Warung Tekko Ramaikan Industri Waralaba

Warung yang identik dengan olahan Iga ini rupanya tertarik untuk ekspansi melalui jalur waralaba. Seberapa prospektif peluang bisnisnya?

Siapa yang tak tergiur dengan sajian Iga Bakar, Iga Penyet dan menu olahan Iga lainnya. Produk makanan berbahan dasar tulang Iga sapi ini tengah menjadi buruan masyarakat, terutama bagi mereka yang gemar berwisata kuliner. Beberapa bisnis resto yang mengusung menu olahan Iga sebagai sajian andalannya pun ramai diserbu oleh pelanggan.

Beberapa brand resto diantaranya bahkan menancap kuat di benak masyarakat karena dikenal menyajikan menu olahan iga yang mampu menggoyang lidah siapa yang menyantapnya. Salah satu diantaranya adalah Warung Tekko yang memiliki nama besar berkat menu Iga Penyetnya. Bisnis yang membuka gerai perdananya di Pantai Indah Kapuk ini, baru berkiprah di industri food & beverage nasional medio 2009 an.

Kendati begitu, Warung Tekko mampu membangun jaringan bisnisnya secara impresif dengan mengambangkan delapan cabang outlet baru, dalam waktu kurang dari satu tahun berdiri. Selain memang menu iga penyetnya yang menjadi daya magnet masyarakat untuk berkunjung ke resto Warung Tekko, bisnis yang didalangi oleh Widodo Hariyanto itu membuka peluang kerjasama dengan sistem partnership dan manajemen bersama kepada para kerabat bisnsinya.

“Menu yang kami tawarkan dominan ada sambalnya dan pelanggan kami rata-rata suka sama menu yang ada sambalnya, seperti menu iga penyet, konro bakar, iga bakar, empal dan sebagainya. Karena bagi sebagian orang, kalo makan ga ada sambalnya rasanya ada yang kurang, dan Warung Tekko menjawab kebutuhan itu,” ujar Sidik Kadarsyah, Manager Marketing Warung Tekko.

Lebih lanjut menurut Sidik, range harga yang ditawarkan masih cukup terjangkau dan kompetitif bagi masyarakat. Harga maksimum yang tersedia di Warung Tekko pun berkisar Rp130 ribu keatas, dan berupa menu Gulai kepala ikan yang memang disuguhkan untuk dinikmati secara bersama-sama.

“Selain itu, keunggulan kami yang tidak dimiliki oleh resto sejenis yaitu outlet kami yang bernuansa nusantara tradisional. Jadi kami desain sedemikian rupa sehingga pelanggan yang berkunjung ke sini, suasananya seakan seperti makan di rumah,” sambungnya.

Warung Tekko membuktikan eksistensinya sebagai resto olahan iga yang cukup sukses di Indonesia. Terhitung kini sudah lebih dari 45 outlet beroperasi di berbagai wilayah termasuk diantaranya wilayah Jabodetabek, Bandung, Palembang, Jambi, Bali, Surabaya, hingga Batam.

Selain itu, menurut Sidik, tahun ini Warung Tekko fokus untuk membuka peluang bisnis lewat jalur waralaba.

Dengan pengalaman berkiprah selama kurang lebih enam tahun, dan teruji baik dari standar bisnis sampai manajemen operasional mengelola lebih dari 40 outlet, Sidik optimis Warung Tekko bisa menelurkan kesuksesan yang sama di ranah industri waralaba.

“Dari pelanggan kami sendiri sudah banyak yang nanya soal peluang waralaba, karena begitu nyobain menu iga di Warung Tekko mereka bilang cita rasanya beda dibanding yang lain. Bahkan belum lama ini ada orang dari Brunei datang kesini karena tertarik dengan (bisnis) Warung Tekko,” katanya.

Sidik mengatakan, Warung Teko menawarkan investasi franchise fee senilai Rp 500 juta untuk lima tahun. “Bila digabungkan dengan biaya renovasi outlet investasinya bisa mencapai Rp1,2 milyar lebih,” pungkasnya.

Alvin Pratama

Pringsewu, Mengintip Bisnis Rumah Makan dengan Konsep Taman
Restoran asal kota kecil di selatan Gunung Slamet ini sudah melegenda sejak 29 tahun silam. Mengusung konsep taman, restoran ini siap ekspansi lewat pola franchise.  Apabila kita menelusuri sep
Read More
Heerlijk Cafe, Mengusung Konsep Kafe Tempo Doeloe
Satu lagi pendatang baru yang akan meramaikan industri franchise di Indonesia di sektor bisnis kafe. Mengusung konsep kafe tempo doeloe, ia siap meraimaikan industri franchise.    Adalah He
Read More
Sajian Bebek dengan Resep dari Pulau Asam
Saat ini resto yang menyajikan menu kudapan bebek kian digandrungi masyarakat Indonesia. Disamping kaya protein dan memiliki daging yang legit, bebek juga memiliki cita rasa tersendiri. Jika dipadu de
Read More
Diwaralabakan Setelah 30 Tahun Berdiri
Dapoer Malioboro  salah satu pemain lama di kuliner kota Solo. Ia telah beroperasi sejak 1986 dan kini ditawarkan dengan sistem waralaba. RM Malioboro bagi warga Solo dan sekitarnya sudah 
Read More