga jika ia memakai kluwak maka juga mengangkat citra Indonesia di mata dunia.

Selama satu tahun menjalankan bisnis ini ternyata respon masyarakat meningkat terus dan pada akhir tahun 2015 mulai kami lah menawarkan Black Kebab dengan sistem kemitraan.

Selain itu, ia tertarik di dunia kuliner karena senang memasak dan berkeliling untuk kulineran, serta mencoba berbagai makanan yang unik. “Dan bagi saya kebab adalah makanan yang unik karena meskipun makanan khas timur tengah dapat diterima masyarakat Indonesia. Itulah maka saya tertantang untuk membuat bisnis kebab, Black Kebab yang unik dengan cita rasa khas Indonesia,” jelasnya.

Di saat awal mula bisnis Black Kebab, ia mengaku harus berjibaku dengan waktu kuliah dan mengurusi outlet sendiri setelah pulang kuliah. “Hujan kehujanan panas kepanasan, menata barang, mengecek barang dilakukan sendiri bersama kekasih saya,” ucap Ricky.

Dengan pengalaman selama perjalanan bisnisnya, Ricky mengaku telah mememiliki dasar yang cukup untuk merealisasikan rencananya yaitu ekspansi internasional di tahun 2017.

Julhan Sifadi

 

Yonathan Sebastian Liyanto, Berawal dari Kecintaan yang Membuahkan Hasil
Terlahir dari keluarga pebisnis membuat pria bernama lengkap Yonathan Sebastian Liyanto tidak bertahan lama bekerja di perusahaan. Beberapa jenis usaha sudah pernah ia geluti, mulai dari usaha toko se
Read More
Penggagas Franchise di AJBS Group
Wanita cantik pemilik nama Indriani Suhartono ini adalah generasi ketiga, penerus salah satu perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang trading mur dan baut di Surabaya, yaitu AJBS Group. Putri pert
Read More
Renny Rantika, Sukses Mengembangkan Jaringan Waralaba Ayam Keprabon
Bersama suami tercinta, dia membongkar tabungan terakhirnya untuk memulai usaha dari rumahnya yang sederhana. Kini ia sukses mengembangkan jaringam waralaba Ayam Keprabon ke penjuru nusantara. 
Read More
Darin Nasywa Alia, Punya Bisnis Sendiri di Usia 10 Tahun
Kebanyakan anak seusianya lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bermain. Tetapi Darin Nasywa Alia, lebih memilih berbisnis. Di usianya yang memasuki 10 tahun, Darin, panggilan akrabnya memilih me
Read More