Villa Crepes Crepes Asal Kota Jogja Berkonsep Kafe

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(): php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(http://majalahfranchise.com/res/fiona/drive/uploads/1-14.jpg): failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

Camilan yang berbentuk lipatan segitiga tipis asal negeri prancis ini kian banyak diadopsi di berbagai negara. Salah satunya adalah Indonesia. Villa Crepes mengemas produknya dengan konsep kafe yang menggugah para pecinta kudapan ini. Seperti apa?

Crepes semakin akrab di telinga dan lidah orang Indonesia. Tengok saja, penjaja panganan yang terbuat dari tepung terigu ini semakin mudah dijumpai. Tak hanya di mal atau pusat belanja, penjual crepes juga banyak ditemui di pinggir jalan. Baik dalam bentuk gerai maupun gerobak (booth). Ini bukti bahwa crepes semakin menuai banyak penggemar.

Melihat peluang crepes yang belum banyak dikenal di Yogyakarta, empat tahun lalu Laksono Wahyu mulai terjun ke bisnis ini. Dengan mengusung nama Villa Crepes, pria asal Semarang, Jawa Tengah itu pun menggulirkan usahanya.Tak ingin menuai kegagalan dalam berbisnis, ia mematangkan bisnisnya terlebih dahulu. Salah satunya adalah bahan baku dengan kualitas terbaik yang diramu secara otentik yang telah berusia selama 25 tahun.

Agar lebih menarik Ia menyajikan produk Villa Crepes dengan cara didemokan secara langung di hadapan para customer. Berbagai pilihan menu seperti “cold crepes” dan “hot crepes” dengan dominasi rasa manis disajikan dengan beragam topping. “Di Villa Crepes rasa produk kami sangat gurih yang memikat dengan topping pilihan. Biasa kami sajikan topping khusus seperti corn cheese cake, Mocha Almond, pudding,” ujar pria yang akrab disapa Mino ini.

Ketika di tanya mengenai konsep Villa Crepes ini, Mino menerangkan untuk crepes besutannya ini didesain dengan menonjolkan eye catching serta menimbulkan nuansa eksotis, mewah serta eksklusif yang di aplikasikan dalam hal warna, lampu pencahayaan yang terang dan layaknya di cafe.

“Food replika yang eksotis ini dapat menarik konsumen, saya yakin dengan konsep saya seperti ini tidak mudah ditiru oleh kompetitor. Itu juga merupakan unique selling point dari gerai Villa Crepes,” katanya bangga.

Menurutnya, Villa Crepes telah terdaftar sebagai merek dagang HAKI sejak Juni 2008. Setelah melalui proses panjang sejak 2006, kinerja Villa Crepes tergolong cukup baik. Hal itu bisa dilihat dari konsumen yang rela antri untuk membeli crepes gerainya yang berada di Yogyakarta dan Solo.

Menu-menu unggulan yang ada di Villa Crepes ini terbagi menjadi 2 bagian pertama Hot Crepes dengan varian Almont Cheese, Almond Choco, Banana Choco, blueberry & Cheesee, Nutella Banana, Peanut Choco, duren cheese, Ovomaltine Cheesee. Sedangkan varian Cold seperti Crepes Banana Split, Blueberry, Java Dessert. Soal harga, Mino mematok harga Rp 9,5 ribu hingga Rp 25 ribu per/crepes.

“Kita juga ada menu baru seperti Cheezy Icy Berry, Hot Chicken n Beef, Vanilla Snow Carica menu ini kalau ada yang tahu buah carica yang berasal dari wonosobo kita mix dengan produk crepes kami, kita memang ingin di kenal dengan salah satu nya produk lokal ini,” bebernya.

Saat in, Villa Crepes telah memiliki 4 gerai yang tersebar di Galeria Mal Jogja, Jembatan Merah Gejayan Jogja, Solo Grand Mal, Solo Paragon. Agar usahanya merekah Mino menawarkan peluang kerja sama dengan sistim franchise. Calon investor yang tertarik cukup merogoh kocek Rp 40 juta dengan konsep booth. Sedangkan untuk paket Island investasinya sebesar Rp 60 juta.

Mino menambahkan, untuk investasi yang disebutkan di atas sudah termasuk perlengkapan, bahan baku dan di luar biaya sewa tempat. Untuk besaran royalti fee 3,5 % dari omzet. Kedepan Villa Crepes ingin go international. Sebab dengan ekspansi ke luar negeri, Mino memiliki kesempatan untuk bersaing dengan pemain global dan memperluas pangsa pasar. 

Usung 3 Konsep Greenpreneur, Socialpreneur dan Profitable
Inovasi atau mati! Begitulah ungkapan bisnis yang sering dilontarkan para pakar dan praktisi bisnis. Terlebih lagi bisnis yang bergerak di bidang jasa. Jika tidak ingin kehilangan pelanggan, maka Inov
Read More
Mango Thai Asli Indonesia dengan Investasi Terjangkau
Jus mangga kekinian yang disajikan dengan gaya khas Thailand salah satunya yaitu MangoJack, merupakan sajian jus mangga asli yang dipadukan dengan whipped cream yang memiliki cita rasa yang berbeda. K
Read More
Chelsea Kembangkan Bisnis Waralaba di Surabaya
Klinik kecantikan saat ini memang sudah menjadi kebutuhan bagi kaum hawa. Tak sedikit dari pebisnis klinik kecantikan yang menawarkan berbagai treatment dengan harga terjangkau. Salah satunya adalah k
Read More
Sambel Lombok, Mengantongi Laba dari Pedasnya Bisnis Restoran Khas Sambel Lombok
  Bisnis kuliner dengan konsep sambel pedas saat ini memang sedang tren. Tak ayal, banyak rumah makan yang menawarkan konsep demikian. Salah satunya adalah restoran yang bermarkas di Tangsel ini
Read More