Lokasi Mall – Pusat Perbelanjaan VS Lokasi Independent

Meletakan lokasi gerai adalah salah satu keputusan yang paling penting. Apakah itu gerai baru atau gerai kedua atau sewa gerai pas habis untuk segera diperbaharui atau pindah lokasi. Bagaimana menentukan lokasi yang tepat dapat membuat bisnis sukses dan berkesinambungan atau sebaliknya.

Pengusaha yang mencari lokasi-lokasi baru untuk toko mereka, atau gerai-gerai layanan mereka. Sering sekali dihadapkan pada pilihan lokasi antara mall-shoping center- atau lokasi independent. Apa saja keuntungan dan kerugian memilih lokasi usaha di pusat-pusat perbelanjaan dibanding lokasi lain?

Artikel kali ini akan membahas mengenai hal di atas. Tujuanya agar para pembaca mendapatkan informasi untuk menjadi bahan pertimbangan menentukan lokasi usahanya. Dua hal yang paling menarik dibahas dari sewa lokasi yangitu adalah hubungan owner-penyewa serta masalah harga sewa, disamping keuntungan dan kerugian lainnya.

Namun sekali lagi diingatkan bahwa produk atau jasa yang dijual berbeda memerlukan pemilihan lokasi yang berbeda juga. Penempatan sebuah toko perlengkapan berkebun misalnya tidak akan strategis jika berlokasi di shopping mall pusat kota yang di atasnya apartemen. Juga toko perlengkapan anak-anak, akan kurang laku jika ditempatkan di lokasi pinggiran kota atau desa yang sebagian penduduknya orang  berusia lanjut.

Calon pelanggan Anda, barang-barang yang mereka beli, cara mereka mencapai gerai, gerai-gerai lain yang berdekatan, dan lingkungan di mana meletakan lokasi gerai sangat menentukan kesuksesan. Faktor-faktor ini harus berkaitan dengan jenis dan karakteristik pusat perbelanjaan ketika Anda mempertimbangkan sebuah pusat perbelanjaan sebagai sebuah situs.

Karakteristik pusat perbelanjaan

Pemilik dan pengelola pusat perbelanjaan menyeleksi calon penyewa, mereka mencari penyewa yang sudah sukses atau kemungkinan besar akan sukses. Ini mereka lakukan agar mendukung ramainya pusat perbelanjaan. Dengan begitu mereka mempunyai kerja sama yang win-win. Jika penyewa tidak sukses dan keluar atau berhenti menyewa ini akan memengaruhi penyewa lain dan membuat image pusat perbelanjaan itu jadi kurang bagus. Yang berakibat efek domino, merembet dengan cepat ke penyewa yang lain. 

Dalam menemukan atau menyeleksi penyewa, pegelola pusat belanja akan mempertimbangkan dengan seksama barang atau jasa yang akan dijual, hal ini dijaga supaya memenuhi kebutuhan pasar serta sesuai image atau prestise tertentu – stadar managemen pengelola-. Kemudian, pengelola juga mempertimbangkan konsep kelengkapan atau amenities yaitu produk-produk yang dijual satu toko dengan toko yang lain dipilih yang saling melengkapi, agar dapat menang berkompetisi antar pusat perbelanjaan yang lain di kawasan/kota tersebut.

Pusat perbelanjaan besar akan memprioritaskan penyewa yang memiliki brand kuat dan mendunia. Setidaknya sudah memiliki nama nasional. Jika masih ada sisa space, maka baru setelah itu mereka akan mempertimbangkan brand-brand yang belum terkenal namun memiliki produk yang saling melengkapi atau mendukung dengan brand-brand besar. Hal ini mereka lakukan agar mereka dapat mecukupi kebutuhan operasional dan tentunya mendapatkan keuntungan yang lebih terjamin.

