Fendy Julianto, Asisten Dokter Yang Banting Stir ke Bisnis Pijat Reflexy

Asisten Dokter Yang Banting Setir ke Bisnis Pijat Reflexy

Fendy Julianto sejatinya mengawali kariernya sebagai asisten dokter. Namun kepandaiannya dalam melakukan pijat refleksi membawa pria kelahiran Jakarta, 30 Juli 1989 membuka bisnis di bidang jasa reflexy. Saat ia kuliah di Beijing pria yang akrab disapa Fendy ini melihat bisnis refleksi di Beijing.

Di sana, hampir semua bisnis yang maju dan berkembang adalah bisnis dengan skema franchise, terutama pijat refleksi. Itupula yang membuat dirinya terjun ke bisnis franchise, karena melihat peluang pijat refleksi di Indonesia tergolong masih sedikit.

Di tahun 2015 Fendy pun tertarik mendirikan bisnis jasa reflexy. Ia berpikir bahwa bisnis ini terhitung bukan bisnis musiman karena selalu dibutuhkan di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan modal keberanian yang tinggi ia pun menekuni bisnis reflexy dengan konsep keluarga.

Selang 1 tahun, ia mengingat ketika waktu ia masa kuliah, bahwa bisnis di negara sana maju lantaran menerapkan system franchise. Dari sinilah ia pun mencari tau bagaimana syarat-syarat mewaralabakan bisnis. Syarat demi syarat dipenuhinya hingga 2016 awal bisnisnya pun menawarkan peluang franchise.

“Tahun ini kami memulai franchise NEST Family Reflexology. Saat ini kami memiliki 5 Outlet milik sendiri, dan memiliki 3 mitra franchisee yang akan segera membuka outletnya di akhir 2016,” ujar Fandy.

Dalam menjalankan roda bisnisnya Fendy menerapkan visi yakni menjadi tempat pijat keluarga yang bisa ramai dikunjungi dikarenakan pijitan, fasilitas, perawatan dan pelayannnya. “Oleh karena itu dalam 5 tahun ini kami terus mengembangkan NEST Family Reflexology agar dapat memiliki standar yang baik, kualitas yang baik serta brand awareness yang baik,” katanya.

“Kinerja bisnis yang kami kelola dengan team sangat baik dan kami terus berkembang dan belajar untuk lebih baik. Kepuasan hanya ada saat kita dapat terus berkembang dari hari ke hari,” ucap pria hobi memancing ini.

Kini, Fendy bisa mengelola bisnis lebih dinamis dan lebih mudah daripada masa masa awal saat ia merintis, karena pada masa sekarang perusahaan dibantu oleh sumber daya manusia yang cukup, semua fokus pada divisi dan pekerjaan masing-masing.

“Sebelumnya saya selalu menerapkan cara berpikir bahwa masalah yang dapat membuat kita lebih bijaksana, oleh karena itu saya tidak membenci masalah atau kendala di dalam sebuah bisnis,” bebernya.

Meski jerih payahnya sudah terbayarkan, namun Fendy kedepan ingin menjadikan  perusahaannya menjadi yang terbaik di Indonesia, di bidang family Spa.

Alvin Pratama

Selvie Susanthi, Pegawai Swasta Yang Banting Stir Geluti Usaha Kuliner
Bagi wanita kelahiran Jakarta, 2 Oktober 1976 ini, belajar berbisnis adalah hal yang mudah. Ia pun memiliki trik tersendiri untuk terjun ke dunia bisnis. Salah satunya dengan cara menggali informasi-i
Read More
Novita Sianipar, Ingin Bekerja yang Turut Membangun Bangsa
Sebelumnya, wanita dengan nama lengkap Novita Sianipar ini berkarir di perusahaan advertising dengan posisi sebagai Account Manager. Dengan posisinya itu, ia menghabiskan waktu kerjanya dengan dunia i
Read More
Eric Scada, Tak Patah Semangat Menjadi Kunci Suksesnya
Bermula dari pecinta karaoke, pria bernama lengkap Eric Scada menerjunkan diri untuk berkecimpung menggeluti bisnis karaoke yang bernama Lyrics Karaoke yang bersama Lyra Virna ini. Dulu semasa kuliah
Read More
Agung Haryo Praponco, Ketekunan Yang Membuahkan Hasil
Pria kelahiran 46 tahun silam ini memulai debut usahanya sejak 2006 yang lalu. Agung mulai berkreasi membuat tahu yang kemudian dikombinasikan dengan adonan bakso khas Semarang yakni Tahu Bakso, karen
Read More