Konsumen Milenial yang Menawan

Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia dianggap sebagai pasar yang seksi baik oleh pelaku bisnis dalam negeri maupun luar negeri. Hasil sensus penduduk yang dilakukan oleh BPS tahun 2010 mencatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 237 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 1,49% per tahun. Saat ini, penduduk Indonesia diprediksi mencapai lebih dari 250 juta jiwa dan membuat Indonesia berada di posisi keempat negara dengan jumlah penduduk terbanyak dibawah China (1,3 miliar), India (1,2 miliar) dan Amerika Serikat (318 juta).

Yang membuat seksi bukan hanya jumlahnya yang besar, melainkan juga daya beli yang tinggi. Pendapatan kelas menengah bawah Indonesia, yang berpenghasilan USD 2 – 4 per hari, mengalami peningkatan dari 37,5 juta penduduk di tahun 1999 menjadi 68,8 juta penduduk di tahun 2009. Sebanyak 65% pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh pasar domestik. Ini salah satu faktor yang membuat Indonesia memiliki daya tahan menghadapi krisis tahun 2008.

Fakta lain yang paling menarik adalah Indonesia merupakan negara yang dipenuhi oleh konsumen muda. Sekitar 34,47% penduduk Indonesia berusia antara 15 – 34 tahun atau hampir sekitar 82 juta jiwa. Mereka ini yang disebut sebagai konsumen milenial dengan jumlah populasi yang cukup besar di Indonesia. Golongan inilah yang merupakan pasar potensial untuk digarap oleh para pelaku bisnis. Anak muda merupakan salah satu pasar yang konsumtif terutama untuk industri hiburan dan makanan. Tidak heran jika banyak bermunculan tempat nongkrong di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Ini sesuai dengan perilaku anak muda yang gemar nongkrong.

Pasar milenial Indonesia memang cukup menjanjikan. Untuk menyasar mereka sebagai pasar yang potensial, tentunya kita harus mengetahui siapa mereka, apa yang mereka sukai, seperti apa karakternya, dan sebagainya. Satu hal yang sudah disinggung bahwa mereka gemar nongkrong.

Konsumen milenial juga dikenal sebagai generasi milenial, yaitu mereka yang lahir dalam rentang waktu tahun 1980 – 2000. Perilaku generasi milenial ini sangat berbeda dari generasi yang sudah kita kenal sebelumnya, baby boomer (kelahiran 1946 – 1964) dan Gen X (1965 – 1980). Konsumen milenial sangat akrab dengan teknologi (tech savvy). Mereka merupakan generasi yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesatnya. Jika boleh menyebutkan merek, mereka menjadi dewasa bersama dengan Apple, Facebook, Microsoft, dan sejenisnya. Mau tidak mau, jika ingin mendekati mereka, kita juga harus akrab dengan berbagai macam teknologi yang mereka gunakan.

Konsumen milenial juga sangat kritis dan mereka tidak segan menyuarakan apa yang mereka rasakan melalui sosial media. Mereka sangat ekspresif dan kita sudah banyak melihat dampak kevokalan para konsumen milenial di sosial media, yang positif maupun negatif. Mereka sangat suka sharing segala hal yang menurut mereka menarik di sosial media. Media sosial penuh disesaki oleh generasi milenial. Mereka seringkali menciptakan trending topic yang mampu mempengaruhi opini publik. Jika di masa lalu anak muda menyuarakan aspirasi melalui jalanan, sekarang mereka menyuarakan aspirasinya melalui media sosial.

Untuk olahraga, generasi milenial sangat menggemari sepakbola. Tren nobar (nonton bareng) di berbagai tempat, terutama café, semakin ramai. Kemudian icon idola artis juga mengalami perubahan. Jika di masa lalu kita mengenal idola lokal seperti Si Boy dan Lupus, maka para generasi milenial lebih menyukai Rangga dan Cinta. Bahkan kita pernah menyaksikan film mini keduanya melalui Line. Dalam lingkup global, beberapa artis yang menjadi idola generasi milenial adalah Kim Kardashian, Adele, Rihana, Justin Bieber, serta para personil boy band One Direction.

Selain memahami apa yang mereka sukai dan tidak, apa yang menarik dan tidak, kita sebagai pelaku usaha harus melakuan marketing campaigne  atau program promo unik, kreatif yang sesuai dengan mereka. Untuk hal ini kita bisa belajar misalnya dari Coca Cola.  Merek ini kenapa tetap bisa bertahan hingga puluhan tahun? jawabnya karena Coca Cola dalam melakukan aktivitas promosi sangat adaptif terhadap perilaku setiap generasi. Sebut saja di era milenial sekarang ini  yang dilakukan Coca Cola adalah dengan  meluncurkan kemasan yang bisa dihiasi wajah dan nama konsumennya. Dampaknya ternyata sangat luar biasa! Konsumen Coca Cola di lebih dari 100 negara sangat antusias dengan promosi unik tersebut.

Kemudian terkait service kita juga harus bisa memberikan service yang baik atau WOW kepada mereka. Jangan sampai over promise under delivery. Ingat, karena generasi milenial ini sifatnya kritis, ekspresif dan social media minded, jika kita tidak memberikan service yang WOW atau malah mengecewakan mereka,  maka mereka akan “TERIAK” secara negatif lewat social media. Nah, hal ini harus benar-benar kita hindari karena akan merusak reputasi bisnis atau merek kita. Tetapi sebaliknya jika kita memberikan service yang memuaskan kepada mereka maka  mereka pun akan menyebarkan sesuatu yang baik dari kita lewat social media.

Selamat ‘berburu’ para generasi milenial Indonesia yang menawan!

Bisnis itu Simpel, Mulailah dengan Market Base yang Besar
Gairah bisnis di Indonesia terus tumbuh, terutama di sektor UMKM atau bisnis yang menyasar segmen menengah bawah. Beberapa dari mereka ada yang berhasil mengembangkan bisnisnya hingga besar. Namun tid
Read More
Buruh Migran Hong Kong dan Waralaba
Pada 19 April 2017, Majalah Franchise diundang BNI Remittance dan Buruh Migran Indonesia (BMI) untuk memberikan seminar pada acara pemberdayaan dan pelatihan kewirausahaan di Hong Kong. Acara tersebut
Read More
Perlunya Saling Mengingatkan
Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia tidak hanya sibuk mengurusi dirinya sendiri, tapi juga turut sibuk mengurusi urusan orang lain. Apalagi dengan hadirnya media sosial, kesibukan mengurusi orang lai
Read More
Memanfaatkan Go-Food sebagai Layanan Food Delivery
Setelah sukses mengenalkan bisnis ojek online kepada masyarakat Indonesia, CEO Gojek Indonesia Nadiem Makarim, mulai melebarkan sayap bisnisnya menyasar bidang lain. Platform yang dikembangkan Gojek m
Read More