MUHAMMAD ARIEF FATONI Melahirkan Bisnis dari Pengalaman Pribadi

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(http://majalahfranchise.com/res/fiona/drive/uploads/Untitled-1-10.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

Pengalaman memang kerap menginspirasi kita untuk melahirkan peluang bisnis baru. Seperti yang dialami Muhammad Arief Fatoni, yang sukses mendirikan 55 gerai barbershop di berbagai kota di pulau Jawa. Dalam wawancara khusus dengan Majalah Franchise Indonesia, usaha yang dimulainya pada Maret 2007 itu berawal dari pengalamannya memotong rambut. Di mana saat itu ia kerap berpindah-pindah tempat dan tidak pernah menemukan tempat yang nyaman, bersih dan hasil yang memuaskan.

“Kalaupun ada itu bisa saya dapatkan di salon branded dengan harga yang relatif tinggi untuk ukuran masyarakat Jogja. Akhirnya saya berfikir untuk menjembatani keinginan konsumen yang seperti saya ini, kemudian saya membuat konsep potong rambut dengan harga di bawah salon tetapi di atas potong rambut biasa,” kata Arief.Sehingga terlahirlah ide untuk membuat tempat potong rambut dengan kisaran harga terjangkau tetapi bisa memberikan tempat dan pelayanan maksimal, sesuai dengan standar sebuah barbershop. Yaitu tempat bersih, ruang AC, kursi hidrolis dan reclaining seat, soft drink, handuk dingin, silet steril dan karyawan berpengalaman.

Alasan lain mendirikan usahanya itu karena adanya pemikiran bahwa tidak semua pria merasa nyaman untuk memangkas atau melakukan perawatan rambut di salon-salon umum. “Terdapat banyak alasan untuk hal ini. Survei kecil saya menyimpulkan bahwa kebanyakan pria beristri merasa malu dan kurang nyaman untuk berkunjung ke salon umum. Terlebih setelah semakin merebaknya salon plus-plus. Selain itu untuk memangkas rambut di “tukang cukur” tradisional, kebanyakan mereka merasa kurang nyaman serta tidak merepresentasikan citra diri mereka,” ungkap pria kelahiran Yogyakarta, 9 Nopember 1969 itu.

Disamping itu, menurut dia, tempatnya yang terlampau sederhana juga karena kemampuan tukang cukurnya yang tidak bisa melayani banyak model potongan rambut pria, terutama model potongan rambut yang up to date dan sedang tren. Dengan berbagai pertimbangan itulah, Arfa Barbershop, dengan slogan “Bertumbuhlah kalau tidak habislah sudah” hadir menjawab semua tuntutan pasar.

Di bawah bendera PT. Arfa Sukses Mulia, Arfa Barbershop kini menjadi salah satu tempat potong rambut yang cukup diperhitungkan di kelasnya. Bisnis ini tidak hanya menaikkan kelas tempat potong rambut emperan tetapi juga mampu melahirkan peluang usaha baru.

Melalui sistem waralaba yang ditawarkan, Arfa Barbershop sukses membangun jaringan bisnisnya hingga 55 gerai diberbagai kota di Indonesia antara lain, Yogyakarta, Solo, Semarang, Klaten, Boyolali, Magelang, Purworejo, Cilacap, Semarang, Ungaran, Pati, Surabaya, Sidorajo, Malang, Hingga Depok, Bogor dan Jakarta

Bertha Natalia, Putri Mahkota yang Terjun di Bisnis Franchise
Darah bisnis sejatinya sudah mengalir pada wanita yang satu ini. Orang tuanya merupakan salah satu pemilik Transera Group. Maka, begitu lulus kuliah dari University of Wisconsin, Amerika Serikat ia pu
Read More
SABRINA, Banting Setir dari Teknik Sipil ke Usaha Tiram
Kesuksesan seseorang memang tidak bisa diprediksi walaupun kadang apa yang dilakukan bertolak belakang dengan defenisi ilmu yang dimiliki. Sabrina contohnya, pemilik perusahaan PT Sabrina Grange Im
Read More
Novita Sianipar, Ingin Bekerja yang Turut Membangun Bangsa
Sebelumnya, wanita dengan nama lengkap Novita Sianipar ini berkarir di perusahaan advertising dengan posisi sebagai Account Manager. Dengan posisinya itu, ia menghabiskan waktu kerjanya dengan dunia i
Read More
FX. Ricky Ferdinan Sutrisno, Masih Muda, Pria Ini Berhasil Kembangkan Waralaba Kebab
Jika memiliki keinginan yang kuat, apapun itu mungkin kita bisa meraihnya. Kalimat inilah yang mewakili usaha dan kerja keras Ricky Ferdinan, selama membesut bisnis kebabnya. Di usianya yang tergolo
Read More