Denny Santoso, Bakat Bisnisnya Terlahir dari Hobi Fitnes

Beranjak 35 tahun, Denny Santoso sudah sukses menjadi Founder dan CEO PT Jaya Sportindo, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang suplemen kesehatan. Ia semangat akan bisnisnya yang sudah ia rintis sejak ia masih duduk di bangku SMA.

Denny menceritakan awal ia berkecimpung di dunia bisnis, yaitu di saat games sedang booming di sekolahnya. Ia terpikir untuk menjual CD games kepada teman-temannya di kelas, karena permainan itu sedang banyak digemari. “Ya lumayanlah, saya jual ke teman-teman bisa dapat untung 10%, untungnya bisa saya pakai untuk main games lagi,” ujarnya.

Pria kelahiran Malang ini akhirnya menjadi ketagihan menjalani hobby berbisnisnya. Selepas lulus dari kampus STIKI Malang, Denny malah tercebur ke dalam hobi barunya yaitu nge-gym. Dari sana ia menjadi aktif mengkonsumsi suplemen kesehatan. “Karena suplemen itu hanya ada di Surabaya, dan saya tinggal di Malang. Kami jadi kesusahan membelinya. Saya memutuskan untuk membelinya melalui internet. Dan teman-temannya jadi titip beli ke saya,” kenang Denny.

Kini perusahaannya telah menjadi distributor resmi di Indonesia untuk produk suplemen asal Farmington, Connecticut, USA. Padahal dulunya ia masih menjual produknya itu dari pintu ke pintu. “Selama 2 tahun, saya keliling sendirian. Saya marketing sendiri, packaging sendiri dan anter sendiri,” cerita Denny. Sampai akhirnya di tahun 2003 ia memutuskan memakai jasa seseorang untuk membantunya mengemas produknya.

Denny mengaku edukasi adalah hal yang diperlukan untuk mendapatkan perhatian market. “Saat itu market saya belum sebesar sekarang. Untuk itu saya membuat majalah yang kita bagikan ke tempat fitnes,” ujar Denny. Majalah yang digratiskan itu ia tujukan untuk mengenalkan produknya kepada customer. “Orang tidak akan membeli suplemen mahal-mahal, kalau mereka tidak mengerti itu untuk apa. Oleh karena itu, kita edukasi, kita beri informasi melalui majalah yang tidak dijual,” kata Denny.

Ia mengaku sangat terbantu dengan perkembangan teknologi saat ini. Menurutnya kemudahan akses internet tersebut seharusnya dimanfaatkan CEO untuk pengembangan produk perusahaan. “Untuk memudahkan konsultasi customer, saya aktif memberikan panduan diet dan lain-lain di blog pribadi saya,” paparnya.

Puluhan tahun bergelut untuk mengembangkan bisnisnya, rupanya tertarik menggeluti business model. “Saya memang suka bisnis dari dulu, dan saya terbiasa learning by doing,” ujar Denny. Menurut Denny business model itu hanya dugaan dan prakiraan CEO. “Yang namanya business model itu hanya guesswork. Semua yang digambarkan di kerangka kanvas itu adalah dugaan si owner.  Yang mesti ditekankan di bisnis adalah aksinya. “You need to validate it with going out and meet your customer,” jelasnya.

Alvin Pratama

SABRINA, Banting Setir dari Teknik Sipil ke Usaha Tiram
Kesuksesan seseorang memang tidak bisa diprediksi walaupun kadang apa yang dilakukan bertolak belakang dengan defenisi ilmu yang dimiliki. Sabrina contohnya, pemilik perusahaan PT Sabrina Grange Im
Read More
Darin Nasywa Alia, Punya Bisnis Sendiri di Usia 10 Tahun
Kebanyakan anak seusianya lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bermain. Tetapi Darin Nasywa Alia, lebih memilih berbisnis. Di usianya yang memasuki 10 tahun, Darin, panggilan akrabnya memilih me
Read More
Ghita Nafeeza, Kegigihan Yang Membuahkan Hasil
Awalnya wanita bernama lengkap Githa Nafeeza adalah sebagai pembawa acara di beberapa stasiun televisi nasional. Namun seiring berjalannya waktu, ia banting stir meninggalkan dunia media dan terjun me
Read More
Dini Novita, Srikandi Dibalik Suksesnya Fun Science Indonesia
Paras cantik dengan senyum manis yang terbungkus rapi dengan hijab berwarna cream, melahirkan decak kagum siapa saja yang melihatnya. Bukan hanya karena kecantikannya, tetapi amanah yang diembannya.
Read More