Kemendag Siapkan Penghargaan Bagi Waralaba Indonesia

Saat ini, Kementerian Perdagangan sedang menyiapkan sebuah rangkaian kegiatan apresiasi Penghargaan Waralaba Indonesia  untuk para pelaku bisnis waralaba di Indonesia. Apresiasi tersebut akan diluncurkan bersamaan dengan penyelenggaraan World Franchise Summit (WFS) yang akan diadakan di Jakarta, Indonesia pada bulan November 2016 mendatang.

Tujuan diselenggarakannya Penghargaan Waralaba Indonesia adalah untuk memberikan apresiasi kepada waralaba Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan bisnis waralaba di Indonesia agar bisnis waralaba Indonesia dikenal oleh negara lain, melalui perwakilannya yang hadir pada World Franchise Summit.

World Franchise Summit sendiri akan diselenggarakan pada 22 hingga 27 November 2016 di Jakarta Convention Center (JCC) dan akan dihadiri oleh 44 negara dan diisi oleh 250 merek waralaba.

Misi dari kegiatan tersebut yaitu pertama, agar lebih memacu usaha yang masih bergerak secara kemitraan usaha (business opportunity) menjadi usaha dengan sistem waralaba. Kedua, agar masyarakat mengenal usaha-usaha yang masuk kedalam kategori bisnis waralaba.

Ketiga, memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang bergerak secara waralaba atau kemitraan (BO) untuk mendukung industri dalam negeri atau ritel dan menambah market share. Sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian dengan membangun brand image melalui national branding.

Metode pelaksanaan yang akan dijalankan melalui beberapa tahapan yaitu, pertama, menjaring BO atau waralaba dengan melakukan sosialisasi di 8 daerah yaitu: DKI Jakarta,  Jawa barat, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Kedua, setelah dilakukan sosialisasi maka akan dilakukan seleksi awal berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Ketiga, verifikasi lapangan terhadap pelaku usaha waralaba atau BO. Selanjutnya hasil veifikasi lapangan tersebut akan menjadi salah satu dasar penilaian calon pemenang.

Untuk proses tersebut, Kemendag bekerjasama dengan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), konsultan waralaba, akademisi perguruan tinggi, dan pihak-pihak lain yang berkompeten.

Penjuriannya akan melibatkan pihak-pihak yang sudah ahli di bidang waralaba untuk menentukan pemenang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan dalam Penghargaan Waralaba Indonesia.

Pelaku usaha yang memenuhi kriteria waralaba dan kemitraan usaha atau business opportunity dapat mengikuti Penghargaan Waralaba Indonesia tersebut.

Hingga saat ini, Kemendag masih melakukan penjaringan peserta serta pemilihan juri dari pihak – pihak yang sudah ahli dalam bidang waralaba untuk pemilihan pemenang dalam Penghargaan Waralaba Indonesia.

Selanjutnya, penjurian diberikan kesempatan untuk seleksi waralaba atau pelaku usaha yang memenuhi kriteria selama 1 hingga 1,5 bulan, dan penghargaan bagi pemenang akan dilaksanakan saat World Franchise Summit pada bulan November 2016 di Jakarta Convention Center (JCC).

Membangun Kekuatan Waralaba Nasional melalui Roadmap Waralaba
Saat ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah menyiapkan Roadmap Waralaba yaitu konsep pengembangan dan pembinaan usaha waralaba dan potensial waralaba (business opportunity), agar pelaku usaha w
Read More
Syarat dan Ketentuan Pendaftaran STPW yang Wajib Dimiliki oleh Pemberi dan Penerima Waralaba
Standar dan ketentuan pendaftaran STPW diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 tentang waralaba, dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 53/M-DAG/PER/8/2012 Jo. Peraturan Menteri Perdaga
Read More
Segera Miliki STPW Sebelum Dikenai Denda Rp 100 Juta
Hingga akhir 2014, Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan 294 STPW kepada 105 Pemberi Waralaba Luar Negeri, 27 Pemberi Waralaba Dalam Negeri, 153 Penerima Waralaba Luar Negeri dan 9 Pemberi Warala
Read More
Menangkap Peluang Pasar Waralaba Lokal Melalui Pameran Luar Negeri
Besarnya peluang pasar di beberapa negara luar menjadi salah satu dasar Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI untuk memfasilitas para UKM waralaba lokal potensial melalui pameran di enam negara luar I
Read More