Peluang Bisnis Baru Asal Solo dengan Lebih 200 Gerai di Indonesia

Didirikan oleh Sarendra Dwi Kusuma, seorang pengusaha muda asal Solo, bisnis minuman yang fokus pada pengolahan minuman jenis cokelat dan kopi ini sukses melebarkan sayapnya hingga ke berbagai kota di Indonesia mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, hingga Sulawesi.

Bisnis yang menyasar pasar anak muda ini unggul dari segi varian rasa minumannya. Setidaknya ada11 varian rasa yang ditawarkan Mosco antara lain cokelat mania, capucino itali, tiramisu, balackforest, vanila, mochacino, caramello, japanese sweet, indiana coffee, dan lain-lain.

Selain unggul dari sisi varian rasa, kualitas rasanya pun tidak kalah dengan minuman yang ada di kafe-kafe. Sarendra, menyebut produknya minuman kafe harga kaki lima karena bisa dinikmati semua segmen. Harga kaki lima dengan kualitas minuman kafe menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Mosco dan bargaining kuat kepada pelanggannya. Itu pula yang menjadi alasan mengapa Mosco hadir ditengah-tengah kita saat ini.

“Karena minuman-minuman jaman sekarang yang di kafe itu mahal sehingga kita buat seperti di kafe tetapi harganya kaki lima. Harganya murah tetapi kualitasnya sama,” kata Sarendra Dwi Kusuma, Owner Mosco. Untuk menghasilkan produk berkualitas, Mosco memiliki tempat produksi sendiri yang siap mendukung mitranya diberbagai kota di Indonesia. Produk yang dibuat sudah dalam bentuk bubuk yang dibungkus per cup.

“Kita punya produksi sendiri, ada mesin sendiri untuk penyasetan, filler, mixer, dan sebagainya. Sehingga semua produk kita terjamin kualitasnya,” papar Sarendra.Bisnis ini juga ditawarkan dengan sistem kemitraan dengan investasi Rp 6 juta sudah termasuk booth, alat operasional, dan bahan baku awal. Selanjutnya mitra hanya membeli bahan baku ke pusat tanpa harus membayar royalti fee atau biaya-biaya lain.

Berdasarkan pengalaman di outlet-outlet Mosco sebelumnya, dengan nilai investasi tersebut, BEP bisa dicapai selama 2 hingga 3 bulan. “BEP kurang lebih 2 sampai 3 bulan, untuk penjualan minimal 70 sampai 80 cup sebagaimana kondisi mitra yang ada saat ini. Tetapi jika ikut dalam pameran atau event-event lain maka penjualan bisa naik hingga lebih dari 1.000 cup perhari,” kata Sarendra.

Bisnis ini juga bisa dibilang tidak kenal musim, karena selain dapat disajikan dalam bentuk dingin juga bisa dalam bentuk panas. Tahun 2016, Mosco menargetkan ekpansi ke kota lain di Indonesia seperti Papua, dan bahkan ke luar negeri dengan dua negara sasaran yakni Malaysia, dan Singapura.

“Kita ingin di semua kota karena seperti Bali, Sumatera, Kalimantan outlet kita belum semuanya. Dan tahun 2016 kita juga ingin ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura dengan target 500 sampai 700an outlet,” tutup Sarendra.

Warung Tekko Ramaikan Industri Waralaba
Warung yang identik dengan olahan Iga ini rupanya tertarik untuk ekspansi melalui jalur waralaba. Seberapa prospektif peluang bisnisnya? Siapa yang tak tergiur dengan sajian Iga Bakar, Iga Penyet dan
Read More
SAP Express Courier, Pendatang Baru yang Langsung Melejit
Pendatang baru di bisnis jasa kurir ini tidak bisa disepelekan. Bagaimana tidak, baru Agustus, 2014 lalu beroperasi tapi SAP Express Courier melejit menjadi pemain jasa kurir dengan memiliki 45 j
Read More
RM Pariaman, Menikmati Pedas Gurih Bisnis Rumah Makan Padang
Siapa diantara kita yang tidak mengenal dengan masakan khas padang. Jenis kuliner satu ini memang sudah tidak diragukan lagi dari segi rasanya. Bahkan saat ini hampir di setiap sudut kawasan pasti ter
Read More
Pubblico Street Caffe, Coffee Pinggir Jalan Berkualitas Internasional
Indonesia seperti layak jika kita sebut sebagai surganya para penikmat kopi. Bagaimana tidak? Bayangkan saja, mulai dari bagian Barat Indonesia hingga bagian Timurnya, kita memiliki kopi khas masing-m
Read More