Mereka Yang Punya Potensi Besar Menjadi Pemain Global

Indonesia menyimpan potensi bisnis kuliner yang sangat besar. Jika dikembangkan lebih baik lagi, usaha-usaha kuliner di Indonesia punya potensi besar bersaing di pentas global. Sebut saja merek-merek seperti Bakmi GM, Solaria, Hoka-Hoka Bento, Sate Khas Senayan, Soto Makassar, Restoran Rembulan, Gepuk Ny Ong, dan sebagainya.

Merek-merek di atas seyogyanya sudah sangat pantas jika dikembangkan menjadi usaha franchise. Diyakini, akan banyak calon investor yang berminat menjadi franchiseenya. Tidak hanya di dalam negeri saja, kemungkinan besar mereka juga sukses jika dikembangkan di luar negeri lewat pola franchise.

Tapi untuk menuju jalan ke sana memang tidak gampang, diperlukan kontrol yang ketat serta manajemen yang sudah canggih jika dikelola lewat cabang sendiri. Tetapi jika dikembangkan oleh pihak kedua lewat pola franchise saya kira jalannya akan sedikit lebih mudah, tinggal bagaimana membuat sistem control yang baik. Soal modal dan izin usaha pastinya akan lebih mudah kalau dipercayakan oleh investor lokal di sana.

Namun sayangnya, mereka memang belum membuka diri untuk menawarkan peluang bisnisnya kepada investor. Jangankan untuk ekspansi ke luar negeri, membuka peluang franchise di dalam negeri saja mereka belum mau. Mungkin mereka khawatir jika mereknya ditiru orang, atau ada investor nakal sehingga bisa membuat mereknya jelek. Tapi saya kira itu menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.

Karena bagaimanapun, di luar negeri ada semacam program global franchising. Dengan kata lain, pemerintah di luar sana mendorong merek-merek lokal unggulan untuk ekspansi ke luar negeri dengan sistem franchise. Di Malaysia saja sudah ada program seperti itu. Di Amerika sendiri, merek-merek lokal unggulan di sana malah banyak yang ekspansi ke luar meskipun  di dalam negerinya sendiri sangat luas.

Begitupun di Australia. Banyak merek-merek franchise sana yang ekspansi ke luar negeri walaupun wilayahnya sangat besar. Apabila negara seperti Singapura, Taiwan, Thailand, sangat wajar jika merek-merek unggulannya ekspansi ke luar karena pasar dalam negeri mereka terbatas.

Indonesia juga harusnya meniru negeri tetangga seperti Singapura, Thailand, Taiwan, Korea, Malaysia, yang usaha unggulannya banyak ekspansi ke luar negeri lewat franchise. Di kita, hanya beberapa merek saja yang ekspansi ke luar, itupun bisa dihitung dengan jari.

Usaha-usaha lokal unggulan yang saya sebutkan di awal saya rasa punya potensi besar jika ekspansi ke luar negeri lewat jalur franchise. Asalkan memiliki manajemen mumpuni dan mendapatkan investor yang tepat, saya rasa hambatan lainnya bisa diatasi.

Tapi memang susah juga kalau pemain lokal kita tidak punya visi go global dan enggan untuk difranchisekan. Mereka sudah merasa cukup buka cabang di negeri sendiri yang pasarnya cukup luas. Saya rasa itu tidak salah dan sudah menjadi hak mereka.

Pemerintah memang harusnya membantu dan mendorong ke arah sana. Jangan hanya membuat peraturan yang malah menghambat. Beberapa aturan yang dikeluarkan pemerintah, saya rasa membuat orang yang tidak mengerti franchise khawatir dan takut untuk franchise.

Padahal peraturan tersebut tujuannya baik yaitu untuk mendorong pertumbuhan di industri franchise, tapi justru malah menghambat.

 

 

 

Berbisnis Franchise Harus Punya Etika
Semua bisnis, apa pun jenisnya tidak bisa lepas dari yang namanya etika bisnis. Sebab berbisnis terkait erat dengan trust atau kepercayaan. Tanpa adanya trust akan sulit menjalin businessrelationship
Read More
Industri “Service High End” Memicu Peluang Bisnis Baru
Di banyak negara maju, industri high end service sudah mulai berkembang dan bahkan di beberapa negara asia seperti Cina dan Korea. Dalam kesempatan ini saya akan mencoba untuk membahas isu yang cender
Read More
Industri Franchise Jangan Jalan di Tempat !!!
Indonesia adalah Negara yang sangat makmur dan memiliki letak geografi yang sangat strategis. Negara ini berada di antara samudera pasifik dan samudera hindia, juga benua Australia dan asia. Kita juga
Read More
Menilik BO yang Baik
Istilah BO atau Businesss Opportunity dicetukan oleh saya sekitar 1995 tahun yang lalu. Istilah ini hanya ada di Indonesia. Di luar negeri tidak ada istilah BO. Usaha-usaha yang mirip BO biasa disebut
Read More