Novita Sianipar, Ingin Bekerja yang Turut Membangun Bangsa

Sebelumnya, wanita dengan nama lengkap Novita Sianipar ini berkarir di perusahaan advertising dengan posisi sebagai Account Manager. Dengan posisinya itu, ia menghabiskan waktu kerjanya dengan dunia ibu dan anak-anak.

Tetapi ia memilih untuk berhenti dari pekerjaannya itu dan bergabung dengan perusahaan asal Jepang yang fokus di pendidikan anak. Apa alasannya? “Honestly saya ingin bekerja di industri yang bisa turut membangun bangsa Indonesia,” kata Novita.

Menurut wanita lulusan fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran itu,, bekerja tidak hanya untuk menghasilkan uang, tetapi sarana untuk berkarya dan yang paling penting adalah contribution to society.

“Nah dengan bekerja di pendidikan saya ingin berkontribusi untuk anak-anak Indonesia dalam memberikan hak pada mereka untuk bisa belajar lebih menyenangkan,” ujar Novita.

Menyukai pendidikan menurut Novita baru ketika ia bekerja di Benesse. Sebuah perusahaan yang menurutnya sangat unik karena line product-nya dari anak kecil sampai dewasa dan mostly untuk pendidikan. “Visi dari perusahaan juga membuat saya tertarik,” papar Novita.

Di Benesse, ia kini menjabat sebagai Marketing  & PR Director yang bertugas untuk membantu kegiatan promosi Shinkenjuku ke berbagai activation channel, serta bekerja sama dengan institusi lain baik yang bergerak dalam bidang pendidikan ataupun perusahaan dari industri yang lain.

Wanita kelahiran Jakarta 11 November 1983 itu melanjutkan, bekerja di dunia pendidikan memiliki tantangan tersendiri jika dibanding dengan industri lain.

“Sangat menantang ketika berusaha memasarkan pendidikan itu sendiri sebagai kebutuhan bagi anak. Kami sadar untuk market di Indonesia masih perlu banyak di edukasi mengenai pentingnya pendidikan yang baik untuk anak, dan karenanya selain upgrade skill diri kita sendiri,  kita juga harus banyak belajar dari negara lain, khususnya di perusahaan yang sekarang saya bekerja adalah dari Jepang,” jelas pehobi Traveling, dan Jazz enthusiast itu.

Menurutnya, banyak hal yang bisa dipelajari dari negeri Sakura itu baik dari sisi pengetahuan maupun business culture. Sebagai wanita yang sibuk, ia dituntut untuk memanajemeni waktunya dengan baik sehingga semua pekerjaan bisa berimbang dengan waktu untuk pribadi dan keluarga.

Lalu bagaimana ia memaknai kata sukses? “Sukses ada di diri kita sendiri. Bukan masyarakat yang menentukan sukses Anda. Tapi bagaimana Anda memaknai tujuan hidup Anda dan mencapainya,” tutup perempuan dengan filosofi fveryday is a progress, focus = result itu.

Julhan Sifadi

 

Penggagas Franchise di AJBS Group
Wanita cantik pemilik nama Indriani Suhartono ini adalah generasi ketiga, penerus salah satu perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang trading mur dan baut di Surabaya, yaitu AJBS Group. Putri pert
Read More
Yonathan Sebastian Liyanto, Berawal dari Kecintaan yang Membuahkan Hasil
Terlahir dari keluarga pebisnis membuat pria bernama lengkap Yonathan Sebastian Liyanto tidak bertahan lama bekerja di perusahaan. Beberapa jenis usaha sudah pernah ia geluti, mulai dari usaha toko se
Read More
Ricky Fernando, Butuh 4 Tahun Membuka Pasar Ice Cream Thailand
Tidak ada bisnis yang gampang. Begitulah ungkapan yang keluar dari Ricky Fernando, pemilik franchise Ice Manias. Ketika ia memulai bisnis ice cream, ia membutuhkan waktu selama 4 tahun untuk menawarka
Read More
MUHAMMAD ARIEF FATONI Melahirkan Bisnis dari Pengalaman Pribadi
Pengalaman memang kerap menginspirasi kita untuk melahirkan peluang bisnis baru. Seperti yang dialami Muhammad Arief Fatoni, yang sukses mendirikan 55 gerai barbershop di berbagai kota di pulau Jawa.
Read More