BUSINESS PLAN & EXECUSION

Saat ini banyak pebisnis yang belum menjalankan Plan/ rencana bisninya secara konsisten. Banyak alasan untuk tidak menjalankan rencana yang telah disusun dengan rapi. Rencana yang dimiliki biasanya sudah baik, tetapi masih lemah dari sisi eksekusi. Lalu apa artinya rencana yang dahsyat tetapi eksekusinya tidak maksimal? Tentu saja ide cemerlang tidak akan berarti apa-apa jika eksekusinya tidak prima.

Minggu lalu saya mengunjungi salah satu pebisnis di Denpasar Bali. Banyak hal yang saya gali saat konsultasi, diantaranya saya bertanya tentang program kerja yang telah dipersiapkan di tahun ini. Dengan antusias pebisnis tadi bercerita bahwa banyak program-program baru yang sangat kreatif dan inovatif. Tetapi saat saya bertanya apakah program telat dieksekusi, pebisnis tadi menjawab ‘Tidak semudah yang dibayangkan. Sulit’.

Para pembaca sekalian, banyak pebisnis punya rencana besar (mulai dari rencana pogram marketing, peningkatan pelayanan customer, perbaikan kegiatan operasional, dll) tetapi tidak mampu mengeksekusi dengan baik. Mengapa? Ada beberapa sebab, antara lain: tidak punya target realisasi, tidak punya tim, tidak ada kontrol, mudah putus asa, dan masih banyak lagi penyebab lainnya.

Banyak yang berkata ‘rencana program tidak terlalu sulit, tetapi eksekusi sangat sulit’. Lalu bagaimana caranya? Dalam talkshow di salah satu radio, hampir semua narasumber mengatakan bahwa kebanyakan pebisnis lemah dalam menentukan batas waktu eksekusi rencana. Memang ini salah satu kendala terbesar karena banyak alasan yang bisa menjadi pembenaran untuk tidak mengeksekusi rencana yang yang telah disusun.

Menurut saya, agar semua rencana yang telah dibuat dapat dieksekusi dengan baik maka harus memenuhi kriteria SMART, yaitu Specific (khusus), Measurable (terukur), Attainable (dapat dicapai), Relevant (relevan), dan Time-Based (berbasis waktu).

Spesific artinya sebuah rencana harus jelas dan fokus. Misal jika Anda ingin mengembangkan cabang di Indonesia Timur, maka semua energi harus fokus kesana. Anda harus tahu market dan karakter customer disana dengan tepat. Dengan demikian maka Anda akan sangat menguasai Indonesia Timur. Measurable punya makna bahwa tiap rencana mesti dinilai tingkat keberhasilannya dalam sebuah angka (kuantitatif) sehingga mudah mengukurnya.

Attainable berarti rencana yang dirancang harus benar-benar dapat dicapai sesuai dengan kekuatan yang Anda dimiliki. Jika tidak berhitung dengan benar maka rencana hanya akan jadi rencana indah yang tidak dapat dicapai. Contohnya dalam 1 bulan Anda ingin buka 5 cabang, padahal tim hanya mampu buka 1 cabang dalam 1 bulan. Ini akan membuat tim Anda kebingungan dan efeknya tidak ada cabang baru yang buka.

Relevan berarti realistis menghadapi keadaan yang sedang terjadi. Misal keadaaan ekonomi makro sedang tidak bagus maka strategi bertahan menjadi pilihan yang lebih baik dibanding ekspansi. Dan yang terakhir Time-Based artinya bahwa semua rencana harus masuk dalam kerangka waktu yang jelas. Target eksekusinya harus ada batas waktu dan semua harus disiplin menjalankannya.        

Menurut pengalaman saya sebagai konsultan, apabila pebisnis memiliki rencana bisnis yang mengacu pada SMART, maka eksekusinya akan jauh lebih berhasil. Selanjutnya rencana tersebut juga harus dievaluasi agar rencana yang akan dibuat selanjutnya jauh lebih baik.  

Bagi pembaca Majalah Franchise Indonesia yang ingin konsultasi lebih jauh tentang Plan & Eksekusi, silahkan email ke info@djokokurniawan.com atau WA: 081573709100 atau twitter @djokokurniawan. 

Djoko Kurniawan Senior Consultant of Business, Franchise & Service Qualiy

EMICO International

 

 

5 KESALAHAN BESAR DALAM CUSTOMER
Banyak pebisnis yang masih belum mampu memberikan pelayanan terbaik (service excellence) kepada customernya. Mereka masih sering mengecewakan customer baik secara sadar maupun tidak. Di era modern ini
Read More
SERVICE, JANGAN HANYA JADI SLOGAN
Suatu hari saya datang sebuah resto di Jakarta Barat yang lokasinya di dalam pusat perbelanjaan yang cukup ramai. Hari ini saya ada janji untuk bertemu dengan salah satu klien untuk mentoring. Karena
Read More
Saatnya Pebisnis Menjual Experience & Happiness
Ketika mengadakan workshop ‘Marketing & Branding di Era Modern Menyambut MEA 2015’, saya memaparkan kepada peserta yang hadir bahwa pebisnis di era modern tidak boleh hanya menjual produk/ ja
Read More
HAPPY FRANCHISEE = HAPPY FRANCHISOR
Ada satu hal menarik ketika saya bertemu dengan calon klien yang akan mengembangkan sistem franchisenya. Calon klien saya tersebut ingin lebih aktif lagi mencari rekanan/ franchisee baru untuk mengemb
Read More