Naruto Seimen, Restoran Udon Self-Service Berencana Ekspansi ke Indonesia

Saat memasuki restoran udon yang satu ini terlihat antrian pengunjung yang panjang, dan terlihat pula tempat merebus udon pada bagian depan restoran.

Udon yang baru dibuat direbus pada saat pesanan masuk. Tersedia pula berbagai macam jenis tempura dan beberapa menu musiman lainnya. Itulah pemandangan yang tersaji di restoran Naruto Seimen yang menjadi salah satu favorit restoran di Jepang.

Naruto Seimen adalah restoran udon dengan sistem self-service yang mulai dikenal banyak orang beberapa tahun belakangan ini. Pengunjung dijamin tidak akan merasa bosan dengan menu yang tersedia karena pengunjung dapat mengkombinasikan udon yang dipesan dengan tempura dan menu lainnya.

Naruto Seimen dioperasikan oleh sebuah perusahaan Jepang bernama Ogawa Sougyo Co.,Ltd yang dipimpin oleh Ogawa Hideo. Setelah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk mengoperasikan restoran udon dengan sistem self-service dalam kurun waktu 5 tahun, Ogawa Sougyou siap melakukan ekspansi ke negara-negara ASEAN.

Ogawa Sougyo memiliki sejarah yang panjang, perusahaan Jepang ini sudah berdiri sejak Genroku Era (tahun 1688 – 1704). Bermula sebagi penjual beras eceran, Ogawa Sougyo kemudian memperluas usahanya ke bidang lain. Usahanya di bidang food-service dimulai 17 tahun yang lalu, diawali dengan usaha franchise restoran yakiniku, izakaya dan jenis restoran lainnya.

Setelah memahami seluk beluk operasional restoran, Ogawa Sougyou memiliki rencana untuk mendirikan franchise headquarter untuk mengoperasikan restoran set makanan Jepang, atau lebih dikenal dengan sebutan teishoku, namun pada akhirnya mereka lebih memilih untuk membuka restoran udon karena konsepnya yang simple dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Walaupun sekarang ini banyak sekali restoran yang menggunakan bahan pengawet pada hidangan yang disajikan, Ogawa Sougyo percaya bahwa dengan menyajikan udon yang menggunakan dashi atau kaldu alami tanpa bahan pengawet akan memberikan rasa aman kepada pengunjung untuk mengkonsumsi hidangan yang disajikan. Ogawa Sougyo sendiri memulai bisnis udon pada bulan November 2011.

Naruto Seimen menyajikan “old-fashioned” udon. Kaldu untuk sup udon dibuat sendiri dengan menggunakan sarden kering khas Sanuki yang berasal dari Shikoku dan sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet sehingga sehat untuk dikonsumsi. Sarden kering tersebut kemudiap dipadukan dengan soy sauce khusus yang merupakan ciri khas udon yang berasal dari pulau Shikoku di Jepang.

Untuk menghasilkan tekstur udon yang kenyal, adonan udon harus didiamkan sebanyak 2 kali selama kurang lebih 1 hari. Adonan udon untuk hari berikutnya biasanya disiapkan setelah jam makan siang atau di sela-sela waktu luang hari sebelumnya. Pada saat pesanan masuk, udon dapat disajikan dalam waktu singkat karena pada dasarnya udon sudah disiapkan, hanya tinggal direbus pada saat pesanan masuk. Rata-rata lama waktu pengunjung menyantap udon di Jepang adalah 15 menit. Dapat dikatakan walaupun harganya terjangkau, turnover pengunjung juga cepat sehingga tidak dibutuhkan space yang luas.

Luas restoran Naruto Seimen di Jepan kira-kira 200 m2, namun karena tingginya turnover pengunjung, efektivitas luas restoran yang dibutuhkan sekitar 130 m2. Rata-rata penjualanan per tahun pada restoran yang letaknya di sisi jalan yaitu sekitar 80.000.000 yen (atau kurang lebih Rp 88.400.000). Angka penjualan diekspektasikan dapat meningkat sebesar 150% apabila restoran terletak di dalam shopping mall di kota-kota besar.

Yang menjadi kelebihan Naruto Seimen bukan hanya tingginya turnover pengunjung, namun juga rendahnya rasio biaya dibandingkan kebanyakan restoran yaitu sebesar 26%, atau 10% lebih rendah dibandingkan kebanyakan restoran. Selain itu, dapat dikatakan biaya tenaga kerja di Jepang jauh lebih tinggi dibandingkan biaya tenaga kerja di Indonesia, hal ini juga tentu saja dapat membantu meningkatkan rasio laba terhadap penjualan sebanyak kurang lebih 10%.

Dalam waktu dekat, Naruto Seimen berencana untuk mencari mitra bisnis untuk bekerja sama membangun merek Naruto Seimen di Indonesia. Atas dasar pertimbangan aspek-aspek dasar seperti pembelian atau procurement bahan baku, test marketing, logistik, dan aspek lainnya yang diperlukan upaya melakukan ekspansi ke Indonesia, Naruto Seimen berencana untuk melakukan ekspansi lewat peluang bisnis dengan ketentuan yaitu franchise fee sebesar 5.000 USD dan 2% royalti dari total penjualan untuk mengembangkan 5 gerai Naruto Seimen di Indonesia.

Untuk ke depannya, Naruto berharap untuk dapat bekerja sama dengan mitra bisnis dengan bentuk kerja sama, franchise fee, royalti yang sesuai dengan value brand Naruto Seimen. Di Indonesia sendiri restoran udon dengan sistem self-service seperti ini sudah terbukti kesuksesannya dan dapat dijadikan referensi bagi siapa saja yang berminat untuk bekerja sama mengembangkan Naruto Seimen.

Jets Pizza Merek Pizza Unggulan di Amerika
Jet’s Pizza menduduki peringkat nomor satu kudapan pizza di kedua belas besar negara Amerika Serikat. Total jumlah gerainya sudah lebih dari 300 di Amerika. Langkah kedepan adalah memperluas ger
Read More
Saisyokuchanoma COO Bersiap Masuk ke Indonesia
Saisyokuchanoma COO yang berkantor pusat di Perfektur Shizuoka, kota Mishima di Jepang berencana untuk ekspansi ke Jakarta lewat Franchise maupun Business Opportunity (BO). Konsep dari COO yaitu meng
Read More
Jetts Fitness, Pelopor Fitnes Asal Australia Bersiap Masuk Indonesia
Pelopor fitness dari Australia ini telah melakukan ekspansi internasional ke berbagai negara Asia. Salah satunya Indonesia. Seperti diketahui fitnes asal negeri Kanguru ini didirikan pada tahun 2007.
Read More
Its Luzi Peluang Franchise Parfum dari Swiss
Berdiri sejak 1926 dan sudah ada di 110 negara, Luzi masuk ke Indonesia pada 2001. Setelah mendirikan Luzi House di Jakarta beberapa bulan lalu, parfum ternanama dari Swiss ini meluncurkan peluang fra
Read More