BTPN dan AFI Berkolaborasi untuk Membangun Ekonomi Indonesia

Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), Tbk, bersama Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) kembali menginsipirasi para pelaku usaha untuk menjadi tuan rumah dinegeri sendiri. 

Kolaborasi antara AFI dan BTPN tersebut diwujudkan dalam bentuk dialog yang menghadirkan para pelaku usaha waralaba Indonesia, serta menghadirkan Handry Satriago, CEO GE Indonesia.

Dalam paparannya, Handry Satriago mengungkapkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini serta tantangan dan peluang-peluang yang bisa diraih oleh para pelaku usaha.

Ia mengaku optimis bahwa pelaku usaha Indonesia mampu merebut pasar di negeri sendiri dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Namun demikian menurut Handry, bukan hanya besar di negeri sendiri tetapi harus mampu membuktikan diri bahwa dapat bersaing di pasar global.

“Ada banyak pengusaha asing yang jika hendak berinvestasi atau bermitra, dia akan mencari perusahaan yang ia kenal, atau setidaknya dia mengenal pemiliknya siapa, latar belakangnya bagaimana,” kata Handry Satriago.

Oleh karena itu, menurutnya, eksistensi di pasar global juga dibutuhkan untuk memperkuat daya saing.

Dialog tersebut dilangsungkan mulai pukul 16.45 di gedung utama Bank BTPN di bilangan Kuningan Jakarta, hingga jelang buka puasa, yang dilanjutkan makan malam dan diskusi terbuka.

Dihadiri sejumlah pewaralaba antara lain, Martha Tilaar Salon Day Spa, Quick Chicken, TX Travel, Double Dipps, Kebab Turki Baba Rafi, Yagami Ramen, Mie Aceh Seulawah, Sour Sally Mini, Bakmi Naga Resto, Bakso Alex, Amazy Fried Chicken, Nakamura, dan Ayam Bakar Mas Mono. Sementara dari jajaran AFI, ikut hadir Sekjen AFI, Andrew Nugroho.

Acara dibuka langsung oleh Head of Pension Business BTPN, Vincentius Hidayat.

Dalam sambutannya, Vincentius Hidayat  berterima kasih kepada para peserta yang telah hadir.

“Sore ini kita bisa berkumpul bersama atas hasil kerjasama BTPN dan Asosiasi Franchise Indonesia yang memiliki kesamaan visi dan misi yaitu mengubah hidup jutaan massmarket Indonesia menjadi lebih baik.” kata Vincentius Hidayat.  

Ia melanjutkan, melalui program daya, BTPN memberikan program peningkatan kapasitas kepada nasabah, dalam bidang kesehatan dan usaha.

Salah satu program daya di bidang usaha adalah peluang usaha baru yang bertujuan memberikan alternatif usaha yang dapat dijalankan nasabah sebagai cara untuk menambah pendapatan.

Bisnis franchise menurut Vincentius Hidayat merupakan pilihan alternatif usaha yang sangat tepat bagi mereka yang baru memulai usaha karena dengan merek, sistem, dan jaringan yang telah dimiliki, maka risiko usaha dapat diminimalisir.

“Salah satu lini bisnis kami yaitu BTPN Purnabakti yang nasabahnya tidak hanya dari Pegawai Negeri Sipil dan ABRI yang memasuki masa pensiun tetapi juga mereka yang masih aktif, merupakan potensi besar bagi perkembangan bisnis franchise Indonesia,” papar Vincentius.

Ia berharap dengan kolaborasi tersebut, semakin banyak pihak yang terlibat dalam pemberdayaan massmarket Indonesia, sehingga pada akhirnya berdampak terhadap berkembangnya ekonomi bangsa.

Julhan Sifadi

Suzuki APV Mega Carry Moko, Mobil Toko untuk Pebisnis Kuliner
Produsen mobil asal Jepang baru-baru ini meluncurkan mobil niaga yang didesain khusus untuk para pebisnis kuliner. Semakin maraknya pebisnis kuliner membuat Suzuki membuat inovasi dengan menambahkan v
Read More
Prochiz, Keju Berkualitas Internasional yang Banyak Digunakan Restoran Franchise
Produk Keju asli Indonesia ini sudah berkiprah di industri makanan sejak 2007. Keju ini banyak digunakan restoran franchise dan para UKM. Keju, makanan kuno yang sudah diproduksi sejak jaman dulu hin
Read More
Puratos Indonesia, Sediakan Improver Roti Berkualitas Yang Cocok untuk Pewaralaba
Puratos Indonesia menyediakan improver roti dengan merek unggulan S-500 Acti-Plus dan Soft’r Cotton Acti-Plus. Poruduk ini cocok untuk pebisnis waralaba yang bergelut di bidang bakery.   S
Read More
Datsun secara resmi luncurkan Datsun Go + Panca
Setelah tahun 1970an, Datsun terbaru kembali meluncur di Indonesia. Datsun Go + Panca menjadi produk perdana Low Cost Green Car yang diluncurkan untuk pasar Indonesia. Datsun, salah satu merek Niss
Read More