Apa yang ditawarkan pusat perbelanjaan sebagai pengelola

Jika Anda berhasil mendapatkan persetujuan atau tawaran untuk menyewa di pusat perbelanjaan, apa yang perlu Anda persiapkan? Dalam mempertimbangkan tawaran itu, Anda akan perlu untuk memastikan apa yang dapat Anda lakukan sebagai penyewa? Ketahuilah aturan-aturan apa saja apa yang akan ada? Apa saja hak dan kewajiban penyewa dan pengelola?

Yang lebih penting lagi, Anda harus mempertimbangkan bidang produk dan servis apa saja yang sudah ada dan akan ada, lokasi pesaing Anda, dan jika memunginkan pilihlah lokasi Anda di pusat keramaiannya.Faktor-faktor ini akan membantu kesuksesan usaha.

Berikut ini adalah fasilitas-fasilitas yang ditawarkan pusat perbelanjaan yang kurang atau tidak ditawarkan oleh lokasi independent.

Khusus dan lengkap

Pusat perbejanaan dibangun dengan tujuan utama untuk menciptakan kondisi yang paling optimal bertemunya calon pelanggan dan pengecer/penyewa. Pengelola menawarkan pengecer ruang perdagangan khusus dengan langit-langit yang cukup tinggi dan pencahayaan yang terang, serta membantu dengan iklan dan kegiatan promosi. Bagi konsumen ini adalah tempat di mana mereka bisa menghabiskan akhir pekan dengan keluarga mereka, belanja, makan di restoran sekaligus bisa pergi ke bioskop.

Area parkir yang luas

Jika lokasi independent di ruko misalnya, tentu saja area parkir akan terbatas 2-3 mobil saja. Akan tetapi jika lokasinya di dalam pusat perbelanjaan besar, maka area parkir sangat luas, bisa untuk menampung ratusan kendaraan sekaligus. Hal ini memberikan keuntungan calon pengunjung Anda tidak hanya terbatas 2-3 mobil pengunjung saja.

Promosi bersama

Adanya promosi bersama dengan tenant lain sesama penyewa pusat perbelanjaan akan lebih banyak mendatangkan calon pelanggan dengan biaya promosi yang ditanggung bersama. Misalnya pekan discount atau bulan promo. Tidak hanya promosi bersama, misalkan beberapa penyewa di pusat perbelanjaan mengadakan acara promo, misalnya promo khusus karena toko mereka berulang tahun, Anda sebagai tetangga akan ikut kecipratan naiknya jumlah pengunjung sekaligus calon pembeli.

Hal ini kurang lazim dilakukan oleh lokasi independent.

Tahan cuaca

Karena tempatnya tertutup dan lengkap dengan aneka pusat perbelanjaan termasuk tersedianya restaurant, foodcourt makanan dan minumam, maka calon pengunjung tidak akan kuatir akan cuaca yang akan mengurangi kenyamanan mereka. Misalnya di saat musim penghujan, meskipun hujan berlangsung lama pada saat pengunjung berada dipusat perbelanjaan itu, maka mereka tidak akan takut “terjebak” tidak bisa kemana-mana untuk mencari makan dan minum. Tinggal ke restaurant atau foodcourt yang selalu buka selama pusat perbelanjaan itu beroperasi.Demikian juga dengan pencahayaan dan pengaturan suhu udara yang nyaman adalah keuntungan lain.

Jika belanja di toko independent yang tempat makan minumnya tidak dekat bahkan tidak ada, jika mendadak hujan, maka perasaan calon pembeli sudah tidak nyaman, apalagi akan melewati waktu makan siang atau malam.

Promo tema public event

Pengelola pusat perbelanjaan sering megadakan event-event yang bersesuaian dengan public event dan Hari Raya, misalnya Imlek, Lebaran, Natal, New Year, Ramadhan festive dan lain-lain, juga pameran-pameran sering digelar berkala oleh pengelola. Ini akan memberikan dukungan kepada penyewanya dalam hal mendatangkan lebih banyak pengunjung. Dengan lebih banyak pengunjung tentu jumlah calon pelanggan yang akan berbelanja akan semakin banyak.

