SUKSES = MEMBANTU ORANG LAIN

Di suatu forum seminar untuk kalangan pebisnis, ada satu peserta yang bertanya “Pak, apa resep sukses berbisnis?” dan saya menjawab singkat “Resepnya adalah membantu orang lain dan customer. Jawaban saya membuat peserta agak bingung dan saya langsung menambahkan “Artinya seorang pebisnis harus bisa menunjukkan bahwa usahanya benar-benar dapat membantu orang lain dan juga customer.

Para pembaca sekalian, membantu punya arti yang sangat luas, contohnya membantu customer untuk mendapatkan pelayanan terbaik, membantu orang lain untuk punya pekerjaan, membantu orang lain untuk punya usaha sendiri melalui peluang usaha yang diciptakan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Disini jelas sekali bahwa membantu berarti membuat orang yang dibantu menjadi lebih baik dan menjadi ‘senang’.

Saya akan lebih menjelaskan secara detail tentang kata ‘membantu’. Saya ambil contoh ‘membantu customer untuk mendapatkan pelayanan terbaik’. Jika Anda melakukan hal tersebut di atas, maka customer akan merasa senang/ puas, lalu menjadi loyal customer, dan secara otomatis ‘menceritakan pengalaman baik yang dialaminya kepada orang terdekat disekitarnya’. Ini berarti bahwa Anda juga dibantu oleh customer tadi melalui cerita positif yang disebarkannya. Hukum timbal balik berjalan dan Anda akan sangat diuntungkan.

Selanjutnya saya akan bahas ‘membantu orang lain untuk punya pekerjaan’. Sebuah brand bernama GO-JEK menurut saya telah ‘membantu’ banyak orang, sehingga GO-JEK menjadi perbincangan paling hot di tahun 2015. GO-JEK memberikan pekerjaan di tengah banyaknya PHK dan perlambatan ekonomi Indonesia. Lebih hebatnya, GO-JEK sekaligus membantu customer untuk mendapatkan alat transporasi alternatif yang murah. Selain itu GO-JEK banyak ‘membantu’ orang yang memerlukan jasa lain yang ditawarkannya seperti membelikan makanan, mengirim dokumen, dan lain-lain.

Contoh terakhir ‘membantu orang lain untuk punya usaha sendiri’. Jika Anda membuka peluang usaha/ sistem franchise dan orang lain bisa membuka usaha tersebut maka Anda sudah memberikan bantuan yang berarti. Namun perlu diperjelas bahwa Anda harus berjuang secara maksimal agar orang yang membuka usaha bisa sukses dengan memberikan support terpadu. Apabila mereka sukses maka Anda akan menjadi lebih sukses. Jika mereka tidak Anda bantu dan niat Anda hanya cari untung maka Anda juga akan gagal.

Dari contoh di atas terlihat jelas bahwa sesungguhnya ‘sukses berbisnis berawal dari membantu orang lain’. Apakah Anda setuju? Jika Anda jawab ‘YA’, segeralah berbenah untuk memperbaiki pola dan tujuan bisnis Anda. Pikirkan ulang, apakah selama ini Anda telah memberikan pelayanan terbaik untuk customer? Apakah bisnis Anda sudah membantu orang lain atau justru merugikan orang lain?

Pesan saya untuk Anda semua! Jangan menjalankan bisnis untuk sekedar mencari keuntungan/ uang saja melainkan gunakan bisnis yang Anda miliki untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Dengan demikian hidup Anda akan lebih berdampak bagi masyarakat.

Bagi pembaca Majalah Franchise Indonesia yang ingin tahu lebih lanjut tentang Sukses Berbisnis, silahkan kirim pertanyaan ke info@djokokurniawan.com. Saya akan membalas semua pertanyaan Anda. Salam sukses untuk Anda semua.

Saatnya Pebisnis Menjual Experience & Happiness
Ketika mengadakan workshop ‘Marketing & Branding di Era Modern Menyambut MEA 2015’, saya memaparkan kepada peserta yang hadir bahwa pebisnis di era modern tidak boleh hanya menjual produk/ ja
Read More
COMMUNICATION @ SOCIAL MEDIA
Saat ini sebagian besar pebisnis telah menggunakan social media untuk mempromosikan produk/ jasa yang mereka jual. Social media dengan cepat menjadi alternatif pilihan untuk mengkomunikasikan brand di
Read More
Moment of Truth in Customer Service
Ketika Anda datang ke rumah sakit, saya yakin Anda pasti ingin dilayani secara baik dan profesional. Jika ada petugas yang tidak bisa memberikan penjelasan yang meyakinkan, Anda akan merasa ragu-ragu
Read More
FRANCHISE RELATIONSHIP
Dalam sebuah seminar yang saya adakan tentang ‘Franchise Your Business’, beberapa peserta bertanya ‘Bagaimana memilih Franchisor yang baik’. Ada juga peserta yang mengungkapkan
Read More