Auntie Anne’s, Snack Premium Asal Amerika

Auntie Annes’s merupakan franchise kuliner snack dari Amerika yang menyuguhkan menu Pretzel (roti simpul). 

Melewati gerai roti yang satu ini mungkin Anda akan terasa lapar dan tergoda. Wangi pretzel yang baru di keluarkan dari oven langsung menebar aroma khas yang membuat rasa lapar menguap. Dari oven tersebut tersaji sebuh roti empuk, kenyal dan bau harum mentega. Roti simpul atau sebutan lain Pretzel ini merupakan roti asal Eropa yang dibentuk memanjang seperti tali, dijalin didekat kedua ujungnya, lalu dilipat ke tengah-tengah lingkaran pretzel.

Itulah sekilas suasana dan produk yang ditawarkan Auntie Anne’s. Butik roti ini memang lebih dikenal roti snack, karena berbagai varian produknya menonjolkan makanan ringan untuk dijadikan kudapan dan termasuk dalam kategori “High Quality Premium Snack”. Sebuah produk snack premium yang dapat dinikmati kapan saja, di mana saja.

Dengan keunikan produk dan kualitas rasa yang ditawarkan membuat Auntie Anne’s mudah diterima dengan cepat oleh konsumen Indonesia. “Di samping nilai nutrisi dan kandungan bahan baku yang berkualitas membuat roti ini semakin fresh dan health,” ujar Martinus Tara, Executive Director, PT Pretzelindo Sukses Pratama selaku pemilik dan pengelola Auntie Anne’s Indonesia.

Dia menjelaskan, keunikan pretzel Auntie Anne’s yang terbuat dari tepung terigu, air, dan ragi. Disajikan dengan varian rasa khas seperti Cinnamon Sugar, Almond, Parmesan Cheese dan Pretzel Dog. “Tekstur dengan crunchy on the outside & soft on the inside didapatkan melalui teknik pemanggangan khas Auntie Anne’s,”ungkapnya.

Nama Auntie Anne’s sendiri berasal dari nama sang pendiri yakni Anne F Beiler. Sejak pertama berdiri 1995 masyarakat Indonesia sudah mengenal pretzel Auntie Anne’s, sehingga di Indonesia dapat dikatakan Auntie Anne’s sudah memiliki consumer base yang sangat memadai. “Alasan kami ekspansi ke Indonesia karena pangsa pasar negeri salah satu yang terbesar Asia Tenggara, dengan komposisi middle class income yang semakin baik. Kondisi ini sangat cocok sekali dengan target konsumen Auntie Anne’s,” pungkasnya.

Lebih jauh Martinus mengatakan, keunggulan produk pretzel sendiri terletak pada quality product, layaknya franchise di bidang kuliner kualitas produk selalu di tonjolkan dan digaris bawahi sebagai keunggulan. Auntie Anne’s memiliki komitmen yang sangat kuat dalam memberikan jaminan atas kualitas produk yang ditawarkan.

Selain itu, lanjutnya, tepung yang digunakan adalah premix yang bersumber dari pemilik merek di Amerika Serikat, dan diolah langsung di depan customer. “Auntie Anne’s memiliki konsep dapur terbuka sehingga semua proses pembuatan produk dari pembuatan adonan, pembentukan pretzel dan proses pemanggangan dapat disaksikan secara langsung oleh pelanggan,” terangnya.

“Berbeda dengan kebanyakan kompetitor yang hanya langsung menjual produk jadi saja dan proses pembuatannya dilakukan di tempat lain. Sebagai sample menu Signature Beverage Auntie Anne’s, Hand-Squeezed Lemonade dibuat dari buah lemon segar yang kami peras sendiri, sementara kebanyakan kompetitor kami menggunakan essence dan sirup siap pakai,” tambahnya.

Untuk menikmati produk asal amrik ini, Anda merogoh kocek Rp 12 ribu – Rp 36 ribu, dan Combo: Rp 24 ribu – Rp 94 ribu. “Menu unggulan yang banyak di minati konsumen yakni Cinnamon Sugar, Almond, Parmesan Cheese dan Pretzel Dog,” ujar Martinus.

Hingga kini, total gerai Auntie Anne’s berjumlah 5 gerai tersebar di Lotte Shopping Avenue, Central Park Mall, Gandaria City Mall, Grand Indonesia Shopping Town, Kota Kasablanka Mall dan Kelapa Gading Mall (Desember 2014). Selain itu Auntie Anne’s sudah ada di 30 negara dengan lebih dari 1400 toko di seluruh dunia. Sekitar 400 lebih diantaranya berada di luar Amerika Serikat. “Di wilayah Asia Tenggara kita ada di Thailand, Philippines, Malaysia, Indonesia, Singapore, Brunei, Vietnam, South Korea dan Japan,” tambahnya. 

Untuk satu mendirikan satu buah gerai Auntie Anne’s, nilai investasi yang diperlukan sekitar Rp 750 juta – Rp 1, 5 miliar. Investasi itu sudah termasuk equipment, build-up, dan initial stock. Tapi investasi itu di luar franchise fee, sewa/deposit, working capital, perizinan, labor, dan management fee. Tapi sayangnya, PT Pretzelindo Sukses Pratama belum membuka peluang untuk men-subfranchise-kan Auntie Anne’s dalam waktu dekat ini.

Tokio Street, Peluang Bisnis Snack Khas Jepang Yang Layak Dilirik
Peluang bisnis snack jepang ini sudah menawarkan peluang bisnis waralaba sejak 2012. Gerainya tersebar di berbagai mal. Pada bulan ini redaksi blusukan ke daerah Blok M Square yang terletak di bilan
Read More
Hi Fries, Suguhkan Sensasi Menikmati Kentang dengan Aneka Saus
Camilan berbasis kentang goreng ini melakukan inovasi dengan menyuguhkan kentang goreng dengan berbagai saus. Mengusung desain vintage, Hi Fries hadir di tengah maraknya kuliner saat ini. Seperti apa
Read More
The Clean Bar, Waralaba Laundry Sepatu dan Tas Yang Belum Ada Pesaing
Di kota asalnya yakni Solo, bisnis laundry sepatu dan tas ini ketika pertama kali membuka outlet bisnisnya masih dipandang sebelah mata. Namun berkat keseriusan pemiliknya menggarap segmen kawula muda
Read More
Kurimu. id Mendulang Laba dari Ice Cream Asal Korea
Es krim yang satu ini hadir memberikan cita rasa tersendiri. Pemain es krim khas Korea ini siap meramaikan persaingan di industri waralaba.   Majalah Franchise Indonesia  kali ini bertandan
Read More