De Wave Spa and Reflexology, Pendatang Baru di Bisnis Spa

Di industri waralaba, bisnis ini boleh dibilang baru tetapi ia adalah pemain lama di bisnis spa.

Didirikan oleh Indra Krisma, sejak 2008 di Yogyakarta, dan mulai dimitrakan pada tahun 2012. Saat ini ia telah memiliki 10 cabang di wilayah Jawa Tengah dan tidak lama lagi akan masuk kota Jakarta.

Bedanya dengan spa yang lain, De Wave Spa khusus menyasar pasar di mal-mal. Tak heran 10 outletnya yang ada di Yogya, Solo, dan  Magelang 8 diantaranya di mal.

Dari sisi segmen pasar, De Wave Spa menyasar menengah atas namun harga setiap layanan atau produknya tetap terjangkau. Hal inilah yang menurut Indra menjadi pembeda dan salah satu keunikkan yang diusung.  

“Konsep bisnis ini lebih high class,  hal ini bisa dilihat dari tampilan outlet yang bersih dan mewah tetapi harga kita terjangkau,” kata Indra Krisma.

Jika mayoritas spa pada umumnya menyasar kaum wanita sebagai pelanggan, De Wave Spa berbeda, ia tidak mengkhususkan hanya kaum wanita saja. Kaum pria pun bisa mendapatkan layanan dari De Wave Spa. Karena selain spa, produk yang ditawarkan adalah reflexologi.

“Selama ini jika kita ngomong spa, mereka (pelanggan) kurang nyaman apalagi dengan eksterior yang high class, tetapi kita mau edukasi mereka bahwa layanan kita ini bersih dari anggapan-anggapan negatif,” papar Indra.

Ia tidak memungkiri bahwa dengan dibukanya kesempatan bagi pelanggan kaum adam atau pria, De Wave Spa akan dicap negatif. Tetapi hal itu menurut Indra, menjadi tantangan yang harus dijawab agar persepsi masyarakat berubah.

Di De Wave Spa, setiap pelanggan akan dilayani oleh gender yang sama. Jika pelanggan pria maka akan dilayani oleh pria, demikian pula sebaliknya. “Untuk customer pria akan dilayani oleh terapis pria, dan untuk customer wanita akan dilayani oleh terapis wanita,” ungkap Indra.

Bagi pelanggan pasangan suami istri, akan dilayani oleh terapis wanita namun beberapa treatmen tetap akan dilakukan oleh pria untuk pihak suami dari pelanggan pasangan.

“Awalnya banyak orang mikir spa hanya wanita. Pada saat saya ngomong spa ini untuk pria juga maka banyak asumsi-asumsi. Tetapi saat ini mulai terbangun image positif buktinya banyak pelanggan kita yang massage dari negara luar seperti Jepang, Singapura, dan lain-lain, mereka happy,” kata Indra.

Bisnis ini menawarkan investasi waralaba dengan nilai Rp 200 juta hingga Rp 500 juta atau sesuai luas lokasi. Untuk di mal dengan luas kurang lebih 45 meter persegi nilai investasi yang ditawarkan Rp 200 juta, sementara luas kurang lebih 100 meter persegi investasi kurang lebih Rp 400 juta.

Investasi di luar mal atau ruko kurang lebih Rp 350 juta hingga Rp 500 juta. Nilai franchisee fee Rp 5 juta selama kurun waktu 5 tahun dan royalti fee ,5%.

Dari nilai investasi tersebut, mitra mendapatkan marketing tools, POS, training dan rekrutmen karyawan, supporting, perencanaan, desain pembangunan interior dan eksterior, serta bahan baku untuk operasional awal. “Selanjutnya kita support bahan baku secara berkesinambungan, material promosi dan peralatan, visiting, dan maintenance selama kontrak,” jelas Indra.

Di tahun 2016, De Wave Spa telah menyasar sejumlah kota di Indonesia untuk ekpansi mulai dari pulau Jawa, Bali, Sulawesi (Makassar), Sumatera (Medan dan Palembang). “Syaratnya lokasi harus sesuai segmen menengah atas tetapi kita sarankan di mall yang sudah running bukan mall buka baru,” tutup CEO De Wave Spa itu.

Julhan Sifadi

Mopi Baca Tulis, Menjawab Tuntutan Kondisi Pendidikan di Indonesia
Bisnis ini terlahir dari tuntutan sistem pendidikan di Indonesia yang menghendaki anak-anak didik untuk dapat menguasai baca tulis sedini mungkin. Bagaimana peluang bisnisnya? Mopi Baca Tulis, nama
Read More
PT Sanindo Perkasa Abadi Peluang Bisnis Berprospek Cerah yang Belum Ada Pesaingnya
Kebakaran yang masih sangat sering terjadi di Indonesia, dan merupakan penyumbang penyebab bencana di Indonesia dengan angka mencapai 14%. Kebakaran bisa terjadi setiap hari, PT Sanindo Perkasa Abadi
Read More
Ayam Keprabon, Mencicipi Tawaran Bisnis Ayam Geprek Khas Surakarta
Beberapa tahun terakhir ini ayam geprek menjadi primadona bagi masyarakat. Cita rasanya yang gurih bercampur pedas begitu menggoda. Umumnya, ayam geprek dimasak krispi dan disajikan dengan cara disuwi
Read More
Pempek Ny.Farina, Peluang Bisnis Kuliner Khas Palembang Yang Prospektif
Di usianya yang  sudah 22  tahun, pempek asal Surabaya ini baru-baru ini menawarkan peluang franchise. Seperti apa peluang bisnisnya? Hampir tiap daerah di Indonesia memiliki kuliner khas m
Read More