Kebersihan, kemanan dan fasilitas IT

Satu lagi yang mungkin membuat para penyewa lebih simple dalam menangani kebersihan, keamanan lingkungan dan fasilitas IT – jika diperlukan-. Ini semua akan disediakan atau difasilitasi oleh pengelola pusat perbelanjaan. Setidaknya mereka akan mengkoordinir pengadaan fasilitas-fasilitas itu.

Jika lokasi toko independent, maka penyewa akan mengurusi ini sendiri juga. Mengelola kebershan, keamanan lingkungan dan ketersediaan akses IT yang dibutuhkan yang pengadaanya merupakan biaya dan pekerjaan tersendiri yang perlu diperhatikan.

Orang-orang datang ke pusat perbelanjaan untuk membeli, mencari sesuatu atau setidaknya melihat-lihat. Mereka dapat mengunjungi satu atau banyak toko, namun demikian mereka juga akan melewati depan toko Anda, yang dapat dengan mudah menarik perhatian mereka dan memicu permintaan atau pembelian untuk produk Anda.

Sementara itu, melewati toko independent, mereka yang lewat di jalan mungkin tidak kepikiran untuk membeli sesuatu atau memperhatikan depan toko Anda. Mereka hanya pulang ke rumah dari tempat kerja atau universitas atau hanya melintas dengan tidak ada tujuan untuk memeperhatikan atau mencari sesuatu.

Semua faktor ini meningkatkan traffic calon pelanggan, dan tugas Anda adalah untuk menarik mereka ke toko Anda.

Kemudian apa saja kekurangan menyewa dipusat perbelanjaan dibanding lokasi independent?

Setidaknya secara garis besar ada 2 kekurangan, yaitu mengenai biaya sewa yang relatif lebih mahal dan juga peraturan-peratuhan yang lebih komplek.

Nah, Anda dapat menilai sendiri situasi di kota Anda: jika tanda-tanda “disewakan” di jalan utama sering berubah, beberapa ruang belum ditempati selama enam bulan atau lebih dan iklan sewa menggantung di pintu depan ruko sementara di pusat perbelanjaan banyak pengunjung tersenyum dan melakukan pembelian, itu akan mudah untuk menentukan bagaimana melanjutkan keputusan Anda. Atau yang terjadi sebaliknya? Amatilah dan cermatilah sebagai bahan pertimbangan yang penting untuk pemilihan lokasi usaha Anda.

Salam Sukses Selalu,

Ery Prasetyawan

Penulis, Trainer dan Business Coach &

INFINITI Human Resources Development, Training and Consultant.

Website : www.eryprasetyawan.com

Email : infiniti.teo@gmail.com.

 

Memilih Lokasi Yang Bagus untuk Usaha
Salah satu hal yang paling penting memulai start up bisnis adalah bagaimana memilih lokasi bisnis. Karena ini akan memengaruhi kesuksesan penjualan bisnis. Bisnis yang sukses pada dasarnya adalah yang
Read More
Jadikan Lokasi Anda Luarbiasa Dengan Strategi Baru
Saat ini perubahan bisnis begitu cepat, hingga banyak trend bisnis baru bermunculan. Belakangan ini juga muncul para anak muda yang terjun ke startup dengan bekal kreativitas dan kemampuan inovasi men
Read More
Memilih Lokasi Yang Low Risk High Profit
Banyak orang ingin menjadi wirausahawan atau self employee akan tetapi takut akan resiko tinggi. Kabar baiknya beberapa jenis usaha memiliki resiko yang lebih kecil dibandingkan dengan bidang usaha la
Read More
Menjadi Franchise Top Of Mind Dengan Top Of Location (TOL)
Bagi pelaku bisnis Franchise menjadi Top Of Mind (TOM) adalah suatu pencapaian yang dinantikan. Namun untuk menjadi Top Of Mind diperlukan strategi bisnis jitu. Strategi yang gagal akan mengakibatkan
Read More